
"Ma," panggil karina.
"Apa Sayang?"
"Apa setelah nifas langsung boleh berhubungan?" tanya karina dengan malu-malu.
Arie dan cleo tergelak mendengar pertanyaan Karina yang begitu gamblang.
"Sudah nggak sabar makan pisang ya," goda cleo ia menyenggol lengan karina sambil menaikan alisnya.
"Ish ... Kak cleo aku kan cuma tanya," kilah karina dengan bibirnya yang sudah manyun lima centi.
"Cie yang nggak sabar bikin adek buat zoe," sindir arie.
"Mama Arie apa sih, Karina cuma tanya aja."
Mereka bertiga pun tergelak melihat wajah karina yang merah padam karena malu.
"Mama dulu waktu habis lahiran kamu sih tiga bulan baru berani, kata papa sih sebenarnya nggak apa-apa setelah nifas langsung gas, cuma mama waktu itu masih belum nyaman," jawab Siska.
Karina manggut-manggut mendengarkan.
"Kalau Mama Arie?" tanya karina.
"Kalau mama lama Rin, soalnya waktu itu mama kecelakaan jadi nunggu pulih dulu ada kali, delapan bulan baru makan pisang," jawab arie sambil mengenang masa-masa dulu.
"Lama ya delapan bulan. Pisang papa ga jamuran Ma, nganggur segitu lamanya," seloroh cleo.
"Hus kamu C, pisang papa tuh anti karat, anti jamur dan rayap. Kan di gosok tiap hari pake sabun," tukas arie.
"Licin dong Mba," sahut siska.
Keempatnya pun tertawa lepas. Membayangkannya betapa kinclongnya pisang yang di gosok sabun.
Haduh emak-emak kalau udah ngobrolin 🍌🤣
"Kamu bisa konsultasi ke dokter kandungan untuk hal ini. Karena memang tiap wanita berbeda-beda Sayang," ucap arie setelah meredakan tawanya.
"Tanya papa aja gimana?"
"Malu ah kalau tanya sama papa, besok mau ke dokter aja deh. Kak cleo mau nemenin aku kan?" tanya karina penuh harap.
"Nggak gratis lho ya," jawab cleo.
"Tenang aja abis ke dokter kita shopping gimana?"
"Ih shopping ogah, aku mau jajan."
"Apa aja deh terserah Kak cleo penting kita besok pergi ke dokter."
"Siaplah, Hoam ... kalau begitu aku tidur dulu." Karina bangkit dari duduknya.
"Ma aku juga tidur dulu ya."
"Selamat malam Mama- mama cantik," ujar cleo dan karina hampir bersamaan.
__ADS_1
Keduanya pun keluar dari ruangan itu. Meninggalkan dua wanita paruh baya yang sedang keasikan melihat wajah idola mereka. Mumpung bebas katanya, jika di rumah dan ketahuan melihat laki-laki lain apalagi sampai mengelu-elukan ketampannya, suami mereka bisa ngambek seharian. Maklum saja mereka sudah bucin tingkat dewa dan tidak ada obatnya.
Ceklek.
Karina membuka pintu kamar dan mendorongnya dengan perlahan. Ia kemudian melangkah menghampiri eldric yang sedang duduk berselonjor di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Sayang," panggil karina manja.
"Hem," jawab eldric sambil terus memainkan ponselnya.
Merasa tidak diperhatikan Karina naik ke atas tempat tidur kemudian duduk di paha suaminya. Karina mengambil paksa ponsel eldric lalu meletakkannya di nakas.
"Istrimu di sini kenapa masih lihat ponsel!" keluh karina, ia berkacak pinggang sambil menatap tajam pada eldric.
Eldric tersenyum, ia kemudian meraih pinggang istrinya. Karina meletakkan kepalanya di dada eldric.
"Sudah selesai nontonnya?" tanya el sambil mengusap lembut surai hitam milik istrinya.
Karina hanya mengangguk, ia menyusupkan dirinya semakin dalam pada pelukan eldric.
"Bersihkan dirimu dulu kemudian tidurlah ini sudah larut."
"Capek," sahut karina manja sambil menggelengkan kepalanya.
Eldric mengeser kakinya hingga ke tepian ranjang. Ia perlahan turun dengan mengendong karina seperti koala, dengan langkah lebar el membawa karina ke kamar mandi.
Dengan telaten ia membantu sang istri untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Setelah itu ia membawa karina ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan gaun tidur.
"Kak cleo benar, aku sungguh beruntung menjadi istrimu," ucap karina dengan menatap wajah tampan eldric dari kaca.
Suaminya itu sedang membantunya menyisir rambutnya yang panjang.
"Cantik, manis dan kekanak-kanakan?" imbuh karina.
"Tapi aku cinta."
Cup
Sebuah kecupan manis mendarat di pipi karina yang merona.
"Karena suamiku sangat mencintaiku dan selalu membuat aku bahagia, malam ini aku akan memijat Anda, bagaimana? Apakah Tuan eldric bersedia?" ucap karina sambil menggerlingkan matanya nakal.
"Sebuah kehormatan jika Nyonya Hugo bersedia untuk memijat saya." Eldric sedikit membungkuk untuk mengecup punggung tangan istrinya.
Karina tergelak, ia kemudian bangkit dari duduknya. Dengan bergelayut manja di lengan el keduanya berjalan beriringan menuju peraduan cinta mereka.
Eldric duduk di tepi ranjang, sementara Karina berdiri dengan bertumpu pada kedua lututnya di belakang el. Tangan kecilnya mulai memijat bahu el yang keras.
"Apakah nyaman Tuan?"
"Hem, sangat nyaman rupanya Nyonya Hugo sangat pandai dalam memijat," puji eldric.
"Selain bahu mana lagi yang mau ku pijat Tuan?" tanya karina dengan suaranya yang lembut.
"Tolong pijat leherku."
__ADS_1
"Baik Tuan."
Karina pun menaikkan kedua tangannya untuk memijat leher kekar eldric.
"Sangat nyaman Honey," ujar eldric dengan matanya yang terpejam, menikmati pijatan lembut istrinya.
"Sayang mana lagi," bisik karina di belakang telinga eldric.
Hembuskan nafas hangatnya membuat eldric meremang.
"Kau sudah melakukannya dengan sangat baik, sekarang giliran ku yang akan menyenangkan Nyonya Hugo."
Eldric bangkit dari duduknya, ia berbalik kemudian sedikit mendorong tubuh Karina, hingga wanita itu jatuh terlentang di atas ranjang. Eldric mengungkungnya.
"Apa Nyonya bersedia?"
"Untuk?"
"Untuk menerima pembayaran pijatan Nyonya dengan sentuhan lain. Maafkan laki-laki malang seperti aku yang tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikan Nyonya," ucap eldric dengan semakin mendekatkan wajahnya.
"Dengan senang hati Tuan."
Karina mengalungkan tangannya di leher suaminya. Ia mengambil inspirasi untuk mencium bibir tebal eldric terlebih dahulu.
Ciuman yang terasa lembut dan hangat, tangan eldric perlahan menyusup kebelakang leher Karina. Semakin lama semakin panas, lidah kedua menari dalam satu irama.
Suara decakan memenuhi ruangan itu, tangan el pun tidak tinggal diam. Dengan nakalnya ia mulai menyusup ke dalam gaun tidur karina. Mengusap lembut perut Karina yang sudah tak lagi buncit.
Keduanya semakin larut dalam panasnya pergumulan tanpa penyatuan. Ciuman el sudah turun ke dua squshy yang tak lagi kecil. menyesap dan memainkan ujung dengan lidahnya
"Oek ...!" zoe menangis kencang.
Eldric segera melepaskan ujung squshy dari mulutnya. Ia kemudian merapikan gaun karina yang berantakan karena ulahnya.
"Dia selalu tahu saat aku melakukan ini," keluh eldric.
"Sabar ya Sayang," ucap karina sambil mengusap lembut pipi suaminya.
"Oek ...!"
"Oke daddy coming princess!" seru eldric, ia kemudian beranjak turun dari ats tubuh istrinya.
Eldric berjalan ke box bayi kemudian segera mengendong zoe.
"Apa kau haus princess?"
Eldric melangkah kembali mendekati Karina, ia kemudian memberikan zoe pada mommy-nya.
"Uh Sayangnya mommy, mau ***** ya."
Karina mulai mengeluarkan satu botol gantung miliknya untuk menyusui o, bayi itu pun langsung melahap ujung botol gantung ibunya.
"Pelan-pelan Zoe, daddy tidak akan merebutnya dari mu."
"Setidaknya sekarang," imbuh eldric.
__ADS_1
"Daddy mesum."
"Mesum hanya sama kamu," ujar eldric lalu mencium pipi istrinya.