Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
Kostum


__ADS_3

Eldric sedang menemui kliennya saat joe melaporkan adanya tamu yang menemui sang istri. Sang asisten memberitahu agar tuannya memeriksa ponselnya. Eldric segera membuka ponsel miliknya untuk memeriksa cctv di mansion. Matanya terbelalak melihat dua orang wanita yang dengan angkuh berjalan di mansion.


"Setelah kedatangan mereka Nyonya tidak keluar kamar sama sekali, Tuan," imbuh Joe.


"Sial, kenapa kalian membiarkan mereka masuk!" bentak Eldric.


Dua orang klien mereka pun terkejut dengan Eldric yang tiba-tiba gusar seperti itu.


"Nyonya sendiri yang mempersilahkan kedua untuk masuk," jawab Joe singkat.


Eldric kembali menyimpan ponselnya, ia kemudian bangkit dari duduknya.


"Maaf Tuan-Tuan seperti pertemuan kita kali ini cukup sampai di sini." Eldric segera pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.


Dengan langkah lebarnya ia segera menuju parkir mobil. Joe bergegas membukakan pintu untuk tuannya, setelah itu ia sendiri segera masuk di kursi kemudi.


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan cepat. Eldric terus memeriksa layar ponselnya untuk melihat kondisi di mansionnya. Eldric semakin cemas karena karina masih belum keluar dari kamar mereka. Semua tempat di mansion memang di pasang cctv kecuali kamar, karena itu adalah area pribadi seseorang.


"Lebih cepat Joe! kau mengemudi seperti siput!" bentaknya sambil menendang kursi kemudi.


"Baik Tuan."


Joe menambah kecepatan mobilnya, hingga tak berapa lama akhirnya mereka sampai di mansion. Dengan kecepatan tinggi Joe menerabas beberapa lampu merah, entah berapa surat tilang yang akan mereka terima karena itu.


Setelah mobil berhenti sempurna di depan mansion, Eldric segera bergegas turun tanpa menunggu Joe membuka pintu untuknya. Dengan langkah lebar ia segera melangkah masuk. Namun, langkahnya terhenti saat melihat baju yang di pakai para penjaga yang berdiri di samping pintu.


"Apa yang kalian pakai?!"


"Ini perintah Nyonya Tuan," jawab salah satu penjaga singkat.


Eldric menggelengkan kepalanya, ia memijit batang hidungnya.


"Apa kalian memakai baju seperti kalian berdua?"


"Tidak Tuan, sepertinya kami di berikan baju yang berbeda-beda."


"Baguslah, tetap pakai ini seperti permintaan istriku. Akan aku berikan bonus untuk bulan ini."


"Terima kasih Tuan."


Eldric kembali melangkahkan kakinya masuk, ia bergegas menuju kamarnya. Ia berusaha membuka pintu kamarnya yang ternyata di kunci dari dalam.


Tok ...tok ...


"Honey, buka pintunya Sayang!" Eldric terus memanggil istrinya sambil terus mengetuk pintu kamar.


"Honey!" teriaknya tidak sabar.

__ADS_1


Eldric mengedor pintunya lebih keras, ia takut sang istri merasa sedih. Ia tidak bisa membiarkannya seperti ini. Dengan kasar Eldric mengetuk pintunya.


"Karina, buka pintunya atau aku dobrak!" pekiknya.


Tak lama akhirnya pintu itu akhirnya terbuka. Bukan oleh istrinya melainkan si sepupu bawelnya, Levina. Eldric menatap tajam pada wanita yang ada di hadapannya.


"Berisik sekali sih, Dasar bapak-bapak. Apa kamu nggak tau aku sedang konsentrasi penuh di sini!" protesnya pada Eldric.


"Minggir!"


Eldric menerobos masuk begitu saja, tanpa memperdulikan ocehan sepupunya. Eldric mengedarkan pandangannya. Namun, ia tak menemukan istrinya sana.


"Karin ada di walking closed!" seru Levina.


Eldric berdecak, ia segera melangkahkan kakinya menuju walking closed yang ada di kamarnya. Eldric bernafas lega saat melihat istrinya duduk di sofa meja rias. Wanita cantik itu sedang merapikan rambutnya yang ditata sedemikian rupa.


"Honey," panggil Eldric lembut.


Merasa namanya dipanggil karina pun menoleh, ia tersenyum manis saat mendapati suaminya melangkah mendekatinya. Karina bangkit dari duduknya, ia merentangkan kedua tangannya menyambut sang suami.


Eldric memeluk erat tubuh mungil istrinya.


"Tumben jam segini sudah pulang?" tanya karina, ia kemudian melonggarkan pelukannya.


"Apa kau tidak apa-apa Honey? apa kau terluka?" tanya eldric cemas, ia membolak-balikkan tubuh istrinya.


"Kau baru saja kedatangan dua wanita itu. Bagaimana aku bisa tenang, hem." Eldric kembali merengkuh tubuh karina.


"Jangan khawatir Suamiku, istrimu ini tidak selemah itu."


Karina tersenyum kecil, ia merasa senang suaminya itu begitu mengkhawatirkannya.


Eldric melepaskan pelukannya, ia melangkah mundur agar bisa melihat penampilan istrinya lebih jelas. Karina memakai pakaian khas cina dengan tatanan rambut yang menurut Eldric sangat rumit. Karina tersenyum simpul sambil sesekali memutar tubuhnya.


"Aku cantikkan," ujar karina memuji dirinya sendiri.



Eldric menggeleng kepala sambil tersenyum. Cantik tentu saja, itu hal yang sudah pasti dan tidak perlu di tanyakan lagi.


"Apa yang kau pakai ini, Honey?"


"Aku jadi hua mulan," ujar Karina dengan pose imutnya.


"Jadi kau mengubah-


"Ya istri kecilmu itu mengubah mansion ini menjadi disney land," potong Levina cepat.

__ADS_1


Eldric dan karina menoleh pada Levina yang berkacak pinggang dengan kostum Belle di film beauty and the beast. Sungguh kontras dengan sikapnya yang bar bar.


Eldric memalingkan wajahnya, menatap sang istri dengan tersenyum.


"Apa kau juga menyiapkan kostum untukku, Honey?" tanya eldric antusias.


"Tentu."


Karina mengambil sebuah kacamata hitam bundar yang ada di meja riasnya, kemudian memakaikannya pada eldric.


"Sempurna!" ucapnya dengan riang.


Eldric mengerut keningnya. Satu kacamata kecil dan istrinya bilang itu sempurna, sesuatu yang tidak masuk akal.


"Kenapa hanya kaca mata ini? apakah tidak ada kostum raja atau pangeran untukku?"


"Tidak Suamiku, kau jadi Terminator. Baju hitam dan bertubuh atletismu, itu sudah cukup. Uh ...kau sangat tampan kalau seperti ini." Karina menguyel pipi suaminya.


"Benarkah?"


Eldric melihat pantulan wajahnya dalam cermin. Ia kemudian tersenyum kecil.


"Aku memang tampan," gumamnya narsis.


Levina menggelengkan kepalanya. Ia memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu, cukup lama rasanya ia menjadi obat nyamuk diantara mereka. Sambil menghentakkan kakinya kesal ia pin pergi ke dapur untuk mengambil minuman.


Joe yang kebetulan sedang di meminum air dingin, langsung menyembur air yang ada di mulutnya, melihat penampilan Levina.


"Apa lihat-lihat!" bentak Levina kesal. Ia melotot tajam pada Joe.


Gadis cantik itu menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di sana dengan kasar. Joe tersenyum kecil, ia kemudian mengambil sebotol air mineral dalam kulkas. Dengan langkah lebar ia berjalan menghampiri Levina.


"Kau mau ini?" Joe menyodorkan minuman itu pada Levina.


"Terima kasih." Levina menyambar botol itu dengan kasar.


Ia segera membukanya, lalu menenggak air kemasan itu sampai tandas.


"Kau cantik seperti ini," ucap Joe tiba-tiba.


Ia kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Levina.


Levina terbatuk-batuk tersedak udara. Tidak mungkin rasanya mendengar ucapan manis keluar dari mulut kanebo kering di sampingnya ini.


"Apa kau sakit? atau hari ini akan turun salju di sini?"


"Kenapa? kau memang cantik," ucapnya lagi sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Diamlah, atau kiamat akan terjadi lebih cepat karena ucapanmu!" sentak levina sambil menutupi wajahnya yang merona. Ia memalingkan wajahnya, levina tidak ingin mantannya itu melihat kedua pipinya yang memerah.


__ADS_2