
Eldric sibuk mengecap bibir istrinya yang sedang duduk manja diatas pangkuannya. Sementara karina mengalungkan tangannya di leher Eldric, dengan tak kalah ganasnya ia membalas ciuman suami matangnya itu. Lidah kedua membelit bermain dalam rongga mulut mereka, suara decakan memenuhi ruangan itu. Eldric melepaskan ciumannya saat merasakan pukulan kecil dari istrinya.
"Kenapa?" Eldric mengusap lembut bibir Karina yang sudah bengkak karena ulahnya.
"Aku kehabisan nafas," jawab karina dengan dadanya yang naik turun.
"Lemah."
Karina memanyunkan bibirnya yang sudah bengkak itu.
"Kau saja yang terlalu rakus, dasar pria mesum."
"Mesum hanya sama kamu." Eldric menarik tangannya yang menyusup di balik rok istrinya.
Karina memutar matanya jengah. Suaminya ini semakin lama semakin mesum, ia bahkan tidak membiarkan kesempatan untuk karina tidur dengan baik di malam hari.
Tanpa berniat merapikan baju yang dipakainya, karina turun dari pangkuan eldric. Namun, tangan kekar sang suami mencegahnya untuk turun.
"Sayang aku lapar," rengek karina manja.
"Aku juga lapar Honey, aku ingin memakanmu sekarang," bisik eldric dengan sensual.
"Ah ... Tapi ini masih siang Sayang."
"Sebentar saja. Apa kau tidak merasa si belut sudah tegang, Honey?"
Melihat wajah suaminya yang begitu memelas membuat karina tidak tega. Sebenarnya ia juga bisa merasakan tonjolan keras yang menusuk bokongnya sedari tadi.
"Janji hanya sebentar."
"Satu kali saja, janji."
"Pelan-pelan," ucap Karina manja.
"As your wish, Honey."
Eldric meraup bibir mungil karina. Memainkan squshy kesukaannya yang squshy kesukaannya. Eldric membuka resleting celana lalu menurunkan sedikit boxernya. Karina menelan salivanya melihat penampakan si belut yang begitu menggoda.
Keduanya pun memulai permainan panas di atas sofa. Suara suara laknat yang begitu indah mulai mengalun merdu memenuhi ruangan itu.
Setelahnya.
"Suamiku, aku capek, lapar" rengek karina setelah mereka melakukan olahraga panas.
"Aku akan membawa makanan kemari."
Eldric mengangkat tubuh mungil istrinya. Mengendongnya ala bridel membawa karina keatas ranjang. Ia menyandarkan punggung istrinya di sandaran ranjang.
"Aku akan segera kembali."
Eldric mengecup kening istrinya yang audah bersimbah peluh. Karina hanya mengangguk pelan, kakinya terasa lemas. Ia sudah seperti tidak punya tenaga lagi, eldric benar-benar tidak memberikan ampun padanya. Kata satu kali yang ia ucapkan hanya omong kosong belaka. Eldric berkali kali memakan Karina hingga membuat wanita hamil itu lemas tak berdaya.
Di dapur.
__ADS_1
Eldric melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil makanan untuk istrinya. Namun, ia dikejutkan dengan kostum yang dipakai Berto.
"Astaga! apa yang kau pakai?" pekik eldric terkejut.
Berto memakai kostum berupa gumpalan putih dengan tangan yang memakai sarung tangan berwarna coklat. Dua mata besar, dan gigi besar yang ada diatas kepalanya. Dua jambul yang nangkring diatas kepalanya.
"Saya Olaf Tuan," jawab Berto sambil terus mengaduk panci yang ada di hadapannya.
Eldric menggelengkan kepalanya. Melihat wajah berto yang begitu pasrah dan datar sesungguhnya Eldric juga merasa tidak tega. Namun, ia juga tidak bisa berbuat banyak jika itu keinginan istrinya.
"Karina lapar, dia ingin makan sesuatu," ucapnya kemudian mendudukkan dirinya di atas kursi.
"Nyonya meminta saya membuat pansit kuah untuk makan siang," jawab berto datar.
"Hem baiklah."
Setelah beberapa saat akhirnya masakan yang dibuat berto tersaji rapi di atas nampak. Ia juga mengoreng sebagai pangsit untuk variasi menu. Eldric segera membawa makanan itu ke kamarnya, ia takut Karina sudah kelaparan menunggunya.
Benar saja. Karina sudah berkacak pinggang saat Eldric masuk kedalam kamarnya. Eldric menampilkan senyuman paling mempesona miliknya untuk meluluhkan hati istrinya yang sedang kelaparan.
"Enggak usah senyum-senyum. Kamu nggak tau aku kelaparan di sini!" ujarnya sambil melotot tajam pada Eldric.
"Berto harus memasaknya dulu Honey, ini juga baru matang langsung aku bawa kemari."
Eldric melangkahkan kakinya mendekat. Ia kemudian duduk di samping istrinya.
"Aku suapi ya."
"Enggak usah, aku bisa makan sendiri," ketus karina.
"Honey suapin aku dong," rengek Eldric sambil memajukan wajahnya.
"Dih manja."
"Aku juga lapar Sayang, habis gempur kamu
Tenagaku hilang separuh," ujarnya dengan wajah yang dibuat memelas.
Merasa tidak tega Karina pun akhirnya menyuapi sang suami. Keduanya pun menghabiskan dua porsi pangsit dalam sekejap saja, dan itu tidak membuat karina merasa kenyang.
"Sayang aku masih lapar."
"Aku akan menyuruh berto membuatkan pangsit lagi untukmu." Eldric bangkit dari duduknya. Namun, tangannya di cekal oleh sang istri.
"Aku nggak ingin pangsit," rengekannya dengan manja.
"Lalu ingin apa, hem." Eldric mengusap lembut pipi istrinya yang halus.
"Aku ingin beli camilan di minimarket, apa boleh?"
"Tentu saja boleh, Honey. Tapi ganti baju dulu ya."
"Kenapa? apa aku tidak cantik memakai baju seperti ini?" tanya karina sendu.
__ADS_1
"Kau cantik Sayang, sangat cantik. Tapi baju seperti ini akan membuat susah bergerak, ganti dulu ya."
"Gantiin."
"Baik, Tuan Putri."
Karina tersenyum lebar. Eldric segera bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju walking closed untuk mengambil baju ganti Karina. Eldric kembali dengan membawa kaos pendek berwarna putih dan jump suit jeans.
Dengan telaten ia mulai melepaskan baju yang melekat pada tubuh istrinya satu persatu hingga menyisakan penutup pada intinya saja. Jakun Eldric sudah naik turun melihat tubuh istrinya yang semakin seksi, ukuran squshy yang sudah semakin besar dan perut buncitnya membuat eldric semakin terbakar bahkan hanya dengan melihatnya.
"Jangan mesum tadi udah lho!" Karina menyilangkan tangannya di dada menutupi kedua aset kembarnya.
"Icip dikit."
"Aku lapar Sayang, nanti malam saja kalau mau nambah, ok!" tegas karina.
"Ok, akan ku makan kau sampai puas nanti malam," bisik eldric.
Eldric kemudian memakaikan baju pada istrinya lalu melepaskan semua aksesoris yang menempel di rambut istrinya. Setelah itu Karina menggulung rambutnya ke atas.
Keduanya pun pergi ke minimarket terdekat tanpa Joe. Eldric memilih membawa mobil sendiri. Tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah minimarket.
Setelah turun dari mobilnya. Karina segera berlari kecil masuk ke minimarket.
"Astaga bisakah dia biasa saja, gadis itu seperti tidak pernah membeli camilan," Keluh Eldric lirih.
Ia hanya bisa menghela nafasnya melihat sang istri berburu berbagai makanan ringan hingga memenuhi dua keranjang belanjaannya.
"Sayang aku mau ini boleh!" Karina mengapit mukanya dengan dua bungkus makanan ringan.
Eldric hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Karina tersenyum lebar, ia menaruh makanan ringan itu di keranjangnya yang sudah penuh.
Gadis itu kemudian berjalan menghampiri lemari pendingin lalu mengambil camilan melon beku kemudian memeluknya.
"Kau sangat enak, aku berharap bisa memakanmu setiap hari," ucapnya sambil memejamkan mata.
"Lemari es di mansion sudah kau penuhi dengan ini, dan kau masih berkata seperti itu."
"Hehehe .... ini sangat lezat Sayang." jawab Karina sambil menyengir kuda.
Setelah mereka selesai belanja, akhirnya Eldric membawa semua camilan ke kasir untuk membayarnya.
"Wah anaknya imut ya Pak, Sangat cantik," ujar si kasir memuji.
Karina mengatupkan bibirnya menahan tawa. Sementara eldric, pria itu sudah mengeluarkan tanduknya.
"Dia istriku, ada masalah!"
wajah wanita itu langsung pucat menerima tatapan tajam dari pelanggannya.
__ADS_1
Bang lagi melihat wajah istrinya yang imut 🤣🤣