Jerat Cinta Jomblo Karatan

Jerat Cinta Jomblo Karatan
Menyenangkan suami


__ADS_3

Malam ini karina sengaja berdandan cantik untuk suaminya. Untuk pertama kalinya ia memberanikan dirinya memakai baju dinas perkasuran yang tergantung rapi di lemarinya. Setelah menimbang beberapa saat, akhirnya ia memilih baju dinas berwarna merah maroon setelah itu ia memoleskan sedikit bedak dan lipstik merah menyala di bibir mungilnya.


Karina tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Setelah merapikan rambutnya Karina bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan keluar. Dengan langkah seksi karina mendekati suaminya yang sedang menunggunya di atas ranjang sambil memangku laptopnya.


"Sayang, apa sudah selesai?" tanya karina dengan nada yang manja.


"Sebentar lagi," jawab Eldric singkat tanpa menoleh pada bidadari yang sedang berusaha menggodanya.


Karina berdecak kesal. Ia menutup laptop suaminya begitu saja. Seketika eldric mendongakkan wajahnya, ia tersenyum kecil melihat istrinya yang sedang cemberut menatapnya.


Eldric memindahkan laptopnya ke atas nakas, dengan lembut ia menarik tangan mungil istrinya untuk menuntunnya duduk di pangkuannya. Eldric memeluk istrinya yang cemberut dan menghujaninya dengan kecupan manis.


"Kenapa kau memakai pakaian seperti ini hem?" tanya eldric sambil menikmati aroma tubuh karina.


"Aku ingin menyenangkan Suamiku, tapi kau malah sibuk dengan perkerjaanmu." Karina melipat kedua tangannya, moodnya untuk menggoda sudah ambyar karena kesal.


"Kau ingin menyenangkanku?"


"Sekarang tidak, aku sudah tidak merasa ingin melakukannya," ketus karina.


"Istri sedang merajuk rupanya, bagaimana kalau aku membuatmu menginginkannya lagi."


"Apa kau bisa?" tanya karina meremehkan.


Eldric menyeringai licik, ia meraih dagu istrinya kemudian menyatukan bibir mereka. Eldric mel^mat lembut bibir karina yang merah, menyesap dan merasakan manisnya. Lidah Eldric menyusup dengan liarnya mengabsen tiap inci apa yang ada di dalamnya. Karina mengalungkan tangannya, ia juga membalas ciuman suaminya dengan tak kalah beringas.


Tangan eldric tidak tinggal dia, ia menyusup di balik kain tipis yang membalut tubuh istrinya. Memainkan squshy kesukaannya dengan gemas, meremas dan memilin ujungnya. Karina mendes"h menikmati permainan tangan suaminya. Ciuman Eldric mulai turun menyusuri leher jenjang milik istrinya, menyesap dan mengigit kecil meninggalkan tanda kepemilikannya di sana.


Krak.


Dengan tidak sabar ia merobek kain tipis yang menghalangi pandangannya.


"Kenapa di robek? sayang kan."


"Aku akan membelikannya lagi."


Eldric menenggelamkan wajahnya di gundukan squshy favoritnya. Ia menyesap ujung berwarna pink kecoklatan seperti bayi yang sedang kelapangan.


"Sayang ...mohon pelan ..Ah," rengek Karina saat Eldric mulai mengigit kecil ujung squshy miliknya.


"Ini sangat menyenangkan, Honey Aku sudah tidak bisa menahannya."

__ADS_1


Eldric merebahkan tubuh istrinya dengan perlahan. Ia merobek sisa baju dinas yang melekat lalu membuangnya sembarangan. Ia kemudian melepaskan bajunya sendiri hingga tak ada lagi penghalang diantara tubuh polos keduanya.


"Ini sangat besar Suamiku."


Karina mengelus lembut belut listrik yang sudah bangun dan menegang sempurna. Eldric mengerang saat tangan mungil istrinya mengurut belut miliknya.


"Ah ... Honey, aku ingin segera memakanmu!"


Eldric mengungkungnya memerangkap tubuh karina. Dengan kasar ia melahap bibir ranum istrinya, dengan tangannya yang mulai bermain di sarang cacing yang penuh dengan semak. Tubuh Karina menegang, ia merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya. Ia meleng^h panjang saat intinya berkedut penuh kenikmatan.


Eldric melepaskan tautan bibir mereka. Nafas keduanya tersengal, Eldric mencium perut Karina yang terlihat sedikit membuncit.


"Hei, babys. Daddy akan menjenguk kalian."


Dengan perlahan Eldric mengiring belut listrik miliknya untuk masuk kedalam sarang cacing.


Blesh.


Keduanya mengerang saat si belut sudah masuk dengan sempurna. Eldric mulai mengerakkan tubuhnya naik turun dengan perlahan. Ia tidak mau menyakiti dua janin yang ada dalam kandungan istri.


Karina mende"ah nikmat di bawah kungkungan suaminya. Sesekali ia turut mengerakkan pinggulnya. Gema kenikmatan mengalun merdu di kamar itu, peluh mereka berbaur menjadi satu.


Eldric terus berpacu mengejar puncak kenikmatan yang hampir ia rasakan. Tubuh Karina menegang ia bisa gelombang kenikmatan yang akan menghantam.


"Bersama, sebentar lagi." Eldric memacu dirinya lebih cepat. Hingga mereka merasakan puncaknya di saat bersamaan. Eldric merebahkan tubuhnya di samping istrinya, meraih tubuh polos yang masih bernafas dengan memburu.


"You the best Honey!" eldric mencium wajah istrinya yang masih penuh dengan peluh.


Keduanya saling berpelukan menikmati sisa kehangatan olahraga ranjang yang baru saja mereka selesaikan.


🌞🌞🌞🌞


Eldric mencium bibir istrinya untuk berpamitan, sebelum pergi ke kantor.


"Apa kau yakin tidak ingin ikut, Honey?"


"Tidak, aku ingin bersantai di rumah hari ini. Emh ... suamiku, apa uang di kartu yang kau berikan cukup untuk membelikan baju semua pegawai di sini?" tanya karina ragu.


"Itu lebih dari cukup, Sayang. Kenapa?"


"Aku ingin menganti seragam mereka apa boleh, aku bosan melihat mereka semua memakai warna hitam," keluh karina.

__ADS_1


"Tentu saja, Hon. Lakukan apa yang membuatmu bahagia."


"Terima kasih Suamiku, kau yang terbaik." Karina memeluk suaminya lalu memberikan kecupan di bibirnya yang tebal.


Tak ada lagi rasa malu baginya untuk mencium suaminya di tempat umum. Meskipun banyak penjaga yang melihat mereka, karina sudah terbiasa dengan itu. Mungkin ia sudah tertular kemesuman suaminya.


"Baiklah, aku akan ke kantor, Honey. Jangan terlalu merindukan aku, ok."


"Oh ... Sayang, aku akan memikirkanmu sepanjang hari ini." Karina melepaskan pelukan.


Eldric masuk ke dalam mobil kemudian membuka kaca jendelanya. Karina melepaskan sebuah ciuman jauh yabg di tangkap oleh eldric lalu di tempelkan di dadanya.


Hais ... setiap pagi aku haris menyaksikan drama bucin. Waraskan otakku Tuhan.


"Jalankan mobilnya, Joe."


"Baik, Tuan."


"Da .. Sayang!" teriak karina sambil melambaikan tangannya, sampai mobil suaminya keluar dari pagar depan.


💛💛💛


Karina sedang bersantai di halaman belakang, sambil sibuk memainkan ponselnya, memilih baju yang tepat untuk di pakai para penjaga dan asisten di mansionnya.


"Nyonya ada tamu yang memaksa masuk," ucap Berto dengan wajahnya yang tegang.


"Siapa Paman? apakah ibu mertuaku dan menantu harapannya? suruh saja mereka masuk," jawab karina santai.


"Tapi Nyonya-


"Di sini ada Paman dan penjaga lainnya, cctv juga tersebar di mana-mana. Aku akan baik-baik saja Paman, mereka tidak akan berani menyentuhku," sahut karina meyakinkan.


"Baik, Nyonya."


Berto pun terpaksa mematuhi perintah sang nyonya, meskipun ia tahu eldric akan marah besar kepadanya.


"Silahkan Anda berdua masuk, Nyonya sudah memberikan izin," ucap Berto dengan enggan, ia mempersilakan kedua wanita itu masuk ke mansion.


"Kau tetap sama, anjing yang setia pada tuannya," sindir Helena pada Berto.


"Anda benar Nyonya, karena saya anjing setia maka saya akan melindungi majikan saya dari apapun. Termasuk Anda."

__ADS_1


Helena mengeraskan rahangnya. Tangannya mengepal menahan emosinya.


"Bukan waktunya aku berdebat dengan Anjing sepertimu," tukas Helena kesal.


__ADS_2