
Sudah seminggu cleo dan para mama menginap di mansion eldric. sekarang mereka akan bersiap-siap untuk kembali ke kediaman mereka, karena para papa yang mulai tantrum.
"Ma, kok udah mau pulang aja sih. Karin kan masih pengen sama Mama," rengek karina manja.
"Papa kamu udah mulai uring-uringan di kantor, kalau mama nggak pulang sekarang kasihan orang lain. Mereka kena imbas papa kamu," jawab siska sambil memasukkan bajunya kedalam koper.
"Belum lagi suaminya besan mama tuh, sehari udah nelpon 18 kali ke istrinya tanya kapan pulang. Mama kan nggak enak Rin bawa istri orang lama-lama," imbuh siska lagi.
"Tapikan mama arie sendiri yang mau ikutan," ketus karina.
"Iya sih, ya udah nggak usah sedih gitu. Nanti mama bakalan sering ke sini."
"Janji ya Ma."
"Iya Sayang, mama janji."
Karina membantu mamanya membereskan baju dan beberapa oleh-oleh yang di belinya untuk para asisten rumah tangga. Setelah selesai mereka pun keluar, arie dan cleo sudah menunggu mereka di depan.
Arie memeluk karina kemudian berganti cleo memeluknya. Mata karina berembun, ia sebenarnya tidak rela mereka pulang.
"Enggak usah nangis dong, nanti make up aku luntur kalau ikut nangis ama kamu," celetuk cleo.
"Ish ... Kak cleo ah," rengek karina.
Mereka tertawa bersama. Eldric tersenyum melihat tawa di wajah para wanita itu, ia sudah mulai merasa dekat dengan mereka. Tangan kekarnya melingkar dengan posesif di pinggang karina.
"Mama pulang dulu ya Sayang, ingat jaga kesehatan. Sering-sering telepon mama atau Kakakmu," ucap siska.
"Iya Ma."
"Tante pulang ya Rin, Terima-
Suara dering ponsel memotong ucapan arie. Ia kemudian segera mengambil ponselnya dan mengangkat telepon yang masuk.
"Halo, Sayang."
"...."
"Iya ini juga udah mau berangkat kok."
"...."
"Nanti sore mama udah sampai di rumah kok."
"..."
"Emang aku jin apa bisa cling langsung sampai, udah ah mama mau berangkat. Nggak boleh telepon lagi, kalau mama belum sampai Surabaya."
Arie menutup teleponnya sepihak. Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku besannya, begitu juga cleo tetapi dari kedua orang tuanya cleo banyak belajar tentang kehidupan rumah tangga.
"Kenapa Mbak?" tanya siska dengan usilnya.
"Di suruh ada di rumah dalam 10 menit, emang aku jin apa," gerutu arie.
__ADS_1
"Cie Mama di kangenin papa," goda cleo.
"Iya dong mama kan Sayangnya papa," sahut arie dengan penuh percaya diri.
"Haduh, emak-emak narsis."
"Cepetan berangkat, aku nggak mau di salahin sama suami sipitmu Mbak," tukas siska.
"Eldric nitip anak mama ya, jaga dia dengan baik."
"Baik, Mama tidak perlu khawatir. Aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku," jawab eldric sungguh-sungguh.
"Bye karina, sampai jumpa!"
"Sampai jumpa Kak cleo!" sahut Karina sambil melambaikan tangannya.
Ketiganya sudah naik mobil, dengan di antar baron seperti sebelumnya. Karina dan el melepaskan kepergian para mama dan kakak ipar mereka di depan mansion, sampai mobil yang mereka tumpangi tidak terlihat.
"Ayo masuk Sayang," ajak eldric.
Karina mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia tampak sedih setelah kepergian para mama dan cleo, mansion kembali terasa sepi. Eldric yang melihat istrinya bersedih merasa tidak tega.
"Jangan bersedih Honey." eldric mengecup lembut pucuk rambut istrinya.
"Aku tidak sedih, hanya merasa sepi saja," kilahnya.
"El!" pekik karina saat tubuhnya melayang sesaat.
Eldric mengangkat tubuh mungil istrinya, menggendongnya ala bridel.
"Sepuluh, kau pikir aku kucing apa?!. Lagi pula bahkan belum bisa berjalan bagaimana kau memikirkan untuk hamil lagi." Karina menarik telinga eldric dengan gemasnya.
"Aduh, kau tega Sayang, bagaimana kalau telingaku sampai lepas."
"Tinggal ganti pake telinga kucing!"
"Mommy, aku hanya bercanda," ucap eldric dengan manja.
Eldric mendudukkan istrinya di sofa yang ada di teras belakang. Setelah itu ia pun duduk di samping istrinya. Tangan eldric melingkar di bahu karina, sedikit menariknya agar menyandar di dadanya.
Keduanya menikmati sepoinya angin pagi ini, aroma bunga mawar yang terbawa semilirnya angin begitu menenangkan. Suara gemericik air menambah kesan damai.
"Kau membuat taman yang indah, Honey," ucap eldric dengan sungguh-sungguh. Ia yang dulunya tidak menyukai segala jenis tanaman, kini bisa duduk dan melihatnya seperti ini. Sungguh suatu yang tidak ia bayangkan sebelumnya.
"Sayang, aku ingin ke tempat zack."
Eldric melonggar dekapannya, ia menatap mata karina yang juga menatapnya dengan sendu. Ada kesedihan yang mendalam di sorot matanya.
"Kau ingin ke sana?"
Karina mengangguk cepat.
"Bersiaplah kalau begitu, kita akan membawa zoe juga." eldric mengecup lembut kening istrinya.
__ADS_1
"Terima kasih Sayang."
"Apapun untukmu."
Karina pun segera bersiap juga menyiapkan zoe, begitu pula bagas. Dia tak akan pernah terlupakan. Setelah selesai bersiap mereka pun berangkat.
Karina lurus menatap kedepan, tatapannya seolah kosong. Ada rasa rindu dan sedih yang bercampur aduk di hatinya.
"Are you ok, Honey." eldric menggenggam tangan karina erat.
Karina menoleh, ia memberikan senyum manis yang di paksakan pada eldric.
"Aku tidak apa-apa."
Setelah cukup lama perjalanan akhirnya mereka sampai. Taman yang indah menyambut mereka.
Eldric segera turun lalu membantu istrinya untuk turun. Belum apa-apa mata karina sudah berembun melihat sebuah batu nisan kecil dari kejauhan.
Dengan di tuntun eldric karina berjalan mendekat ke arah batu nisan itu. Karina berjongkok tangannya mengusap lembut batu marmer hitam yang berukir nama pangeran kecilnya.
"Zack, pangeran kecil mommy. Apa kabarmu sayang, maafkan mommy yang batu sempat menemui mu."
Eldric merangkul bahu istrinya yang sudah mulai bergetar, air matanya mulai luruh begitu saja. Padahal ia sudah mencoba untuk tidak menangis.
"Hai zack, kakak mu juga datang." eldric memberikan isyarat pada bagas untuk membawa zoe mendekat.
Eldric mengambil zoe dari gendongan bagas, ia mendekatkan putrinya ke nisan zack.
"Zoe ini zack adik laki-laki mu, kalian lahir di hari yang sama."
Seolah mengerti bayi mungil itu menampakkan senyum manisnya. Eldric kemudian memberikan zoe pada bagas lagi.
Karina mengusap air matanya.
"Tampatmu sangat indah zack, mommy janji akan sering ke sini menemuimu." Karina mulai menaburkan bunga mawar di makam zack.
"Zack sudah tenang Sayang," ucap eldric lembut.
Karina mengangguk. Ia kemudian mengambil nafas dalam, ia berusaha menguatkan dirinya. Zack sudah tenang di sana, kini karina harus fokus pada zoe dan suaminya.
"Sayang terima kasih sudah begitu sabar denganku, aku sadar beberapa waktu ini aku sering menyusahkanmu."
"Apa yang kau katakan Honey, aku tidak pernah merasa kau repotkan."
Eldric mencium kening istrinya. Ia kemudian membantu karina berdiri. Mengajaknya duduk di sebuah bangku yang ada di sana. Keduanya menikmati indahnya halaman rumah zack.
.
.
.
.
__ADS_1
. Yang kepo si Cleo sama naoki. cuss udah launching ya 🥰🥰🥰🥰