Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 99


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, dan kini Sherly baru bisa mulai bekerja kembali. Saat dia baru datang ke kantor, dia sudah mendapatkan tatapan tajam dari bosnya. Sherly yang awalnya hanya ijin tiga hari ternyata malah menambah menjadi satu minggu. Bukan hanya pekerjaan kantor saja yang terbengkalai, tetapi masalah bisnis ilegal nya juga ikut terbengkalai. Excel harus menunda transaksi kepada klien, karena Excel belum mendapatkan barang yang diinginkan klien. Semua itu karena Sherly yang libur terlalu lama dan tidak markas sedang tidak memiliki barang yang hendak mereka jual.


"Bagus ya, ijin tiga hari molor jadi satu minggu," sindir Excel.


"Maaf Tuan, saya salah. Kami baru saja pindah rumah dan ternyata tidak cukup dengan waktu tiga hari untuk menyiapkan semua," jelas Sherly.


"Gara-gara kamu libur lama, aku harus pontang-panting mengerjakan semua pekerjaanku sendiri. Bahkan bisnis kita pun harus tertunda gara-gara tidak ada stok di markas. Sekarang kamu harus mencari barang yang sesuai dengan permintaan klien sudah harus ada. Aku tidak mau tahu bagaimana caranya kamu harus segera mendapatkannya!" perintah Excel dengan ketus.


"Baik Tuan nanti akan saya carikan. sekarang saya ingin menyelesaikan tugas kantor terlebih dahulu," ucap Sherly.


Saat ini Excel hanya bisa menahan amarahnya. Keadaan sudah berubah dan saat ini Sherly juga telah memiliki keluarga. Excel sendiri tidak tahu mengapa Sherly dan Kaisar bisa menikah. Padahal sejauh ini Sherly tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain.


Hingga waktu istirahat makan siang tiba, Sherly masih berkutat di atas meja kerjanya. Pekerjaan yang ia tinggalkan beberapa hari ini ternyata masih utuh. Belum lagi dokumen-dokumen milik Excel yang harus dia periksa kembali. Sherly hanya bisa menari nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan. Sherly mengira saat dia izin cuti tugasnya ada yang membantu mengerjakannya. Nyatanya masih utuh.


"Kapan siapnya kalau seperti ini?" tanya Sherly pada diri sendiri.


Saat itu juga ponsel Sherly berdering. sebuah nama Kaisar mengambang di layar ponselnya. Sherly yang sudah membuat janji kepada Kaisar untuk makan siang di luar ternyata sudah ditunggu Kaisar di sebuah restoran.


"Maaf Kai, aku tidak bisa makan siang di luar. Tugasku masih banyak," kata Sherly.


Dari balik ponsel kaisar rasa geram. Baru juga masuk kerja sudah diberikan pekerjaan yang menumpuk. Bos macam apa seperti itu? sepertinya kayak saya harus menyayangi Sherly dan memaksanya untuk makan siang terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ya sudah kamu tunggu saja di situ aku akan ke sana!" kata kaisar dari balik ponselnya lalu segera mematikan panggilan tersebut.


Sherly hanya menetapkan ponselnya. Dia tidak tahu apa yang akan Kaisar nanti. Semoga saja kaisar masih bisa menjaga kewarasannya nanti saat bertemu dengan Excel.


"Kaisar ... Kaisar." Sherly hanya menghilangkan kepalanya. Entah mengapa Sherly bisa menikah dengan Kaisar. Selain permintaan dari Vie, Sherly juga ingin menjalani hidupnya secara normal. Dia juga sudah lelah menjalani pekerjaan ini, tetapi semua ini dilakukan demi tanggung jawabnya.


Tak menunggu lama kaisar sudah mengetuk pintu ruangan dengan menenteng dua paper bag.


"Kamu cepat sekali sampai sini?" tanya Sherly, mengingat kantor mereka sangat jauh jaraknya.


"Aku tadi menunggumu di restoran dekat sini, tetapi nyatanya kamu tidak bisa datang. Ya sudah aku bungkusan saja makanan untuk makan siang mu," kata Kaisar.


Untuk sesaat kak Sherly meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Kaisar yang sudah duduk di sebuah sofa. Tangan Kaisar dengan lincah mengeluarkan isi dari paper bag tersebut.


"Iya ... iya. Bawal banget sih," sahut Sherly.


Tidak berapa lama pintu ruangan Sherly. Terlihat sangat jelas sosok Excel berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya di atas dada.


"Kamu dari perusahaan sebelah mengapa bisa sampai di sini?" tanya Excel dengan ketus.


Kaisar hanya mengembangkan senyumnya saat wajah Excel. "Mungkin anda lupa Tuan, sekarang saya adalah suami Sherly. Jadi mengapa saya datang ke sini, ya karena saya ingin menjenguk istri saya," timpal Kaisar.

__ADS_1


"Lagi pula ini adalah waktu jam makan siang, jadi kedatangan saya tidak mengganggu pekerjaan Sherly, bukan begitu?" tanya Kaisar kemudian.


Dengan menahan rasa kesal Excel berkata, " Sudahlah terserah kalian saja! Tapi awas jangan melakukan macam-macam di kantor ini. Aku tidak mau kantor ini kalian jadikan hotel!" ketus Excel kemudian berlalu meninggalkan mereka.


"Sepertinya tadi malam bos kamu tidak mendapatkan jatah penerbangan, makanya hawanya sensi melihat kebersamaan kita," ujar Kaisar sambil tertawa pelan.


"Sok tahu kamu!" timpal Sherly.


"Bukan sok tahu. Tapi memang seperti itu kenyataan. Aku sudah lama bekerja dengan bos ku, makanya aku hafal ciri-ciri orang yang sedang dalam masa pemblokiran," balas Kaisar.


"Termasuk kamu juga dong?" tanya Sherly.


"Tidak juga! Karena saat pemblokiran nanti, ada jalan alternatif untuk pelepasan ro.ket meskipun jalanya tidak terlalu enak, tetapi setidaknya ro.ket masih bisa mengudara."


Kaisar tertawa saat membayangkan ucapan sendiri, di mana tangan Sherly akan memanjakan ro.ketnya.


.


.


.

__ADS_1


🌼 Bersambung 🌼


__ADS_2