Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 91


__ADS_3

Sesuai dengan perintah Excel, Daisy mulai rajin untuk menyetok ASI untuk anaknya karena tidak mungkin malam-malam saat kedua anaknya menangis para baby sitter akan mengetuk pintu kamarnya.


Excel hanya melihat pergerakan tangan Daisy yang sedang memompa ASI-nya.


"Perlu bantuan?" tanya Excel.


"Tidak perlu! yang ada nanti pekerjaanku tidak akan cepat selesai," ketus Daisy.


Excel hanya menertawakan jawaban dari istrinya. memang benar Excel menawarkan bantuan karena dia merasa tergiur untuk menyentuh benda itu. Benda yang terlihatnya semakin membesar dan semakin kenyal. Andaikan benda itu tidak sedang mengeluarkan ASI, mungkin Excel akan memainkan benda itu.


Excel menautkan alisnya saat melihat ponselnya. beberapa panggilan tak terjawab Dan beberapa pesan dari Sherly. matanya membulat saat dia membaca pesan dari Sherly yang mengatakan bahwa senjata yang telah dicuri telah ditemukan. Saat ini markas sedang diserang oleh beberapa orang, tetapi Sherly dan anak buahnya mampu melumpuhkan mereka.


"Hilang satu masalah timbul lagi masalah," gerutu Excel.


"Kamu ngomong apa sayang?" tanya Daisy yang masih mendengar ucapan Excel.

__ADS_1


"Tidak ada. Hanya ada pekerjaan kecil di kantor. Oh iya, sepertinya aku harus terserah membereskannya," ucap Excel.


Daisy tidak bisa melarang apapun yang dikerjakan oleh Excel, karena dia tahu Excel adalah pekerja keras. Bahkan saat ini Daisy tidak lagi mencurigai Excel bermain dengan wanita lain, sebab dia tahu cinta Excel hanya untuk dirinya setelah Excel memberikan sebuah jepit kecil miliknya dahulu. Excel masih menyimpan jepit kecil milik, meskipun Excel tidak menunjukkan kepada dirinya sampai saat ini. Daisy hanya tidak sengaja membuka laci dan menemukan sebuah kota kecil yang berisi jepit rambut miliknya.


"Apaun pekerjaan kamu kamu harus tetap hati-hati. aku takut kamu pulang akan terluka lagi," pesan Dausy sebelum Excel meninggalkan dirinya.


"Kamu tenang saja, setelah pekerjaan itu selesai aku pastikan akan segera pulang." Sebelum abadi Excel memberikan sebuah kecu.pan di kepala Daisy sebagai rasa cintanya.


.


.


sesampainya Excel di markas dia tidak menemukan keberadaan Sherly. Salah satu anak buahnya mengatakan jika saat ini Sherly sedang berdua dengan seorang laki-laki asing di belakang markas. Entah apa yang Sherly lakukan di sana.


"Laki-laki asing?" cicit Excel.

__ADS_1


Excel merasa penasaran dengan laki-laki asing yang dimaksud oleh anak buahnya tadi. Selama ini Sherly tidak pernah membawa orang asing ke markasnya. "Siapa dia?" batin Excel.


karena saking penasarannya Excel segera menuju tempat yang dikatakan oleh anak. Tepat saat Excel menyembul dari balik tembok, matanya harus disuguhi dengan pemandangan liar.


"Kalian!" bentak Excel.


Sherly segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Kaisar sambil mengelap bibir basahnya. Sherly yang terbawa suasana, tiba-tiba dia begitu mudahnya terlena saat Kaisar ingin membuktikan perasaannya. Meskipun keduanya tidak sama-sama pandai, Tetapi keduanya terus saling mengganggu. Hingga akhirnya rasa itu ingin lagi dan lagi.


"Bisa-bisanya di saat genting seperti ini kalian malah cium.an di belakang markas!" bentak Excel lagi.


.


.


.

__ADS_1


...🌼 BERSAMBUNG 🌼...


__ADS_2