
Selama Arathorn masih berada di rumah sakit, Excel melarang keras Daisy untuk menjenguk tanpa persetujuan darinya. Excel masih tidak tahu bagaimana jalan pikiran Daisy yang ia anggap bodoh. Harusnya Daisy senang jika Daddy-nya bisa mendapatkan karma atas perbuatannya dimasa silam.
20 tahun yang lalu
Mishelle adalah sahabat dekat dari Laluna, ibu Daisy. Pada suatu hari Mishelle datang dengan memohon penuh agar dia bisa tinggal di rumah Laluna, karena telah diusir oleh orang tuanya.
Laluna yang tidak tega melihat sahabatnya dalam kesusahan segera mengijinkan Mishelle untuk tinggal bersama.
Hari berlalu hari. Michelle sudah terasa nyaman tinggal di rumah mewah dengan segala fasilitas yang ada. Pikiran gelap saat dia bisa melihat sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia, apalagi sosok Arathorn yang sebenarnya sudah mampu menggoyahkan pendirian.
"Mas, aku saja yang mengantar Sysi ke sekolah sambil berangkat ke butik," ucap ibu Daisy.
"Baiklah aku juga akan segera berangkat ke kantor."
Tiba-tiba saja hati Michelle merasa iri melihat Laluna yang selalu diberikan kebebasan dengan fasilitas yang ada. Dari mobil mewah, kartu penggesek uang yang tidak akan ada habisnya, lalu anak yang melengkapi rumah tangganya.
Setelah kepergian Laluna, Mishelle pura-pura keseleo dan berteriak kesakitan agar bisa mengalihkan pandangan Arathorn.
"Kamu kenapa?" Arathorn segera berlari kearah Mishelle yang masih berada di anak tangga.
"Aduh Mas, kakiku sepertinya keseleo. Aduh, sakit," rin.tih Michelle.
Arathorn yang merasa kasihan segera membantu Michelle untuk ke kamar. Karena tidak tega melihat Mishelle merasa kesakitan Arathorn memijat kaki Mishelle.
Mishelle tersenyum puas. Jebakan pertamanya berjalan dengan lancar. Itu adalah pertanda baik.
"Makasih ya Mas," ucap Mishelle manja. Tangan Mishelle memegang tangan Arathorn yang masih memijat kakinya.
__ADS_1
Arathorn terkejut, matanya segera menatap Mishelle. Mulutnya ingin memprotes, tetapi senyum indah yang melengkung di bibir Michelle membuat Arathorn mengurungkan niatnya.
Tangan Mishelle sudah menjalar ke dada Arathorn. Lelaki itu hanya bisa memejamkan mata saat sentuhan tangan Mishelle membelai dadanya.
Sudah tiga hari dia menahan hasratnya karena sedang ada portal palang merah.
"Mas ...," lirih Mishelle dengan tatapan menggoda.
Mishelle yang melihat Arathorn tidak menolak sentuhan semakin memberanikan diri untuk menge.cup bibir Arathorn.
Awalnya Arathorn terdiam, tetapi lidah Mishelle sudah masuk kedalam rongga mulutnya dan membangkitkan sesuatu dibawa sana. Arathorn masih memejamkan matanya hingga dia sudah tidak tahan lagi untuk menjamah wanita yang bukan istrinya.
Dengan senang hati Michelle menuntun Arathorn untuk menjamahnya. Karena Mishelle yang masih tersegel Arathorn mengalami kesulitan untuk masuk.
Sejak saat itulah hubungan cinta terlarang itu tumbuh hingga suatu saat Bibi Liu memergoki keduanya saling ber.cinta saat Laluna sedang berada di butik.
********
Excel yang baru saja pulang dari kantor hanya bisa membuang kasar nafasnya, lalu memberi isyarat agar para pengawal membubarkan diri.
"Besok ya," kata Excel.
"Besok kapan? kamu hanya terus mengatakan besok tapi tak pernah di tepati. Jika kamu masih ingin tidak mengijinkan ku, baiklah aku akan pergi sendiri." Daisy berlalu meninggalkan Excel.
"Syi ... tunggu!" teriak Excel.
Daisy mengacuhkan panggilan Excel. Saat ini dirinya sudah muak. Excel hanya terus berjanji tanpa ingin menempati.
__ADS_1
"Sysi, sayang. Tolong dengarkan aku. Aku akan mengantarmu besok, oke. Sekarang kamu masuk! angin malam tidak baik untuk ibu hamil."
Daisy menautkankan alisnya. Apakah pendengarannya salah. Sekilas dia mendengar Excel mengucapkan kata sayang.
"Tadi kamu bilang apa?" tanya Daisy yang penasaran
"Aku bilang besok saja ke rumah Daddy-mu."
"Bukan yang itu!"
"Yang mana?"
"Ah sudahlah," Daisy sedikit ngambek.
Terlalu bermimpi jika Excel bisa mengatakan kata sayang untuk dirinya.
.
.
.
☕ Bersambung ☕
Aku up lagi, awas kalau kalian gak ada jejaknya!!
Yang ngaku reader setia, ramaikan dong chat story dari dubber kece PIMOY. Awas kalau gak mampir 🔪🔪
__ADS_1
Judulnya My Secret Angel