Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 104


__ADS_3

"Yakin? Ya sudah mulai malam ini kamu tidak usah tidur kamar!" ketus Vie, kemudian berlalu meninggalkan kedua lelaki itu.


"Eh, mana bisa seperti itu Pak. Aku mana mau bertukar istri. Lagian masih menang Sherly ke mana-mana istri anda!" protes Kaisar.


"Bodoh! Siapa juga yang mau bertukar istri. Gila kamu ya! Mana bisa kamu mengimbangi istri ku." Dirga pun kemudian meninggalkan Kaisar.


"Dasar pasangan suami istri yang aneh!" gerutu Kaisar.


Kaisar terus berjuang agar pekerjaannya cepat selesai. Pulang secepatnya adalah harapan Kaisar saat ini. Namun, sebelumnya Kaisar telah mengirimkan pesan kepada Sherly bahwa kemungkinan dia akan pulang telat.


"Gini amat punya nasib," gerutu Kaisar


...~~~...


Terpaksa Sherly tidak memasak karena Kaisar mengatakan bahwa dia akan lembur. Itu artinya dia tidak akan makan di rumah. Sherly hanya memesan makanan via online. Semenjak menikah dengan Kaisar, Sherly selalu menyiapkan makanan dari hasil olahannya sendiri. Bukan hanya bisa dalam urusan bisnis, tetapi Sherly juga pandai dalam urusan masak memasak. Terbukti setelah menikah Kaisar, dia selalu menyiapkan makanan untuk Kaisar. Namun, berhubung malam ini Kaisar tidak pulang Sherly memilih untuk memesan makanan saja.


Bel rumah berbunyi. Sherly sudah yakin jika itu adalah driver yang mengantarkan makanan untuknya. Setelah dibuka Sherly merasa sangat terkejut dengan sosok yang muncul di hadapannya.

__ADS_1


"Loh, katanya lembur?" tanya Sherly terkejut.


"Iya. Tapi aku mau kerja di rumah aja. Di kantor cepet nggak ada yang dilihatin, kalau di rumah kan bisa lihatin kamu," jawab Kaisar.


Meskipun tidak mungkin, tetapi Kaisar merasa was-was akan ucapan bosnya yang akan meniduri Sherly.


"Kai, kamu udah makan belum? Aku gak masak loh, cuma pesan makanan di luar aja," ucap Sherly.


"Aku belum makan dan rencananya juga mau makan, tapi makan kamu."


"Aku dua rius lho, Sher," balas Kaisar.


Meskipun kaisar tidak memiliki kemampuan lebih tetapi saat berada di dekat Kaisar, Sherly benar-benar bisa merasa nyaman. Padahal jika bisa memilih Sherly bisa mencari lelaki yang sepadan dengan dirinya. Bukan tidak ada, tetapi hanya Sherly saja yang tidak mau.


Malam ini Kaisar mengerjakan tugasnya di dalam kamar. Dia juga melihat bahwa Sherly sudah tertidur pulas. Sebenarnya kaisar ingin menyuruh Sherly untuk resign, tetapi kaisar sudah pernah mendapatkan jawaban dari Sherly. Apa boleh buat saat ini Kaisar hanya mengikuti harusnya saja. Sepertinya kaisar harus segera menumbuhkan kecebongnya di rahim Sherly agar Sherly mau berhenti bekerja. Maka dari itu Kaisar harus bekerja keras agar kecebongnya segera berkembang biak yaitu dengan cara melepaskan kecebongnya setiap malam.


"Gimana mau ngeluarin para kecebong, kalau tugas aja nggak kelar-kelar," gerutu Kaisar.

__ADS_1


Sesekali Kaisar menguap menahan kantuknya. bahkan kopi di cangkirnya pun sudah habis. Saat melihat jam dinding, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari dan pekerjaan Kaisar belum juga selesai. Kaisar hanya memijat batang hidungnya karena kepalanya sedikit terasa pusing.


Rasanya enak sekali menyudahi pekerjaannya, tetapi apa kata Dirga besok pagi. Yang ada dia akan semakin marah, meskipun marahnya tidak seberapa tetapi Kaisar tidak ingin memperlihatkan kelemahannya.


Sherly yang merasakan lampu kamar belum dimatikan segera mengerjap. Dia menoleh ke samping tidak ada Kaisar di tempat tidur. Dengan cepat mata Sherly mengedar untuk mencari keberadaan Kaisar. Ternyata kaisar masih berada di tempat yang sama. Sherly pun segera turun untuk menghampiri Kaisar yang ternyata sudah tidur di atas meja kerjanya


"Kai, bangun! pindah sana!" Sherly mengguncangkan tubuh Kaisar agar terbangun. Namun, karena rasa lelah dan rasa kantuk yang menyerang menjadi satu, Kaisar tidak bisa mendengar apa-apa lagi. Dia sudah terlelap dalam tidurnya.


"Ya ampun Kai! bangun napa!"


.


.


.


...😭 bersambung 👏...

__ADS_1


__ADS_2