Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 95


__ADS_3

Tanpa terasa waktu yang telah dinantikan telah tiba. sebuah pernikahan megah yang digelar di salah satu hotel milik Excel. Awalnya kaisar menolak dia ingin menggunakan hotel yang telah disediakan oleh bosnya. Tetapi Excel berisi keras untuk menyiapkan persiapan pernikahan Sherly dengan sebaik mungkin.


Sherly sangat cantik saat menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Bahkan Kaisar sampai tidak mengenali bahwa dia adalah pengantinnya. Dengan didampingi keluarga besar bosnya, Kaisar resmi meminang Sherly di hadapan pak penghulu.


Serahkan kata sah begitu meriah dari para saksi yang turut hadir untuk menyaksikan ijab kabul kaisar dan Sherly. Keduanya merasa sangat bersyukur karena cara berjalan dengan sangat lancar. Keduanya juga hanya tinggal menunggu acara resepsi selesai untuk bisa beristirahat, tak dapat dipungkiri keduanya pun merasa lelah saat berada di atas pelaminan.


Pernikahan yang digelar megah itu dihadiri oleh rekan kerja keduanya. Dirga yang mengundang semua rekan kerjanya begitu juga dengan excel yang tak kalah membawa pasukan rekan kerjanya untuk menyaksikan pernikahan Sherly.


Berita pernikahan Sherly juga diliput oleh media, karena Sherly adalah bagian dari EX grup, yang sangat terkenal.


Beberapa kali Sherly mengeluh kakinya terasa sakit. Kaisar yang ada di samping Sherly beberapa kali memijat kaki Sherly agar rasa sakitnya berkurang.


"Sabar sebentar lagi acara juga sudah selesai. nggak usah khawatir nanti kalau nggak kuat jalan biar aku gendong. Biar kayak yang di film-film itu," goda Kaisar.


Wajah Sherly mendadak terasa panas saat membayangkan jika acara ini telah usai. Yang jelas dia akan tidur satu kamar bersama dengan kaisar meskipun dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan nanti tetapi saat ini benar-benar Sherly merasa jantungnya ndak lepas.


"Kamu pikir kakiku terluka parah? aku hanya merasa pegal saja. tak perlu berlebihan seperti itu!" balas Sherly dengan ketus.

__ADS_1


"Iya ... iya. Aku tahu. Kali aja nanti kalau kamu merasa tidak sanggup berjalan aku siap untuk menggendong mu." Kaisar tertawa kecil. Kaisar pikir Sherly adalah wanita yang dingin, tetapi sejatinya Sherly tetaplah bersama seperti wanita lainnya, yang mudah terbawa perasaan saat sedang dipuji.


Jangan panggil aku kaisar jika aku tidak bisa menjinakkan singa betina. batin Kaisar sambil tersenyum tipis.


Akhirnya acara yang ditunggu oleh keduanya pun telah tiba. Tempat pukul sepuluh malam, acara resepsi pernikahan mereka telah usai. Para tamu undangan juga sudah membubarkan diri. Kini hanya tinggal keluarga Dirga dan juga keluarga Excel.


"Selamat menempuh hidup baru ya Sherly," ucap Daisy.


"Terima kasih, Nona." Sherly membalas dengan sebuah pelukan.


Bukan hanya Sherly dan Daisy yang saling memberikan ucapan selamat, tetapi Daisy juga memberikan selamat kepada Vie. Akhirnya rencana mereka benar-benar terwujud.


"Iya, kamu benar sayang. Sekarang WIR group dan EX group telah mempunyai ikatan. aku harap dengan seperti ini hubungan kita akan semakin baik bukan hanya dalam masalah pekerjaan saja tetapi juga dengan kekeluargaan. Kaisar adalah bagian aset terpenting untuk WIR group, begitu juga dengan Sherly. Dia adalah aset berharga yang dimiliki oleh Ex group. Sepertinya tugas kita sudah siap untuk membimbing Kaisar selama ini. dan untuk selanjutnya biarkan dia berpikir bagaimana caranya untuk menghadapi masalahnya sendiri," jelas Dirga panjang lebar.


"Beres itu bos. terima kasih atas dukungan kalian selama. Tanpa kalian aku tidak akan jadi apa-apa." Dengan penuh haru Kaisar memeluk tubuh Dirga.


Selama ini Dirga telah memperlakukan Kaisar layaknya saudaranya sendiri. Apalagi memperlakukan Kaisar yang seperti anaknya sendiri. Bahkan Vie lebih dekat dengan Kaisar.

__ADS_1


"Kai, selalu ingat akan ucapanku, mengerti!" bisik Vie.


"Siap, bu Bos."


Sesuai dengan ucapan Kaisar, dia tidak mengizinkan Sherly untuk berjalan. Saat ini Kaisar membopong tubuh Sherly ala bridal style. Sherly tidak menolak karena saat ini dia sangat lelah dan anggap untuk berdebat dengan kaisar.


"Pegangan nanti jatuh!" Perintah Kaisar.


Dengan ragu Sherly pun mengalungkan tangannya ke leher Kaisar.


"Gak usah malu-malu, jelek tahu."


.


.


🌼 bersambung 🌼

__ADS_1


Sambung nanti ya guys, lagi sibuk bantuin tetangga. 🙏


__ADS_2