
Daisy merasa heran, sudah dua hari Excel belum juga pulang. Sementara, Sherly selama dua hari ini berada di rumahnya. Jika biasanya Sherly akan selalu mendampingi Excel kemanapun dia pergi, tapi mengapa saat ini Sherly malah berada di rumahnya dan tidak ikut bersama dengan Excel? Semua pertanyaan itu mengganjal di dalam pikirannya, tetapi saat Daisy ingin menanyakan kepada Sherly, wanita itu sudah menghilang begitu saja.
Sherly akan cepat pergi ke kantor dan pulang dalam waktu yang sudah larut. Sebenarnya Daisy tidak tahu mengapa Sherly hanya menumpang tidur di rumahnya.
Pagi ini, Daisy sengaja bangun lebih awal karena dia ingin menanyakan kabar tentang Excel kepada Sherly. Sudah terhitung 3 hari ini Excel juga belum pulang, saat ditanya melalui sambungan telepon Excel mengatakan bahwa pekerjaannya belum siap dan belum bisa pulang. Daisy yang keras kepala, dia tidak percaya begitu saja atas pengakuan dari Excel.
"Sherly," panggil Daisy.
Sherly yang sudah buru-buru hendak berangkat ke kantor tidak bisa mengajak Daisy bercerita lebih lama. Sherly hanya menjawab bahwa pagi ini akan ada rapat penting, dan dia harus bergerak sampai di kantor untuk menggantikan Excel.
Daisy menelan kasar rasa kecewanya. Dia hanya menghembuskan nafas kasarnya dan berdoa semoga Excel baik-baik saja.
"Mina .... " panggil Daisy setengah berteriak. ini adalah kali pertama Daisy menggunakan nada tinggi untuk memanggil pelayan. suasana hatinya sedang tidak bagus, dia ingin meluapkan amarahnya tapi tidak tahu kepada siapa.
"Iya Nona ada apa?" jawab Mina sambil tergopoh untuk menghampiri Daisy.
"Sepertinya aku menginginkan mangga muda, tolong kamu carikan segera dan jangan lama-lama!" perintah Daisy.
Mina menautkan alisnya. Mengapa tiba-tiba Nona-nya meminta mangga muda? apakah dia masih dalam masa ngidam? padahal sewaktu usia kandungannya masih muda, Nona-nya tidak pernah menginginkan sesuatu.
"Baik Nona, akan saya carikan segera."
*****
Di sebuah ruang kerja, Excel baru saja melakukan panggilan video call bersama dengan Daisy. Excel meminta maaf kepada Daisy belum bisa pulang hingga minggu depan. Daisy yang tidak terima akan keputusan Excel langsung segera mematikan sambungan panggilan video tersebut. Hal itu membuat Excel semakin gelisah. Namun, dia tetap harus tetap memulihkan lukanya agar cepat sembuh.
"Baru juga tiga hari sudah seperti tiga tahun saja." Excel membuang kasar nafasnya.
Tidak lama Sherly pun masuk ke dalam ruangan Excel. Dia sudah membawakan bekal sarapan untuk Excel. Makanan dari rumah yang dimasak oleh pelayannya. Excel tidak diizinkan oleh Sherly untuk membeli makanan di luar karena belum sehat. Saat ini Excel harus mendapatkan makanan yang sehat agar cepat sembuh.
__ADS_1
Excel menggerutu, selama tiga hari menu makanannya hanya sayur bening dan ikan gabus, padahal Excel sangat tidak menyukai ikan itu. Dengan tegas Sherly terus membujuk Excel agar menghabiskannya, sebab kata orang dahulu ikan itu terbilang ampuh untuk cepat mengeringkan luka. Terlepas benar atau tidak, Sherly tidak tahu. Semua itu Sherly lakukan agar Excel bisa segera pulang. Karena jika terus berjauhan dengan Daisy dirinya yang akan mendapat musibah. Excel akan terpancing emosi dan akan segera marah jika Sherly melakukan sedikit kesalahan. Belum juga Sherly yang harus dikerjai oleh Excel dengan cara yang sama. Menginginkan sesuatu tetapi hanya sekedar keinginannya saja.
Jam makan siang, Sherly telah meminta izin kepada Excel untuk menemui Kaisar karena ada sesuatu yang harus dia bahas dengan Kaisar. Excel tidak keberatan, asalkan Sherly bisa menjaga diri dalam arti dia tidak boleh jatuh hati kepada kaisar.
"Tenang saja Tuan, saya bisa menjaga diri dengan baik. Bukankah saya sudah sering bertemu dengan klien lainnya? dan lihatlah saya sampai sekarang saya masih bisa menjaga diri saya sendiri." jawaban Sherly membuat Excel hanya nyengir saja.
Excel saat ini belum siap untuk kehilangan Sherly. Jika Sherly jatuh hati pada laki-laki, pasti waktunya akan habis begitu saja dan tidak bisa disuruh sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Ya sudah, jangan lama-lama!" pesan Excel.
"Tenang saja Tuan, jika sudah selesai saya akan segera kembali."
Selama ini Excel telah menganggap Sherly seperti adiknya sendiri. Dia tidak rela jika Sherly terlalu dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Mungkin Excel terlalu egois untuk bisa memiliki Sherly seutuhnya. Bukan dalam arti hubungan perasaan, tetapi masalah kinerja dimiliki oleh Sherly.
Excel hanya bisa memendam rasa kesalnya. Baru tiga hari tidak bisa menyentuh Daisy dia sudah seperti orang gila.
"Sial." Excel meremas kasar rambutnya.
Di sebuah restoran, Kaisar sudah menunggu kedatangan Sherly. Dia sudah tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan wanita itu. Wanita yang hampir membuatnya gila karena terus memikirkannya.
Saat Excel melihat langkah Sherly mulai mendekat, sebisa mungkin Kaisar menetralkan detak jantungnya. Dengan penampilan Sherly yang serba hitam membuat bulu kuduk Kaisar berdiri secara tiba-tiba. Dia hanya bisa menelan kasar ludahnya saja. Ternyata penampilan Sherly tidak sesuai yang dia harapkan.
"Maaf sudah lama menunggu," ucap Sherly dingin.
"Ah, tidak. Aku juga belum lama. Silakan duduk!" Kaisar hendak menarik sebuah kursi untuk, tetapi wanita itu menolaknya. Kaisar hanya bisa mengendikan bahunya. Well ... tidak masalah.
"Cepat katakan apa yang harus kita bahas hari ini!" kaktus Sherly.
"Makan siang dulu! baru kita bahas masalah pekerjaan kita," jawab Kaisar.
__ADS_1
"Baiklah," balas Sherly.
Keduanya pun menikmati makan siang mereka bersama. Sesekali Kaisar mencuri pandang kepada wanita yang ada di depannya saat ini. jika dikatakan wanita memang dia adalah wanita seutuhnya, tetapi dari segi penampilannya Kaisar tidak bisa mengatakan bahwa Sherly adalah perempuan seutuhnya.
"Apa lihat-lihat!" bentak Sherly saat mendapati Kaisar yang diam-diam memperhatikan dirinya.
Kaisar pun segera mengalihkan pandangannya. "Siapa yang melihat-lihat mu? aku hanya melihat pakaianmu saja. Kamu sangat cocok memakai pakaian itu," kilah Kaisar dengan rasa gugup. Sebisa mungkin Kaisar menetralkan detak jantungnya. Semakin ke sini Kaisar semakin tertantang untuk menjinakkan singa betina yang ada di depannya saat ini.
Sherly menatap sini kepada Kaisar halo melanjutkan untuk menghabiskan makanannya. Jika diperhatikan Kaisar memang tampan, tapi sepertinya dia bukanlah tipe lelaki idaman Sherly. Tidak ada yang bisa Sherly banggakan dari sosok Kaisar. Bahkan untuk melindungi dirinya sendiri saja dia tidak bisa lalu bagaimana Kaisar bisa melindunginya?
Selesai makan, mata Kaisar melihat ke arah bibir Sherly yang terdapat sisa makanan. dengan sikap Kaisar mengambil tisu kemudian hendak mengelap. Namun, dengan gerakan cepat Sherly segera menangkis tangan Kaisar.
"Mau apa kamu?" sentak Sherly.
"Astaga ... kamu perempuan ganas sekali!" Kaisar memegangi tangannya yang terasa kebas akibat tepisan kasar dari Sherly.
"Kamu perempuan terbuat dari apa sih?" lanjut Kaisar lagi.
.
.
.
💗 BERSAMBUNG 💗
HALO HALO ... JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN. TERIMA KASIH 🙏
selagi nunggu aku up lagi mampir dulu gih di Karya novel taman aku di bawah ini. jangan lupa mampir ya!
__ADS_1