Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 72


__ADS_3

"Nona, dengarkan saya baik-baik! Sebaiknya malam ini Nona harus tidur di rumah belakang," tegas Sherly.


Daisy masih bingung dengan ucapan Sherly, mengapa tiba-tiba Sherly menyuruhnya untuk tidur di rumah belakang.


"Ada apa? mengapa aku harus tidur di rumah belakang?"


"Nona, tolong anda menurut saja. Ini adalah perintah dari Tuan Excel."


"Excel ... " Daisy membeo.


Tidak ingin banyak bertanya, Daisy mengikuti langkah Sherly untuk menuju rumah belakang. Meskipun Sherly terlihat sangat cantik, tetapi Daisy merasa takut jika Sherly telah mengenakan pakaian serba hitamnya. Apalagi sepatu yang ia kenakan, sudah seperti seorang mafia saja.


Rumah belakang letaknya memang berada di belakang rumah utama, sehingga rumah itu tidak pernah tersorot oleh siapapun kecuali, penghuni rumah ini saja.


Sesampainya di rumah belakang, Adel merasa sangat terkejut akan kedatangan Sherly yang secara tiba-tiba. Bahkan Sherly juga berkata untuk menempatkan Daisy di tempat yang paling aman.


Daisy semakin takut, ketika mengingat kejadian sebelumnya. Apakah karena Excel sedang keluar kota, musuh Excel akan mengincar dirinya saat ini, sehingga Sherly menyembunyikan dirinya di rumah belakang ini?


"Sherly katakan katakan! apa yang akan terjadi nanti? apakah musuh-musuh Excel akan menyerang rumah ini?" tanya Daisy dengan tubuh yang bergemetar, karena dia masih mengingat jelas bagaimana saat dirinya diculik dan terakhir kali saat penembakan itu terjadi.


"Anda tidak perlu khawatir Nona, anda akan aman di sini. Yang penting anda harus menurut, jangan melawan!" tegas Sherly lagi.


Daisy hanya bisa mengganggu. "Baiklah aku akan menurut."


"Satu lagi Nona, jika anda mendengarkan sesuatu, jangan sekali-kali anda keluar untuk melihatnya. Anda harus tetap bersembunyi sampai saya datang untuk menjemput anda kembali!" perintah Sherly.


Setelah memastikan semua telah aman, Sherly baru bisa meninggalkan rumah belakang itu. Sepertinya benar apa yang diucapkan Excel, bahwa Mischelle adalah alat untuk mengecohkan mereka. Sherly bisa mengatakan begitu karena dia sempat melihat gerak-gerik mencurigakan di sepanjang jalan utama menuju rumah Excel.

__ADS_1


Saat ini Sherly juga memastikan para pelayan yang ada di rumah utama untuk tetap berjaga-jaga. Sama seperti amanat sebelumnya, Sherly melarang siapapun untuk keluar dari dalam kamar saat mendengarkan hal-hal yang tidak diinginkan.


"Nona Sherly, apakah akan terjadi peperangan di rumah ini?" tanya Mina yang setengah sadar dari tidurnya.


"Kalian tidak perlu tahu! jika kalian masih menyayangi nyawa kalian, turuti apa yang aku katakan tadi!" tegas Sherly.


Melihat wajah Sherly yang sangat serius membuat para pelayan merasa ketakutan. Mereka yakin bahwa setelah ini akan terjadi pertempuran hebat di rumah ini. Tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, semua para pelayan segera masuk ke dalam kamar dan berharap hal buruk tidak akan terjadi.


Setelah memastikan keamanan rumah utama Sherly segera menuju ke kamar Daisy. Karena dia yakin sasaran utama adalah kamar Daisy.


Satu jam telah berlalu, Sherly masih sabar menunggu para tikus itu keluar dari sarang mereka. Lama tak datang, membuat mata Sherly mengantuk. Beberapa kali ia terlihat menguap dan memilih merebahkan sejenak tubuhnya di ranjang milik Tuan-nya.


"Ternyata ranjang seorang bos itu seperti ini ya?" gumam Sherly, saat dia merasakan kenyamanan pada ranjang milik Excel.


Sekelibatan bayangan kotor menghampiri pikiran Sherly. Dia membayangkan bagaimana saat Tuan Excel sedang bermain di atas ranjang bersama Nona Daisy. Saat baru membayangkan, Sherly segera menepis pikiran kotor itu.


Saat Sherly hendak mengambil ponselnya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Sebuah panggilan video call dari Kaisar. Sherly hanya bisa mengernyit, untuk apa malam-malam Kaisar melakukan video call?


Antara ingin memanggil dan mengabaikan. saat ingin mengabaikan, Sherly bimbang. akhirnya Sherly memutuskan untuk mengangkat panggilan video tersebut.


Dari layar ponsel, dapat share lihat bahwa saat ini Kaisar sedang berada di atas tempat tidurnya.


"Ada apa?!" ketus Sherly.


Kaisar yang berada di balik ponselnya segera menjawab. "Sherly, ini sudah malam. Mengapa kamu belum siap juga untuk tidur?"


"Bukan urusanmu! cepat katakan ada apa malam-malam seperti ini kamu melakukan panggilan video call?"

__ADS_1


Kaisar dari seberang layar ponsel tertawa pelan dia juga tidak tahu mengapa dia bisa melakukan panggilan video call kepada Sherly. Awalnya Kaisar tidak bisa tidur, hanya iseng-iseng saja dia memencet panggilan video di layar ponselnya. Tidak mungkin saat ini Kaisar berkata jujur, bisa-bisa panggilan video akan segera berakhir.


"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu. Tetapi karena jadwal ku sangat padat, aku sampai lupa untuk memberitahumu tadi siang tadi. Bagaimana kalau kita bahas besok siang?" alibi Kaisar.


"Kenapa harus dengan melakukan video call? apakah kamu tidak bisa mengirimkan pesan singkat?"


"Kamu cantik-cantik kenapa ketus sih? oh iya, satu lagi. Lupakan kejadian waktu itu ya dan aku juga minta maaf telah merepotkanmu." Kaisar merasa malu jika dia mengingat kejadian saat terjebak di lift sama dengan Sherly.


"Tanpa kamu katakan, aku sudah melupakannya tidak penting untuk mengingat hal-hal seperti itu. Sudahlah aku masih memiliki pekerjaan jika tidak tidak ada yang ingin kamu katakan lagi aku matikan."


Kaisar hanya bisa menelan kasar ludahnya saat Sherly telah memutuskan panggilan sepihak. Entah mengapa, Kaisar ingin sekali mendekati Sherly. Mungkin karena sifat yang dimiliki oleh Sherly hampir sama dengan sifat Jane. akhir-akhir ini, Kaisar sering memikirkan Jane yang mungkin dia sudah hidup bahagia di luar negeri sana. Kaisar ingin sekali mengobati rasa rindunya dengan mendapatkan perhatian dari Sherly.


Sambil memukul kepalanya pelan, Kaisar merutuki pikiran bodohnya itu. "Bodoh ... bodoh .. bodoh. Mengapa aku malah sering memikirkan Jane ketimbang memikirkan Miss Queen yang jelas-jelas dia adalah kekasihku. Ini tidak bisa dibiarkan! Arrrgghh ... kamu di mana sih Miss Queen?" Kaisar mengacak kasar rambutnya.


Di seberang sana Sherly segera turun dari ranjang ketika dia mendengarkan sebuah keributan di bawah sana. benar saja di bawah sana sudah terjadi perkelahian antara penjaganya dan beberapa orang.


"Mereka sudah datang," gumam Sherly.


Sherly pun segera menghubungi Excel untuk memberitahu bahwa yang ditunggu sudah keluar dari sarangnya. Sherly tidak ingin gegabah. Dia tidak ingin menunjukkan bahwa seolah-olah dia berada di dalam rumah ini. hanya seorang pengecut yang mampu melakukan penyerangan secara diam-diam.


"Sepertinya semakin hari pekerjaanku akan semakin bertambah. Semoga saja saat anaknya nanti sudah lahir tidak menambah pekerjaanku, jika itu terjadi maka Tuan Excel harus memberikan bonus 10 kali lipat untukku," gerutu Sherly.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼

__ADS_1


HALO HALO SELAMAT PAGI... JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA 🤕🔨


__ADS_2