
Excel dan Daisy duduk dibawah pohon yang rindang. Seberapa banyak Excel mencoba untuk mengajak Daisy bernostalgia, tetapi tak ada satu momen pun yang membuat Daisy tertarik. Akhirnya Excel memilih duduk di bawah pohon sambil menikmati semilir angin yang berhembus.
Daisy acuh, tak menanggapi setiap kata yang terucap dari bibir Excel. Pandangan kosong ke depan.
"Syi, apakah kamu belum bisa memaafkan semua kesalahanku? Baiklah jika kamu belum bisa memaafkan ku, tapi tolong jangan diamkan aku. Apakah kamu ingat, di tempat ini kamu melindungi ku? Sampai saat ini aku belum bisa menemukan siapa orang yang sudah menembak mu saat itu."
Excel menarik kasar nafasnya. Sepertinya Daisy tidak tertarik akan ucapan Excel.
"Baiklah jika kamu tidak berminat untuk mengingat masa kecil kita. Tapi percayalah aku tetaplah Alex yang akan selalu menjaga Sysi, sampai tangan Tuhan akan memisahkan kita. Maaf jika selama ini sudah menabur luka di hatimu hingga kami begitu sulit untuk memaafkan ku. Namun, jika aku tahu lebih awal aku tidak akan pernah mungkin untuk menyakitimu. Jika aku bisa memutar waktu, aku tidak akan pernah membiarkanmu yang terkena peluru itu. Kamu terlalu bodoh mau mengorbankan nyawamu untukku yang jahat ini. Sudahlah Syi, mari kita pulang. Tak ada gunanya untuk mengenang masa lalu."
Dengan perasaan berat Excel berdiri untuk meningkatkan tempat sejuta kenangan itu. Tak ada gunanya untuk melepaskan rasa rindunya kepada wanita yang ia tunggu selama ini.
Belum juga beranjak, ponsel Excel berbunyi. Nama Sherly tertera di layar ponsel.
"Ada apa?" tanya Excel saat mengangkat panggilan dari Sherly.
"Tuan, anda dimana? di depan gerbang anak buah kita telah di keroyok oleh beberapa orang tak di kenal. Tolong anda jangan keluar sekarang!"
tut... tut ... tut ...
Sambungan telepon telah terputus.
Tanpa pikir panjang Excel menarik paksa tangan Daisy untuk segera meninggalkan tempat itu dan mencari tempat persembunyian yang aman. Excel tidak tahu mengapa tiba-tiba anak buahnya di serang. Apakah mereka sudah mengamati gerak-geriknya sebelumnya?
"Awuu ... sakit Excel. Lepas!" teriak Daisy.
__ADS_1
"Diam. Di depan para pengawal sedang diserang oleh orang yang tidak di kenal. Kita harus segera bersembunyi, Syi!"
Daisy tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia pasrah saat Excel menarik tangan dengan panik untuk mencari tempat persembunyian yang aman. Andai saja Excel sedang tidak membawa Daisy, bisa dipastikan Excel akan turun tangan untuk memberantas mereka semua.
"Excel, kita mau kemana?"
"Sudah aku bilang kita harus mencari tempat untuk bersembunyi, Syi! Ayo, cepat!"
"Tapi, kaki ku sakit."
Tanpa pikir panjang Excel segera membopong tubuh Daisy.
"Pegangan, jika tidak ingin jatuh!"
Saat ini Excel sudah membawa Daisy masuk ke dalam kamar mandi kosong. Dimana kamar mandi tersebut adalah kamar mandi tempatnya terkurung saat itu.
"Excel, kamu gila membawaku ke tempat ini?
"Tidak Syi! Aku tidak punya pilihan untuk tetap bersembunyi di sini. Mereka tidak akan tahu jika kita ada di sini. Diamlah!"
Tak ingin banyak protes, Daisy diam, namun tidak dengan Excel yang beberapa kali sempat mengintip keluar untuk memastikan keadaan.
"Syi ... kamu berani kan disini sebentar? aku ingin membereskan tikus-tikus kecil itu. Kamu aman di sini tapi jangan pergi kemana,-mana, oke?"
Daisy tak menjawab, ia hanya melihat Excel pelan-pelan meninggalkan dirinya sendiri di dalam kamar mandi. Meskipun berada di dalam gedung bangun, tetap saja tidak nyaman. Saat Daisy mencoba ingin keluar, tiba-tiba suara letusan senjata api terdengar nyaring di telinganya. Bahkan tidak hanya sekali saja, membuat Daisy menutup telinganya karena merasa takut. Mendadak ia takut sesuatu terjadi kepada Excel. Bagaimana jika Excel terkana tembakan tadi?
__ADS_1
Daisy masih duduk jongkok untuk menunggu Excel datang. Dia sudah sangat takut jika Excel tidak bisa lagi untuk menemuinya.
"Kamu kenapa? Ayo pulang, keadaan sudah aman."
Suara Excel mengagetkan Daisy yang masih tertunduk lesu, memikirkan tidak pasti.
"Excel," gumamnya.
Daisy bangkit lalu memeriksa setiap inci bagian dari Excel. "Kamu tidak apa-apa? aku kira kamu mati," lanjutnya lagi, membuat Excel menahan diri untuk tidak tertawa.
"Aku masih hidup. Tidak akan ada yang berani untuk membunuhku! sudahlah ayo pulang!"
.
.
.
Halo-halo selamat pagi. Othor datang lagi 😊
Mana jejak kalian? Jangan sampai othor getok kalau gak absen ya! 🤕🔨
Oh iya, Othor ada kabar terbaru 😊 Novel Hidden Baby sudah ada Audionya dengan pengisian suara kak Pimoy. Jangan lupa mampir di lapaknya, Favoritkan, beri like dan hadiah.
__ADS_1