Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 83


__ADS_3

Malam yang sunyi, seharusnya adalah waktu untuk beristirahat. Namun, tidak Daisy dan Excel. Saat anaknya sudah terlelap, keduanya malah melakukan perdebatan dengan topik yang sama di mana Daisy meminta jawaban dari Excel. Daisy terus mendesak agar Excel bisa memilih mana yang lebih berarti dalam hidupnya dia atau Sherly.


"Sayang, sudahlah jangan bahas masalah ini lagi. Aku tidak ingin membahas masalah ini tolong kamu mengerti," pinta Excel.


Daisy menatap sinis kepada Excel. "Excel, aku hanya ingin tahu seberapa berartinya aku dalam hidupmu. Itu saja! apakah begitu sulit untuk menentukan jawabannya? aku ini istrimu, Excel. Atau jangan-jangan kamu memiliki perasaan kepada Sherly sehingga kamu tidak bisa memilih antara aku atau dia?" tanya desis spontan.


"Kamu ngomong apa sih? jangan mengada-ngada! aku hanya mencintaimu saja," bantah Excel.


"Cukup Excel! jika memang kamu tidak memiliki perasaan kepada Sherly lalu mengapa kamu melarang Sherly dekat dengan laki-laki lain? kamu cemburu kan, melihat kedekatan Sherly dengan Kaisar saat ini? makanya kamu mengancam Kaisar, iya kan?!" bentak Daisy dengan nafas naik turun, karena merasa sangat emosi.


Seketika Excel terdiam. Excel yang sudah menganggap Sherly sebagai adiknya sendiri tidak mungkin mempunyai perasaan lain. namun entah mengapa saat melihat Sherly dekat dengan lelaki lain hatinya terasa panas, apakah tanpa sadar dia mencintai Sherly? Tidak! itu tidak mungkin!


Selama ini Exel hanya khawatir saja jika ketika Sherly menjalin hubungan dengan lelaki lain, maka pekerjaannya akan terbengkalai. Sedangkan Excel sudah ketergantungan kepada Sherly. Excel sadar jika dia terlalu egois memaksakan kehendaknya sementara Sherly juga kebebasan hidup.


Keributan yang baru saja terjadi tiba-tiba hening untuk sejenak. Excel masih bungkam tanpa kata, sementara Daisy masih berusaha mengontrol emosinya. Saat keduanya sama-sama diam suara tangisan bayi memecahkan keheningan mereka.


Seperti biasa, Baby Hazel akan terbangun saat dia sudah meminta ganti popok.


Daisy membuang kasar nafasnya lalu beranjak untuk mengambil popok Baby Hazel.


"Sudah kamu istirahat saja biar aku yang mengurus baby Hazel," kata Excel.


"Baguslah kalau begitu," ketus Daisy.


Dengan telaten Excel mengganti popok Baby Hazel lalu menimangnya untuk sejenak agar Baby Hazel tertidur kembali.

__ADS_1


Malam ini meskipun Daisy mencoba untuk memejamkan mata, tetapi nyatanya sangat sulit untuk benar-benar tertidur. Begitu juga dengan Excel yang masih merasa gelisah. Excel menyadari juga dia terlalu egois memaksakan kehendaknya dengan melarang Sherly untuk menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Seharusnya dia bersyukur jika ada lelaki yang mendekati Sherly.


"Sayang, aku minta maaf. Aku salah sudah egois. Tetapi percayalah bahwa aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun kepada Sherly. Aku hanya mencintaimu." akhirnya Excel memilih untuk mengalah, karena pada dasarnya dia memang tidak memiliki perasaan apapun kepada Sherly. Dia hanya egois saja, tidak rela saja jika Sherly menjalin hubungan dengan orang lain.


"Kamu bohong! kamu pasti hanya ingin membujukku saja. Sudahlah Excel lupakan saja, aku juga sadar sendiri akan kekuranganku," ucap Daisy.


"Sayang, aku berkata jujur, aku tidak berbohong! percayalah!" Excel berkata dengan bersungguh-sungguh.


Daisy ersenyum tipis, selalu berkata, "baiklah jika kamu memang tidak berbohong, sekarang katakan siapa siapa yang lebih berarti antara aku dan Sherly?" tanya Daisy..


"Kamulah yang paling berarti dalam hidupku. asal kamu tahu, kamulah satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku."


"Aku tidak butuh janji atau ucapan apapun, aku hanya ingin bukti. Jika memang benar kamu tidak memiliki perasaan apapun kepada Sherly, aku ingin kamu merestui hubungan Sherly dengan Kaisar. Bahkan jika perlu kamu harus menikahkan mereka!" kata Daisy.


...~~~...


Siapa lagi jika bukan Vie yang sudah bekerja sama dengan Daisy untuk membujuk Excel mendekatkan Sherly dengan Kaisar lebih dalam. Tanpa Vie duga ternyata Excel setuju untuk menikahkan Sherly dengan Kaisar. Ini adalah kabar terbaik untuk Kaisar. Vie tidak sabar untuk memberikan kabar ini kepada ajudan pribadi suaminya.


Kaisar yang baru saja menjemput Sherly tiba-tiba membulatkan matanya dengan sempurna saat dia membaca sebuah pesan singkat dari ibu bosnya. Dimana dalam pesan itu tertulis bahwa Excel sudah menyetujui hubungannya dan Sherly. Hanya tinggal meyakinkan bagaimana Sherly mau menerimanya dan itu adalah tugas Kaisar sepenuhnya. Vie hanya bisa membantu Kaisar sampai di sini.


Kaisar merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh ibu bosnya. Benar-benar sebuah keajaiban luar biasa untuk dirinya. kali ini tinggal menyusun cara bagaimana dia bisa meyakinkan Sherly sepenuhnya.


Kaisar melangkahkan kaki menuju di mana mobilnya berada. Namun saat dia hendak membuka pintu mobilnya, seseorang memeluknya dari belakang. Kaisar sangat terkejut, siapa yang memeluknya secara tiba-tiba.


"Kai, tolong aku." Suara yang tidak begitu asing untuk seorang Kaisar. Kaisar pun segera melepaskan tangan itu lalu mengembalikan badan.

__ADS_1


Dengan mata yang membulat sempurna Kaisar tidak percaya akan wanita yang ada di depannya saat ini. "Jane," gumam Kaisar.


Wanita yang tak lain adalah Jane, memeluk tubuh Kaisar kembali. Kali ini lebih erat sambil terisak.


"Kai ternyata Max itu seorang ba.ji.ngan. Dia ternyata memiliki wanita lain selain aku, Kai." Jane menangis menumpahkan isi hatinya. tetapi Kaisar hanya terdiam. Dia hanya bisa menelan kasar ludahnya membalas pelukan Jane.


"Jane kenapa kamu ke sini? aku- " kaiser tidak bisa meneruskan ucapannya. Dia pun melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Aku antar ke tempat ibu Bos ya," lanjut Kaisar lagi.


Jane hanya pasrah saat Kaisar menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam lagi. tidak tahu bagaimana Jane akan mengatakan masalahnya kepada Kaisar, setelah Jane meninggalkan Kaisar begitu saja padahal Jane tahu jika Kaisar adalah lelaki yang baik.


Sepanjang perjalanan tak ada percakapan antara keduanya. Baik Jane maupun Kaisar masih saling membisu. Kaisar sudah berhasil menyingkirkan Jane dari pikirannya, tetapi mengapa wanita itu muncul kembali di saat Kaisar sudah membuka lembaran baru dengan orang lain. Bahkan bisa dikatakan Kaisar ingin serius menjalin hubungan dengan Sherly. Palang besi sudah memberikan izin, namun mengapa Jane harus kembali lagi. Sepanjang perjalanan menuju rumah ibu bosnya, Kaisar hanya bisa membuang nafas kasarnya saja. wanita yang pernah menghantui pikirannya tiba-tiba muncul kembali, di saat dirinya hendak menyatakan perasaannya kepada Sherly.


Jane mengapa kamu harus kembali di saat ini seperti ini? kamu datang di waktu yang tidak tepat. Maafkan aku yang sudah tidak bisa membantumu lagi. Aku benar-benar sudah menutup hatiku untukmu maupun untuk Miss Queen.


.


.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼

__ADS_1


MOHON MAAF JIKA ADA TYPO, AUTHOR BELUM SEMPAT MENGECEK KEMBALI, HUJAN DERAS SIGNAL PUN IKUT MENGHILANG 🙏


__ADS_2