
malam ini Sherly meminta izin kepada kaisar untuk menjalankan tugasnya. Dia diutus oleh Excel untuk ke markas karena dia akan melakukan transaksi jual beli barang ilegal. Kaisar sangat merasa keberatan atas pekerjaan Sherly, bahkan Kaisar sempat melarang Sherly untuk menerima lagi pekerjaan itu.
"Kai, bukankah kamu sudah tahu pekerjaanku saja sejak awal? Maafkan aku belum bisa untuk meninggalkan pekerjaan ini. tolong kamu mengerti ya! Tetapi aku berjanji aku akan segera meninggalkan pekerjaan Tapi tolong beri aku sedikit waktu untuk menyelesaikan tugasku terlebih dahulu," pinta Sherly.
Kaisar sangat merasa berat untuk memberikan izin kepada Sherly tetapi dia juga harus memberikan waktu untuk Sherly. karena sejak awal Kaisar sudah berjanji tidak akan membatasi pekerjaan Sherly, tetapi setelah melihat ternyata pekerjaan Sherly adalah pekerjaan yang ilegal, membuat Kaisar berpikir dua kali lagi.
"Baiklah aku izinkan tetapi dengan satu syarat. Aku harus ikut!" tugas Kaisar.
"Di sana berbahaya untuk mu Kai! Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu," kata Sherly.
"Kamu meremehkan ku? Seharusnya aku yang mengatakan seperti itu, bukan kamu!"
"Tapi itu kenyataan kan?" sahut Sherly.
Kaisar tidak mau , dia tetap bersikeras untuk ikut bersama dengan Sherly ke markas. Apapun yang terjadi dia harus bersama dengan Sherly.
__ADS_1
"Sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu!"
Akhirnya mau tidak mau Sherly harus memakai share ke markas untuk yang kedua kalinya. Sherly berharap kali ini tidak ada musuh yang menyerang markas mereka.
Sesampainya di markas dia telah ditunggu oleh bosnya.
"Bagus ya, mentang-mentang sudah punya suami kemanapun pasti selalu dikawal," sindir Excel.
"Memang seharusnya sudah begitu, Tuan. Apalagi untuk pekerjaan yang sangat berbahaya seperti ini. Saya sebenarnya tidak mengizinkan istri saya untuk menemui anda di sini, tetapi karena saya masih menghargai semua keputusan dari istri saya, saya akan berikan toleransi dengan catatan saya harus selalu mengikuti dia kemanapun dia pergi," jelas Kaisar.
"Masalah itu anda tidak perlu khawatir
Aku sudah menyiapkan dengan baik," sahut Kaisar
Malam ini tidak seperti malam yang sebelumnya karena pekerjaan Sherly berakhir dengan baik-baik saja. Tetapi, setelah memastikan dengan aman, Kaisar segera meminta Sherly untuk pulang. Dia tidak ingin Sherly terlalu lama berada di luar karena bisa jadi muncul para musuh saja.
__ADS_1
"Kai, lain kali kamu tidak usah ikut titik kamu hanya merapatkan ku saja!" kata Sherly di tengah perjalanan mereka pulang.
Tak ada jawaban dari Kaisar, lelaki itu hanya fokus menyetir mobilnya agar cepat sampai di rumahnya sendiri. Meskipun pekerjaan Sherly berjalan dengan lancar, tapi Kaisar masih saja merasa sangat kesal kepada Sherly karena dia tidak mau mendengarkan segala ucapannya. Kaisar hanya menginginkan Sherly untuk resign dari perusahaan milik Sherly. Namun, semua itu masih menggantung. Sherly masih kirim pesan lepas dari kamarnya sendiri.
"Aku tidak mau tahu pokoknya waktu kamu hanya satu minggu lagi, setelah itu kamu harus resign dari kantor milik Excel.
"Kai, maaf untuk pertama kalinya aku harus membuat keputusan, bahwa aku belum bisa untuk meninggalkan perusahaan milik Excel.
.
.
.
🌼 bersambung 🌼
__ADS_1