
Benar saja apa dugaan Sherly. Saat ini sasaran utama adalah kamar milik Daisy. Saat seseorang sudah berhasil naik ke kamar Daisy, Sherly sudah siap di balik pintu untuk menerkamnya.
Tak Butuh waktu lama dua orang itu langsung dilumpuhkan oleh Sherly dengan waktu yang singkat. Di bawah sana juga sedang terjadi perkelahian antara Excel dan seseorang yang memakai topeng.
Setelah mendapatkan kabar dari Sherly, Excel langsung bergegas menuju rumahnya. Kali ini dia tidak akan membiarkan seseorang pun bisa menyentuh sehelai rambut pun milik Daisy.
Karena Excel sudah membawa pasukannya, maka para perusuh itu langsung bisa dilumpuhkan dalam waktu yang singkat juga. Namun, tidak dengan lawan yang sedang Excel menghadapi saat ini. Excel sudah tidak sabar untuk membuka topeng milik lelaki.
Pertarungan sengit itu terjadi beberapa menit sebelum Excel tertusuk sebuah sembilu kecil di bagian perutnya. Sambil menahan rasa sakitnya Excel berusaha terus melawan untuk bisa membuka topeng yang dikenakan lawannya itu. Melihat Excel yang sudah tumbang, Sherly segera berlari dan langsung menyerang lawan Excel dengan babi buta.
Sherly tidak peduli, meskipun bagian tengahnya juga tergores sembilu. Saat ini seorang Sherly sedang dibakar rasa amarah, karena dia tidak terima atas apa yang telah terjadi kepada Excel.
"Kamu pikir kamu bisa lolos dari tempat ini!jangan bermimpi bisa keluar dari tempat ini! Aku rasa hanya namamu saja yang bisa keluar dari tempat ini, tetapi tidak dengan nyawamu. Kamu sudah berani bermain-main dengan Tuan Excel, maka sekarang nikmati saja apa yang akan Tuan Excel mainkan kepadamu!" Sherly meluapkan amarahnya, saat dia sudah berhasil membekukan lawannya.
Dia pun segera melepas topeng yang digunakan lelaki itu. Dugaan yang tidak meleset, pelakunya tak lain adalah Felix. Lelaki yang sangat berambisi untuk menghancurkan Excel. Lagi-lagi Felix harus menelan kasar kekalahannya, karena saat ini dia sudah dilumpuhkan oleh perempuan yang bernama Sherly.
Jika biasanya dia hanya bisa mendengar dari anak buahnya tentang kehebatan Sherly, maka malam ini Felix benar-benar merasakan sendiri bagaimana kehebatan dan kekuatan yang dimiliki oleh Sherly.
Sherly sudah berhasil mengamankan Felix beserta anak buahnya. Setelah bisa melupakan Felix, Sherly berjanji tidak akan pernah melepaskan lelaki itu. Karena dia adalah sumber masalah kerusuhan yang terjadi selama ini.
"Bagaimana Tuan Felix? masih ingin bermain-main lagi. Kita akan bermain-main lagi, tetapi tidak sekarang. Beruntung saja luka Tuan Excel tidak terlalu parah. Jika sampai parah Aku pastikan detik ini juga aku akan menembak kepalamu." Dada Sherly masih naik turun menahan rasa amarah yang telah memuncak.
***
Karena luka Excel tidak terlalu parah, Sherly hanya memanggil seorang dokter untuk ke rumahnya. Semua ini karena permintaan dari Excel. Dia tidak ingin membuat Daisy terlalu mengkhawatirkan dirinya jika saat ini dia dibawa ke rumah.
__ADS_1
"Awuuu." Excel berteriak saat sang Dokter membersihkan lukanya dan memberikan jahitan di perutnya.
Sherly hanya bisa melihat sang dokter saat sedang mengobati Excel, sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
Entah mengapa Sherly sangat tidak terima jika Excel sampai terluka seperti ini. Apakah ini hanya sekedar rasa kekhawatiran antara ajudan dengan bosnya atau memang Sherly mempunyai perasaan lain kepada Exel. Sherly tidak pernah mengerti akan perasaannya selama ini, yang dia tahu dia hanya ingin selalu melindungi Excel. Sebagai seorang wanita, terkadang Sherly juga merasa cemburu dengan hubungan Excel dan Daisy. Tetapi, Sherly berusaha untuk menutupi perasaannya dan menepis semua rasa yang dia rasakan saat itu.
Setelah dokter itu pergi, Excel mengatakan kepada Sherly, bahwa dia tidak boleh mengatakan kepada Daisy jika Excel saat ini sedang terluka.
"Baik Tuan, saya tidak akan mengatakan kepada Nona. Tetapi anda harus berjanji kepada saya jangan sampai bersikap ceroboh! Apakah anda mengerti maksud saya?" tanya Sherly dengan serius.
Excel menautkan alisnya, dia memang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan Sherly. "Maksud kamu apa Sherly? Jangan berbelit-belit aku tidak tahu!"
astaga ... apakah aku harus mengatakan lebih jelas kepada dia? harusnya dia bisa berpikir ke sana!
Sherly tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada Excel bahwa dia tidak boleh menyentuh istrinya lebih dahulu. Sherly tahu jika Excel tidak akan pernah melewatkan satu malam pun tanpa menyentuh istrinya, karena hampir setiap hari Sherly melihat tanda di leher milik Excel meskipun tidak terlalu jelas. Tidak semua orang bisa melihat dengan jelas jika tidak berinteraksi lebih dekat dengan Excel.
"Anda tidak boleh menyentuh istri Anda dahulu sampai luka itu benar-benar sembuh, Tuan." akhirnya Sherly memberanikan diri untuk mengatakan hal itu kepada Excel meskipun dia sebenarnya juga malu.
"Maksud kamu, aku tidak boleh bermain bola bersama dengan Daisy?" tanya Excel sambil menaikkan alisnya.
Sherly hanya bisa menelan kasar salivanya. "Iya Tuan," jawab Sherly cepat.
"Kamu sudah gila ya! Bagaimana bisa kamu melarang ku untuk bermain bola bersama Daisy? Dia itu adalah canduku!" sentak Excel.
Sherly hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan. Dia ingin tertawa tetapi dia takut karena ekspresi Excel yang mendadak berubah menakutkan. Tidak ingin mengganggu Excel, Sherly pun memilih untuk pulang. Namun, langkahnya ditahan oleh Excel. "Tidak usah pulang! tidur saja di sini! Masih banyak kamar kosong yang bisa kamu gunakan!" titah Excel.
__ADS_1
Sherly hanya mengangguk pelan. dia juga sudah merasakan lelah dan ingin cepat beristirahat, tawaran seperti itu mana mungkin Sherly tolak.
"Baik Tuan saya akan menginap disini," kata Sherly.
Daisy yang tertidur nyenyak di rumah belakang, sengaja tidak dibangunkan oleh Adel. semua itu juga berkat perintah dari Excel. Satu hal lagi yang harus disembunyikan dari Daisy yaitu, mereka tidak boleh mengatakan apa yang terjadi tadi malam. Dan mereka harus pura-pura tidak tahu jika Excel saat ini sedang terluka.
"Sherly, aku akan menyembuhkan lukaku ini beberapa hari. jadi tugas kamu adalah untuk menjaga Daisy di sini sampai aku kembali. Aku tidak akan tahan jika aku tetap di sini, pasti lukaku tidak akan cepat sembuh," kata Excel sebelum dia berangkat pergi.
"Baik Tuan, saya pasti akan menjaga Nona dengan baik. Anda tidak perlu khawatir akan hal itu," balas Sherly.
Setelah memberi tahu kepada semua pelayan Excel baru meninggalkan rumahnya meskipun terasa berat karena belum melihat Daisy dan juga belum menyapa calon baby twinsnya.
belum juga Excel naik ke dalam mobil, ponsel Sherly telah berbunyi. Sebuah nama Kaisar terlihat sangat jelas di layar ponselnya. Sherly hanya bisa membuang kasar nafasnya. "Mau apa lagi sih ini orang?" gerutu Sherly.
.
.
.
🌼 BERSAMBUNG 🌼
HALO HALO SAMBIL NUNGGU AKU UP LAGI MAMPIR DULU YA KE NOVEL KARYA TEMAN AUTHOR DI BAWAH INI.
__ADS_1