
Malam pertama bagi seorang pengantin adalah malam yang tidak makan oleh semua pengantin baru, terlebih seorang Kaisar. Dia memang sudah tidak sabar lagi untuk membuktikan bahwa dirinya lebih unggul daripada Sherly. Namun,nyatanya Kaisar harus menelan kasar angan-angannya. karena saat ini Sherly sedang mendapatkan tamu bulanan sehingga Kaisar belum bisa membuktikan apa-apa.
Awal yang menyedihkan. sabar Kaisar ini ujian ingat waktu masih panjang.
Kaisar menguatkan hatinya sendiri yang sedang kecewa.
"Kamu kenapa?" tanya Sherly saat melihat Kaisar sedang melamun.
"Tidak ada! Aku hanya sedang meratapi hidupku yang menyedihkan. Bagaimana bisa di malam pertama pernikahan kita kamu malah mendapatkan palang merah sehingga aku tidak bisa mengudara bebas," keluh Kaisar.
Meskipun Kaisar seorang lelaki Tetapi dia masih waras dan bisa menjaga dirinya untuk tidak terbang bebas mengudara bersama dengan wanita panggilan. Dia hanya ingin mengudara bersama pasangan sahnya. tidak akan sulit bagi seorang Kaisar jika dia menginginkan seorang wanita, tinggal pilih bayar lalu pakai. Namun Kaisar bukanlah lelaki seperti itu, meskipun terkadang dia harus menuntaskan hasratnya sendiri.
"Maaf, semua ini bukan keinginanku," ujar Sherly.
"Sudahlah tidak usah dipikirkan. Mending kita beristirahat, kamu juga sudah lelah kan?"
Akhirnya malam pertama bagi sepasang pengantin baru itu tidak berkesan apa-apa. Keduanya sama-sama tertidur pulas karena telah satu hari berada di atas panggung pelaminan. Kaisar hanya merapatkan tubuhnya untuk bisa memeluk Sherly lebih.
Sherly yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan laki-laki dia merasa jantungnya ingin lepas. Dia sangat gugup hingga sensasi menggetarkan menjalar ke seluruh.
Tenang Sherly, untuk ke depannya kamu akan terbiasa dengan keadaan seperti ini.
__ADS_1
Beruntung saja Sherly memiliki alasan yang ampuh. Jujur dirinya belum siap untuk memberikan hak dan kewajibannya.
Kaisar maafkan aku. Aku terpaksa melakukan ini semua karena aku belum siap. Tuhan maafkan aku jika keputusanku telah salah besar. Aku hanya ingin mempersiapkan diriku terlebih dahulu karena ini terlalu cepat untukku.
...~~~...
Sesuai dengan permintaan Kaisar, setelah acara pernikahan Sherly mengajukan cuti selama tiga hari. Bukan tanpa alasan, karena setelah menikah dengan Sherly, Kaisar segera memboyong Sherly ke rumah barunya. Rumah yang sengaja Kaisar siapkan untuk calon istrinya. Dan ternyata Sherly adalah wanita yang beruntung menjadi istrinya karena Kaisar telah menyiapkan semuanya dengan matang. Mulai dari rumah, dan mobil untuk Sherly.
"Kamu serius memberikan mobil ini kepadaku? Ini mobil yang sangat mahal lho , Kai?" Sherly tercengang saat Kaisar menunjukkan sebuah mobil yang baru saja datang.
"Aku serius. selama ini aku bekerja mati-matian untuk menyiapkan semuanya ini dengan sempurna. Sekarang keinginanku sudah tercapai. Rumah dan mobil ini hanya untuk kamu, karena kamu telah bersedia menerima aku apa adanya," tutur Kaisar.
"Kaisar terima kasih ya," kata Sherly sedikit kaku.
"Tidak usah berterima kasih, aku harap mulai sekarang nanti selamanya kita akan terus bersama menjalani rumah tangga hingga kita menua bersama. Bersediakah kamu menerima segala kekuranganku? Aku tidak sempurna Sher, mungkin aku tidak bisa melindungi mu, yang ada kamu yang akan selalu melindungiku. Tetapi aku sangat bersyukur karena kamu akan menjadi super hero ku nanti." Kaisar tertawa kecil.
Begitu pula dengan Sherly yang hanya menyengir saja ketika membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Saat Sherly telah bersedia memutuskan untuk menikah dengan Kaisar, maka saat itu tanpa sengaja Sherly juga telah menarik Kaisar ke dalam hidupnya. Sherly tidak bisa membayangkan bagaimana Kaisar akan melalui hari-harinya saat masalah itu tiba.
"Satu lagi, aku ingin kamu memikirkan kapan kamu akan segera resign cari pekerjaanmu sekarang," lanjut Kaisar.
Mata Sherly memulai dengan sempurna. jantungnya berdetak tak. Hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh seorang Sherly untuk resign dari pekerjaannya saat ini. Dia tidak akan pernah mungkin meninggalkan Excel.
__ADS_1
"Tapi Kai ... bukankah kamu saat itu setuju jika aku tetap bekerja. Dan pernikahan ini tidak akan merubah apapun dari pekerjaanku?" tanya Sherly heran.
"Iya memang begitu. Awalnya aku memang seperti itu tetapi setelah aku pikir-pikir aku berubah. Bagaimana jika suatu saat nanti kamu hamil apakah kamu masih ingin tetap bekerja?" tanya Kaisar balik.
"Aku juga tahu Kai. Tapi saat ini kan aku belum hamil? bahkan kita juga belum memproses." Sherly segera menutup mulutnya saat dia keceplosan.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita proses sekarang biar cepat jadi. Kalau gak diproses ya nggak bakalan jadi, Sher."
Saat itu juga Sherly menelan kasar ludahnya. Dia merututi dirinya sendiri saat lidahnya salah mengucapkan kata dan pada akhirnya mengarah ke acara proses memproses.
"Udahlah gak usah banyak mikir. Aku tahu kamu hanya berpura-pura dapat palang merah agar aku tidak mengudara ya, kan? Udahlah ayo! Dosa loh nggak nurut sama suami!" Kaisar segera menuju Sherly menuju ke sebuah kamar yang masih baru. Bahkan aroma catnya saja masih menyengat di hidung.
.
.
.
🌼 bersambung 🌼
Lanjut nanti, othor nguli dulu.
__ADS_1