
Berulang kali Sherly harus meminta maaf kepada Excel karena dia sudah telat. Bukan hanya telat 10 menit atau 20 menit, tapi hampir satu jam. Hal itu membuat Excel sangat marah. Seharusnya mereka sudah bisa langsung terjun ke lapangan tetapi karena harus menunggu Sherly maka Excel harus mengundurnya selama 1 jam.
"Saya benar-benar minta maaf. Saya salah sudah sangat terlambat," tutur Sherly.
Tak ada jawaban dari Excel, dia hanya terus menetap ke arah Sherly dengan mata elangnya. butuh waktu beberapa saat hingga Excel mau membuka suara.
"Jujur aku sangat kecewa dengan mu saat ini, Sher," kata Excel.
"Sekali lagi saya minta maaf, Tuan," sesal Sherly.
"Sudahlah tidak ada gunanya untuk menyesali yang sudah terjadi. Aku ingin ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya kamu datang terlambat hingga satu jam. Jika masih sepuluh tau lima belas menit masih bisa saya. Tetapi ini sudah satu jam Sher. Mau diletakkan di mana wajahku nanti. Klien kita sudah menunggu di lapangan," jelas Excel.
Sherly hanya menunduk, dia tidak ingin membela diri karena dia memang mengakui kesalahannya.
Tak ada lagi gunanya untuk menyalahkan Sherly. Excel meminta kepada Sherly untuk segera bersiap, karena Excel ingin segera langsung pergi ke lapangan.
Jika Sherly hanya mendapatkan teguran biasa saja dari Excel dan langsung diberi maaf. Berbeda dengan Kaisar yang harus mendapatkan amukan dari Dirga.
Dirga sangat marah karena seharusnya pagi ini jadwal dia untuk meeting dengan klien penting, tetapi karena Kaisar yang terlambat hingga satu jam membuat meeting itu harus ditunda sedangkan jadwal Dirga hari ini sangat padat
"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan tadi malam, tetapi tolong ingat waktu, Kau!" bientak Dirga.
"Maaf bos saya salah," sesal Kaisar.
"Percuma maaf mu tidak akan mengembalikan waktu yang sudah terbuang dengan sia-sia. Bukankah kamu sudah tahu jika klien yang satu ini sangat sulit untuk meluangkan waktu, sekalinya ada waktu malah kita buang begitu saja. Ini semua karena keteledoran mu! Lain kali kalau melakukan penerbangan, setel alarm agar tidak kesiangan!" omel Dirga.
__ADS_1
Dirga yang masih merasa kesal terus meluapkan emosinya kepada Kaisar. Dirga terus mengoceh di ruang kerja Kaisar, membuat Kaisar tidak bisa mengerjakan pekerjaannya.
"Bos, apakah anda tidak haus? Sejak tadi anda berbicara terus. Jika haus saya ambilkan air minum dulu."
"Kaisar!" bentak Dirga.
Bukannya takut kaisar malah nyengir saat mendapatkan bentakan dari bosnya.
"Maaf Bos," lanjut Kaisar lagi.
...~~~...
Satu harian berkutat di depan layar komputer, membuat Kaisar tak memiliki waktu untuk mengabari Sherly bahwa hari ini dia akan lembur di kantor. Bahkan Kaisar mengabaikan pesan dari Sherly bahwa dia harus tetap makan siang nyatanya hingga pukul empat sore Kaisar belum makan siang.
Bukan hanya Kaisar saja yang pekerjaan sedang menumpuk, tetapi Dirga pun juga begitu. Namun, berbeda dengan Dirga ada istri yang memperhatikan dirinya dengan mengirimkan bekal makan siang. Sementara dirinya memilih untuk menahan rasa laparnya agar pekerjaan itu cepat selesai dan Kaisar cepat pulang.
Suara ketukan pintu membuyarkan fokus Kaisar lalu dia melihat sosok ibu Bos yang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya sambil menenteng sebuah Tupperware.
Senyum indah nan mempesona membuat siapa saja akan terlena.
"Aku tahu kamu belum makan siang, nih makan dulu! Meskipun banyak pekerjaan tetapi jangan lupa tetap makan," kata Vie, sambil meletakkan sebuah Tupperware di atas meja Kaisar.
"Ini buat saya?" tanya Kaisar.
"Tidak! Itu buat mang Ujang! ya jelas buat kamu lah Kai, jadi mau buat siapa lagi?" tanya Vie balik.
__ADS_1
"Kali aja buat Pak Bos," sahut Kaisar.
"Dia udah makan tadi. Ini aku sengaja ambilkan dari rumah lagi, karena kata Dirga kamu masih sibuk dan tidak sempat makan siang. Ya sudah makanlah! jangan sampai gara-gara pekerjaan kamu jadi sakit. Kasihan istri kamu pasti akan sangat repot. Tidak sakit aja kamu merepotkan," sindir Vie.
Tidak berselang lama pintu ruangan Kaisar dibuka oleh Dirga. Dirga berjalan pelan mengarah ke meja Kaisar yang menyantap bekal dari Vie.
"Enak ya dapat jatah makan siang!" sindir Dirga
"Beruntunglah kamu memiliki ibu bos yang masih pengertian kepadamu. Bahkan istri kamu saja tidak memperhatikan mu," lanjut Dirga lagi.
Saat itu juga Dirga mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
"Teruskan saja kamu membela dia! Lama-lama kamu tidur saja dengan Kaisar!" ketus Dirga yang merasa selalu di nomor duakan.
"Yakin?" tantang Vie. "Gak papa Kai, meskipun aku sudah memiliki dua anak tetapi dijamin aku masih rapat kok," timpal Vie.
Meskipun anda mau tetapi aku tidak mau Bu. Tidur dengan Sherly saja aku sudah kewalahan apalagi dengan anda yang beringasan. Bisa-bisa aku mati lemas sebelum nyampe ke Pluto. Batin Kaisar yang tidak terima akan ucapan ibu bosnya.
"Ya sudah. Kalau begitu, biarkan aku tidur bersama dengan Sherly. Paling-paling masih dipakai Kaisar beberapa kali. Lumayan masih sempit," sahut Dirga.
.
.
...🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...🌼 BERSAMBUNG 🌼...