
Pagi ini Sherly berangkat ke kantor lebih awal dari biasanya, karena dia ingin mengenalkan seseorang kepada Excel. Seseorang yang dianggap pantas untuk menggantikannya. Bahkan sebelum Sherly menunjuk orang itu, terlebih dahulu Sherly mencari informasi tentang orang tersebut.
Dia adalah Reyhan, seseorang yang sedang merintis usahanya di ibukota setelah bisnisnya bangkrut. Bahkan Rey pernah terjun ke dunia hitam, tetapi itu tidak lama. Mentalnya saat itu tidak sanggup untuk menerima kenyataan yang ada, akhirnya Rey memutuskan untuk merantau ke ibukota bersama dengan istrinya.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Sherly kepada Rey.
"Aku sudah siap. Apapun itu pekerjaannya, asalkan aku bisa membahagiakan istriku," balas Rey.
"Bagus. Kalau begitu, mari kita menghadap kepada Tuan Excel sekarang!" ajak Sherly.
Rey pun kemudian mengikuti langkah Sherly masuk ke salah satu ruangan di perusahaan itu. Rey tidak menyangka jika dirinya bisa masuk ke dalam EX group yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Mungkin dengan cara seperti ini dia bisa bangkit dari keterpurukannya.
Meskipun selama di ibukota dia dipercayakan untuk mengelola salah satu anak perusahaan dari WIR group, tetapi pada akhirnya Rey memilih untuk berdiri sendiri. Dia tidak ingin terus-menerus merepotkan orang lain, karena dia tidak ingin berdiri di atas bayang-bayang orang lain.
Satu ketukan pintu,
tanpa menunggu jawaban, Sherly langsung masuk ke dalam ruangan Excel.
"Selamat pagi Tuan," sapa Sherly.
Excel mengangguk lalu menautkan alisnya saat dia melihat seseorang yang berdiri di belakang Sherly.
"Pagi juga. Ada apa? Siapa dia?" Nada sinis begitu sangat jelas terdengar di telinga Rey.
"Untuk sebelumnya saya minta maaf atas keputusan yang telah saya buat hari ini. Ini adalah surat pengunduran diri saya, dan ini adalah sosok yang akan menggantikan peran saya." Sherly meletakkan sebuah amplop berwarna coklat di meja Excel.
"Apa kamu bilang? kamu mau mengundurkan diri sekarang juga?" tanya Excel yang merasa shock.
__ADS_1
Excel benar-benar sangat syok, bahkan dia menahan nafas untuk sejenak. Matanya begitu tajam menatap ke arah Sherly dan juga Rey. Dadanya naik turun, rasanya ingin sekali dia melemparkan amplop itu kepada Sherly. Namun, Excel kembali tersadar jika Excel tidak boleh egois. Bagaimanapun juga Sherly berhak menentukan pilihannya, untuk tetap bekerja atau resign.
"Apakah kamu bisa menjamin dia bisa bertanggung jawab dan bisa menggantikan posisimu dengan baik?" tanya Excel dengan ketus.
"Saya bisa memastikan dan saya bisa menjamin jika Rey bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Karena saya sudah mencari tahu latar belakang Rey. ini adalah informasi tentang Rey." Sherly menyerahkan sebuah map yang berisi tentang informasi tentang Rey. dengan sinis, Excel menyambar map tersebut untuk dibacanya.
Dengan ketelitian yang jeli, Excel membaca setiap tulisan yang berisi tentang informasi Rey, calon asistennya.
Sambil membuang nafas beratnya, Excel melihat ke arah Rey.
"Sudah berapa lama menjalani dunia gelap?" tanya Excel.
"Tidak lama Tuan," jawab Rey.
"Aku tidak bisa menerima orang asing begitu saja, aku butuh bukti bukan janji," jawab Excel.
"Tenang saja Tuan, saya menjamin jika Rey bisa membuktikan keseriusannya bekerja kepada anda," ucap Sherly meyakinkan Excel.
Sherly berharap jika Rey bisa membuktikan keseriusannya untuk menggantikan dirinya. Setelah bertemu dengan Excel, Sherly mengajak Rey ke ruangannya bersama dengan Rey untuk menjelaskan semua pekerjaan yang akan ditangani oleh Rey. Mungkin akan sedikit berat namun itu hanya di awalnya saja. Setelah terbiasa pekerjaan itu akan terasa biasa saja.
"Bagaimana Rey, apakah kamu sanggup untuk mengemban pekerjaan ini dengan baik? Tuan Excel tidak suka dengan seorang penghianat, aku harap kamu setia kepadanya. Jika tidak kamu tahu hal apa yang akan dilakukan oleh Tuan Excel. Bukan hanya nasib kamu saja tetapi juga nasib istri kamu yang akan menjadi pelampiasan Tuan Excel. Kamu mengartikan maksud aku?"
"Iya aku tahu. Percayalah aku bukanlah tipe seorang penghianat," timpal Rey.
"Bagus! Aku harap kamu bisa bekerja dengan baik di sisi Tuan Excel. Yang perlu kamu ketahui adalah kamu harus setia, dan membuktikan bahwa kamu layak untuk mendapatkan posisi ini," pesan Sherly.
Sesuai dengan keputusannya, hari ini Sherly benar-benar berhenti bekerja di perusahaan Excel. Dengan berat hati Sherly berpamitan dengan para karyawan yang lain, meskipun terasa berat, tetapi Sherly harus tetap tegar. Ini adalah pilihannya, karena tidak selamanya Sherly bisa mengemban pekerjaannya.
__ADS_1
"Rey, aku titipkan Tuan Excel kepadamu. kamu harus selalu mengingat apa yang sudah aku katakan kepadamu, mengerti!" sebelum melangkah keluar dari gedung itu Sherly mencoba untuk mengingatkan Rey agar selalu mengingat bahwasannya.
"Siap," balas Rey.
Sherly hanya bisa membuang kasar nafasnya, saat kepergiannya dia tidak melihat sosok Excel. Sherly tahu bahwa saat ini Excel sedang kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Sherly.
Tuan Excel semoga dengan keputusan ini perusahaan anda bisa berjalan seperti biasanya. Maafkan saya tidak bisa berada di sisi Anda seterusnya karena saya sadar jika saya saat ini sudah menjadi seorang istri yang sebentar lagi pasti akan menyandang sebagai seorang ibu. Saya harap anda bisa mengerti posisi saya saat. batin Sherly.
Excel hanya bisa melihat kepergian Sherly melalui kaca jendelanya. Dia tidak kecewa atas keputusan Sherly, tetapi dia belum siap saja untuk kehilangan satu-satunya orang yang telah berjasa dalam perjalanan bisnisnya.
Selamat jalan Sherly, maaf aku tidak bisa mengantarkan kepergian mu, sungguh hatiku belum siap merelakan kepergian mu. Tetapi aku sadar jika keputusanmu saat ini sudah benar. Sekarang keluarga adalah prioritas utama. Aku pikir dulu kamu tidak akan pernah jatuh cinta, namun nyatanya kamu menikah tanpa berpacaran. Dan sekarang kamu sama seperti wanita lainnya, lemah kepada laki-laki.
Excel hanya mengamati gimana Sherly meninggalkan perusahaannya, bahkan hingga mobil yang dikendarai oleh Sherly sudah hilang, Excel masih berdiri menatap lurus ke depan dengan pikiran yang tak menentu.
.
.
.
...🌹🌹🌹...
...🌼 Bersambung 🌼...
Halo-halo maaf baru bisa up lagi. Oh iya, othor cuma bilang kalau novel ini akan End. 😊🥺 Kalian boleh ramaikan novel baru Author yang berjudul Istri Buta Yang Malang
Satu lagi, hai kalian yang suka novel Horor othor punya satu rekomendasi novel Horor dari Author Squad Penyihir/ Pimoy
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ramaikan ya!!