Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 69


__ADS_3

Dirga benar-benar minta maaf atas insiden yang telah terjadi di perusahaannya. Saat ini Sherly dan Kaisar sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, karena keduanya mengalami pingsan. Beruntung saja Sherly tidak kenapa-napa, jika sampai terjadi sesuatu kepada Sherly maka sudah dipastikan Excel akan sangat murka.


"Tuan Excel, kami benar-benar minta maaf atas insiden yang telah terjadi hari ini. Kami juga minta maaf karena tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik," sesal Dirga, tidak bisa menangani kejadian itu dengan cepat.


Ingin marah, tetapi saat melihat Sherly sudah siuman, Excel mengurungkan niatnya. Dia menghampiri Sherly dan menanyakan apa yang dia rasakan saat ini.


"Apa ada keluhan lain? kalau memang ada, katakan saja!"


Sherly menggeleng pelan. "Tidak ada Tuan. Saya tidak apa-apa. Mungkin hanya kurang pasokan oksigen saja tadi. Bagaimana dengan keadaan Kaisar?" tanya Sherly yang menghawatirkan keadaan Kaisar.


Excel mengernyit, dia heran kepada Sherly yang malah mengkhawatirkan orang lain. Sejak kapan Sherly peduli kepada orang lain?


"Apakah saat di dalam lift tadi, kamu terkena benturan?" tanya Excel.


Sherly menggelengkan. "Tidak Tuan."


"Lalu mengapa kamu malah menanyakan keadaan orang lain, sejak kapan kamu menjadi peduli terhadap orang lain?"


Sherly segera menyadari kesalahannya. Dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia terlalu mengkhawatirkan Kaisar. Mungkinkah karena dia merasa kasihan kepada lelaki yang takut akan telat itu? Dia hampir saja mati di dalam lift. Jika tidak ada dirinya, mungkin Kaisar sudah mati berdiri.


"Maaf tuan, saya hanya takut jika dia benar-benar mati."


Saat ini Excel menyuruh Sherly untuk beristirahat saja dan dirinya sendiri yang akan melakukan pertemuan dengan Dirga.


Dalam kesempatan ini, selain membahas masalah pekerjaan Excel juga membahas atas kelalaian pihak keamanan. Seharusnya Dirga juga harus menyiapkan petugas yang ahli untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Bayangkan saja, jika Excel tidak datang lebih cepat mungkin aset berharga milik perusahaannya tidak akan selamat karena pasti akan kekurangan oksigen di dalam sana.


"Saya tidak ingin hal ini terjadi lagi. Saya harap ini akan menjadi pelajaran untuk anda." Setelah mengucapkan kata tersebut, Excel segera meninggalkan Dirga yang masih terpaku.


Dirga tidak bisa menyalakan para petugas yang sudah berusaha, karena posisi lift memang sulit untuk diperbaiki dengan cepat.

__ADS_1


****


Karena Excel menyuruh Sherly untuk beristirahat, akhirnya dia harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bisa dia rasakan baru beberapa jam tanpa sosok Sherly sudah membuatnya frustrasi. Bagaimana tidak semua pekerjaan dia yang mengerjakan. Biasanya dia hanya tinggal menyuruh Sherly untuk mengerjakannya.


Malam ini Excel terpaksa harus lembur di kantor, karena pekerjaannya belum juga siap. Hal itu membuat Sherly merasa heran, karena biasanya jika Excel ingin melakukan lembur atau meneruskan pekerjaannya dia akan pulang terlebih dahulu, tetapi tidak untuk malam ini.


Daisy berusaha menghubungi Excel, tetapi nomor ponsel suami tidak bisa dihubungi. Dia merasa semakin gelisah, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada suaminya.


Daisy mondar-mandir di depan ruang tamu untuk menunggu kedatangan Excel. Mina yang melihat Nona-nya sedang gelisah, segera menghampirinya.


"Apa yang sedang anda lakukan disini Nona? Apakah anda sedang membutuhkan sesuatu?" tanya Mina.


"Aku sedang menunggu Excel, Mina.hingga sampai sekarang dia belum pulang dan ponselnya juga tidak bisa dihubungi. Aku takut jika terjadi sesuatu kepada dirinya," jawab Daisy dengan penuh rasa kecemasan.


Mina berusaha untuk menenangkan hati Daisy. ya percaya jika tidak akan terjadi hal buruk kepada Tuan-nya.


"Anda tidak perlu mencemaskanTuan, dia pasti akan baik-baik saja. Mungkin saat ini masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan," hibur Mina.


Meskipun Daisy sudah berusaha untuk tetap tenang, tetapi tetap saja pikirannya belum bisa sepenuhnya untuk tenang. Dia masih memikirkan Excel.


Tepat pukul 11.00 malam, Excel baru sampai di rumahnya. keadaan rumah sudah gelap karena memang semua pelayan sudah tertidur. Badannya sudah terasa sangat lelah, ingin rasanya dia cepat-cepat merebahkan tubuh keranjang tempat tidur.


Satu hari tanpa adanya Sherly membuat harinya sudah membuatnya sangat kewalahan. Sesampainya di kamar dia sudah melihat sang istri tidak tidur pulas. Excel tidak tega untuk membangunkan Daisy akhirnya dia hanya membenarkan selimutnya saja. Malam ini tidak ada penerbangan ke luar angkasa karena pilot sudah tertidur pulas.


****


Daisy menggeliat, dia merasakan sebuah tangan sedang memeluk perutnya. Perlahan dia mengerjap dan melihat wajah suaminya masih dalam keadaan tidur.


Karena tidak ingin mengganggu Excel yang masih tertidur, dengan langkah pelan Daisy menuruni ranjang untuk menyiapkan keperluan Excel nanti. Namun, saat Desi hendak turun tangannya langsung ditarik oleh Excel sehingga dia jatuh lagi ke tempat tidur.

__ADS_1


"Mau ke mana? kita belum melakukan penerbangan dan kamu sudah mau meninggalkanku begitu saja? Aku tidak mau tahu pagi ini aku ingin keluar angkasa lebih lama karena tadi malam tidak sempat." kata Excel dengan mata yang masih terpejam.


Daisy terkejut dia hanya bisa memegangi dadanya yang sudah jedug jegud saat tangan Excel sudah mulai berkeliaran di dadanya.


Pagi yang indah mentari bersinar dengan cerah menambah gairah sepasang suami istri yang sedang melakukan peluncuran luar angkasa.


Setelah siap melakukan peluncuran keduanya pun membersihkan diri masing-masing. Desi sudah menyiapkan pakaian milik Excel sebelum dia meninggalkan kamar.


Pagi ini Daisy ingin menyiapkan menu baru yang baru saja ia pelajari kemarin dari si Mbah Google.


Dengan dibantu oleh Mina, Daisy telah selesai menyiapkan masakannya dan tinggal menunggu Excel untuk turun dan sarapan bersama.


Sambil mengelus perutnya yang mendapatkan tendangan dari dua calon baby-nya, Daisy menatap langkah suaminya yang sudah mulai mendekat.


"Selamat pagi, Sayang?" Excel.


Wajah Daisy yang mendengar jelas kata sayang langsung segera bersemu. Sambil menyunggingkan senyumnyaDaisy berkata, "Kamu gak lagi kesambet 'kan Excel?"


Excel ertawa melihat wajah Daisy yang sudah memerah. "Memangnya ada yang salah, kalau aku panggil kamu Sayang? Tidak kan?" kekeh Excel.


Daisy ikut ikut nyengir. Jangan ditanya bagaimana tentang hatinya saat ini, tentu sangat bahagia. sebelum Excel memulai sarapannya dia mengelus perut Daisy terlebih dahulu dan menyapa kedua anaknya di dalam sana. Excel sangat bahagia saat salah satu calon anaknya adalah calon penerus dirinya kelak.


"Halo selamat pagi kesayangan Daddy semua? kalian nggak papa kan? Maaf tadi jadi terlalu bersemangat saat main bola semoga kalian tidak cedera ya." Excel mengelus perut Daisy lalu diiringi dengan satu ke.cu.pan penuh cinta.


.


.


.

__ADS_1


🌼 BERSAMBUNG 🌼


Halo halo selamat pagi, aku datang lagi titik jangan lupa tinggalkan jejaknya ya! oke?


__ADS_2