Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 56


__ADS_3

"Excel, bisakah kamu pulang sebentar?" Suara Daisy dari balik telepon


Excel yang masih berada di kantor merasa heran, mengapa Daisy tiba-tiba menelepon dan menyuruhnya untuk pulang. karena selama ini dausi tidak pernah seperti ini bahkan ia selalu acuh meskipun Excel pulang terlalu malam.


"Ada apa Syi?" tanya Excel.


"Tidak ada Excel, tapi aku hanya menginginkan ... " Daisy menggantungkan ucapannya sejenak. Dia takut juga permintaannya tidak akan dituruti oleh Excel.


"Menginginkan apa? Nanti biar Sherly yang mencarikannya untukmu."


"Tapi kamu tidak marah kan? Aku ingin makan durian."


"Syi, kamu kan sedang hamil muda mana boleh makan durian. Tidak! aku tidak akan mencarikannya. Yang lain saja!" Excel kemudian mematikan sambungan telepon.


Daisy membuang kasar nafasnya, selama ini dia tidak pernah meminta aneh-aneh kepada Excel, tetapi mengapa Excel tidak menuruti mau keinginannya? hal itu membuat Daisy merasa sedikit kecewa kepada Excel. Untuk apa banyak uang jika hanya untuk membelikan durian saja dia tidak mau.


"Nona anda mau ke mana? anda tidak boleh keluar rumah!" seorang pelayan mencegah Daisy yang hendak pergi dari rumah.


"Aku hanya ingin keluar sebentar."


"Tetapi anda tidak boleh keluar tanpa izin dari Tuan Excel, Nona. "


"Aku heran dengan Excel! Mengapa aku tidak boleh keluar dari rumah. Aku merasa bosan berada di rumah terus. Aku bukan tawanan dan aku juga bukan penjahat aku ini istrinya."


"Maaf Nona, saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Sebaiknya anda kembali ke kamar jika anda membutuhkan sesuatu, silahkan beritahu saya saya akan melayani anda."


Daisy memincingkan matanya. "Jika begitu baiklah saat ini aku menginginkan makan buah durian, jadi tolong kamu carikan untuk saya sekarang juga!"

__ADS_1


"Baik Nona, saya akan carikan sekarang juga." Pelayan itu kemudian meninggalkan kamar Daisy.


Di dalam kamar Daisy merasa sangat bahagia keinginannya untuk makan buah durian akan segera terwujudkan. Selama ini dia tidak menyukai buah durian karena aromanya yang sangat menyengat. Tetapi entah mengapa tiba-tiba dia ingin memakan buah itu.


Pelayan rumah yang tidak ingin mengambil resiko besar memilih menghubungi Tuan mereka tidak ingin terjadi sesuatu kepada Nona mereka.


Mendengar pengaduan dari pelayan, Excel tidak mengizinkan pelayan untuk mencarikan buah durian untuk Daisy. karena saat ini Desi sedang hamil muda.


Untung saja pelayan itu menghubungi tuannya lebih dahulu, jika tidak mungkin habislah riwayatnya karena keteledorannya.


Satu jam lebih dari menunggu pelayan itu dalam kamar, merasa bosan karena sampai saat ini Daisy masih diperlakukan seperti tawanan akhirnya dia memilih untuk ke rumah belakang, di mana Adel berada.


Saat menuruni anak tangga dia berpapasan dengan pelayan yang tidak tahu siapa namanya. "Mana pesananku tadi?"


Pelayan itu merasa gugup saat Daisy menanyakan pesanannya tadi. Maaf Nona, tetapi Tuan Excel melarang saya untuk mencarikan buah durian untuk anda. Anda sedang hamil muda Nona, buah itu tidak baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Mohon Anda untuk mengerti!" Pelayan itu kemudian berlalu meninggalkan Daisy yang masih mematuhi anak tangga.


Sesampainya di rumah belakang, Daisy melihat Adel sedang merawat kelinci-kelinci itu. Sejenak Daisy mengingat kejadian 20 tahun yang lalu di mana dia dan Alex sama-sama menyukai kelinci. Dan saat itu juga Alex pernah berjanji kepada Daisy bahwa dia akan memberikan Daisy kelinci yang banyak. mungkinkah ini adalah kelinci-kelinci yang dimaksud oleh Alex?


"Adel!" panggil Daisy.


Adel terkejut dengan kedatangan Daisy. Bukankah hubungannya dengan Tuan Excel sudah membaik, lalu mengapa sekarang Nona-nya datang kepada dirinya? apakah dia membutuhkan jalan pintas untuk keluar lagi?


"Ada apa, Nona?" tanya Adel


"Bolehkah aku bertanya? saat itu kamu pernah mengatakan bahwa tidak boleh satu orang pun yang boleh menginjakkan kakinya di sini?"


"Iya benar Nona. Tempat ini khusus untuk kelinci-kelinci kesayangan Tuan Excel," jelas Adel.

__ADS_1


"Kelinci kesayangan?" Daisy membeo.


"Mengapa bisa seperti itu?" tanya Daisy lagi.


"Saya tidak tahu, Nona."


Adel ingin melarang saat Daisy menangkap seekor kelinci yang mengelusnya dengan pelan tapi dia tidak tega. ada tahu jika Nona mereka sangat kesepian. Perlakuan Tuan Excel mungkin membuat Nona-nya sedikit tertekan. Bayangkan saja Nona mereka dilarang keras untuk keluar rumah, dan semua kegiatannya juga dibatasi. Siapa yang akan sanggup hidup seperti itu?


Saat Daisy sedang asyik dengan kelincinya tiba-tiba datang seorang pelayan yang memanggilnya dan mengatakan bahwa Tuan Excel sudah datang.


"Nona, Tuan mencari anda," kata pelayan.


"Katakan kepada dia bahwa aku ada di sini. Aku tidak ingin menemuinya!"


Pelayan itu mau pelan lalu undur diri. Sungguh rumit hubungan antara Tuan mereka dan Nona mereka.


Excel hanya bisa membuang kasar nafasnya saat pelayan mengatakan bahwa Daisy tidak ingin menemuinya. baiklah mungkin saat ini Excel harus sedikit mengalah.


Sambil menenteng buah durian Excel memasuki rumah belakang. Di mana rumah itu tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang, tetapi entah mengapa jika Daisy yang masuk ke tempat itu Excel tidak pernah merasa keberatan.


"Syi," panggil Excel


Daisy menoleh, dia menatap excel dengan tatapan yang berbinar ketika tahu apa yang sedang Excel bawah saat ini.


"Excel, kamu .... " Daisy menjeda ucapannya, lalu memilih untuk segera mendekati Excel.


__ADS_1


__ADS_2