Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 48


__ADS_3

Kerena Excel tidak mau mengantarkan malam ini juga, Daisy memilih untuk mengabaikan Excel begitu saja. Dia tidak peduli dengan suaminya yang tidak bisa tidur akibat Daisy tidur sambil membelakanginya.


"Syi, aku tahu kamu belum tidur," ucap Excel.


"Aku janji besok akan mengantarkan mu ke rumah Daddy-mu. Tapi ... keluar dulu kita yuk! Aku pengen makan rujak." Excel berkata, sambil menelan ludahnya.


Daisy langsung membalikkan badannya. Ingin tertawa, tetapi dia masih marah. Sebisa mungkin Daisy menyembunyikan perasaan yang ingin menertawai keinginan Excel yang aneh-aneh. Mana ada orang yang berjualan rujak malam-malam seperti ini.


"Kamu kenapa liatin aku seperti itu?" protes Excel.


"Aku hanya kagum kepada kuasa Tuhan karena dia memilih kamu untuk merasakan nyidam.," kekeh Daisy.


Excel mengernyitkan dahinya. Apakah keinginannya selama ini adalah nyidam? Jika benar begitu, Excel harus memprotes kepada anaknya.


"Jadi kamu yang hamil, aku yang ngidam? pantas saja aku merasa aneh pada diriku sendiri, sampai-sampai di teriaki maling oleh pemilik mangga saat itu."


"Apa? kamu diteriaki maling? kenapa bisa? Jangan bilang kamu nyolong mangga ya? Astaga Excel ... uang kamu banyak. Kenapa harus maling mangga segala?" Daisy menertawakan kebodohan Excel.


Melihat Daisy bisa tertawa, membuat Excel semakin lega. Itu tandanya Daisy tidak marah lagi.


"Syi," panggil Excel.


"Hmm."


"Kamu masih marah?" tanya Excel.

__ADS_1


Daisy yang menyadari jika dirinya masih marah segera menjauhkan diri dari tubuh Excel, tetapi Excel malah menahannya.


"Udah sini aja!"


Daisy tak menolak. Dia yang sangat menyukai aroma tubuh Excel, munafik jika ingin memberontak.


"Jadi gimana? maukah nemenin aku nyari rujak?"


******


Excel yang keras kepala tidak mendengarkan ucapan Daisy harus menelan rasa kekecewaan yang tidak menjumpai tukang rujak yang berjualan di pinggir jalan. Biasanya Excel akan melihat tukang jualan rujak itu ada di ujung gang.


"Sudah aku bilang, kalau malam itu waktunya untuk tidur, bukan untuk cari rujak!" cibir Daisy.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya aku harus menemukan rujak malam ini!"


"Excel memukul stir kemudinya saat usahanya sia-sia. Tak terima atas kekecewaannya Excel segera menghubungi Sherly untuk mencarikan rujak.


Sherly yang sudah berada di alam mimpi harus terusik karena sebuah panggilan telepon yang terus menerus tiada hentinya. Ingin mengabaikan panggilan tersebut, tetapi Sherly segera teringat bahwa nada panggil itu adalah nada khusus yang ia terapkan untuk Excel.


Sambil mengucak matanya Sherly menjawab panggilan tersebut. Baru saja telepon di letakkan ke telinga, Sherly sudah tidak sanggup untuk mendengarkan suara Excel dari seberang sana. Mata membulat saat Excel menyuruhnya untuk mencarikannya rujak saat ini juga.


"Tuan, apakah anda tidak bisa tidur? Rujak iti hanya akan di jual di siang hari. Percuma saja jika saya memutari kota ini hanya untuk mencari rujak, saya tetap tidak akan mendapatkan makanan itu."


( Aku tidak mau tahu! yang aku tahu sekarang aku menginginkan rujak dan kamu harus segera mencarikan sekarang juga. )

__ADS_1


Panggil terputus begitu saja, membuat Sherly merasa sangat geram kepada bos-nya yang suka memerintah dirinya se-enak jidatnya sendiri.


Malam ini Sherly gagal untuk tidur lebih awal. Padahal dia ingin sekali untuk menikmati waktu tidurnya. Jarang-jarang Sherly bisa mempunyai waktu senggang seperti malam ini. Namun, nyatanya semua tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Ada saja perintah Excel yang membuatnya hampir gila malam ini. Kemana lagi Sherly akan mencari rujak di saat para penjualnya sudah tertidur pulas?


Tidak kehilangan akal, Sherly memilih pergi ke supermarket untuk membelikan buah-buahan yang hendak ia ekskusi menjadi makanan yang Excel inginkan.


Dengan bermodalkan internet, Sherly bisa menciptakan rujak ala dirinya sendiri dengan mata yang setengah mengantuk.


Rasanya ingin sekali memaki bos-nya, tapi apa daya dia masih nyaman bekerja bersama dengan Excel. Selain gaji yang lumayan besar, Sherly juga bisa untuk menyalurkan hobinya bela diri. Dengan bergabung menjadi anggota EX grup, Sherly sering sekali melumpuhkan kawan. Pantas saja jika Sherly dijuluki Bintang kehidupan, karena keahliannya dalam melumpuhkan lawannya.


Setelah dirasa cukup m, Sherly segera mengemas beberapa potong buah dan sambalnya dalam tempat yang terpisah.


"Mau makan rujak aja ganggu orang tidur," gerutu Sherly.


.


.


.


.


Halo-halo aku datang lagi. Jangan lupa jejaknya. Satu like dan satu komentar adalah semangat buat aku. Apalagi jika kalian sering2 menebar kopi untukku 😀😀


Guys ... ramaikan yuk Audio Hidden Baby yang di dubber oleh dubber keren PIMOY. Tambahkan ke rak Favorit, like dan beri komentarnya dong 🙏🙏

__ADS_1


Untuk sebelumnya aku mau ucapin terimakasih buat kalian yang sudah mau mendukung Audio Hidden Baby 🥰



__ADS_2