
Excel sudah berhasil membawa Daisy pulang ke rumah, sementara itu Felix sudah ditangani oleh Sherly.
Excel menatap nanar kepada Daisy yang saat ini sedang terlelap dalam tidurnya. Seharusnya dia bisa menjaganya dengan baik, bukan malah membuat dia ikut terseret dalam masalah.
"Tuan, di bawah ada Nona Sherly ingin bertemu dengan anda," ucap Mina.
"Suruh dia kesini!"
Saat ini Excel dan Sherly sudah berada di balkon. Anak buah yang diutus oleh mereka sudah menemukan pelaku penyerang malam itu dan ternyata tidak ada sangkut pautnya dengan Felix.
Sementara untuk Felix sudah berhasil diamankan oleh Sherly. Mereka hanya tinggal menunggu kabar berita yang akan keluar besok pagi mengenai Felix yang sudah masuk kedalam rumah dengan wajah yang sudah babak belur dan kemungkinan mengalami patah tulang.
"Tuan, sepertinya dalang di balik semua ini tak lain adalah Tuan Arathorn. Saya belum bisa memastikan dengan jelas, tetapi sepertinya Tuan Arathorn yang gila harta itu sedang menyusun sebuah rencana untuk menjatuhkan anda. Apakah saya harus mengorek informasi mengenai dia?"
Excel mengangguk. Dia juga memikirkan hal yang sama, terlebih sikapnya yang tidak peduli dengan putrinya sendiri.
"Cari tahu sekarang juga! Aku penasaran dengan apa yang dia simpan."
Setelah kepergian Sherly, Daisy mengerjakan matanya. Tangan bekas ikatan terasa ngilu, apalagi wajahnya yang sedikit memar akibat tamparan dari tangan Felix.
"Syi .. jangan bergerak!" Excel segera menghampiri Daisy.
"Anak kita gak papa kan?"
Daisy yang masih shock hanya terdiam saat Excel mengajukan berbagai pertanyaan mengapa dia bisa sampai ke tangan Felix.
*****
Untuk malam ini Excel tidak bisa datang ke markas. Semuanya ia serahkan kepada Sherly karena saat ini dia ingin menemui Daisy yang membutuhkan dirinya.
__ADS_1
"Mana yang sakit? Bagian mana yang sudah di sentuh oleh Felix?"
Daisy menggeleng lemah. Bayang-bayang Felix masih jelas teringat saat dia hendak mengambil paksa kehormatannya yang sudah menjadi milik Excel sepenuhnya.
"Jangan menangis! aku akan menggantikan rasa sakit itu."
Daisy pasrah saat Excel sudah mulai menggantikan rasa sakit yang sudah Felix berikan dengan rasa yang tiada tara. Excel berhasil membuat Daisy men.de.sah nikmat dibawah kung.kung.annya. Malam ini menjadi malam indah untuk sepasang insan yang sedang bergelut di atasi ranjang dengan penuh gai.rah.
Daisy yang terbawa suasana tidak bisa menahan suaranya saat kecebong Excel sudah keluar membasahi hutan Amazon-nya.
Begitu juga dengan Excel yang mengerang dengan kuat sebelum dia tumbang kesamping.
Excel membelai wajah Daisy dengan penuh cinta sambil memeluknya. Begitu juga dengan Daisy yang memeluk erat pinggang Excel dan membenamkan kepalanya di atas dada Excel.
"Syi ... bisakah kamu jawab pertanyaan ku dengan jujur? aku tidak akan marah," ucap Excel
"Apa itu?"
Daisy menatap Excel dengan sendu. "Kamu masih tidak yakin jika bibi Liu meninggal karena jatuh dari lantai?" Daisy membuang kasar nafasnya dan mengeratkan pelukannya ke tubuh Excel.
"Apakah jika aku mengatakan, kamu akan lebih membenciku lalu menyiksanya ku kembali?"
"Apakah kamu bodoh? cukup aku yang bodoh telah menyakitimu. Aku berjanji tidak akan pernah membencimu, apalagi menyiksamu. percayalah!"
Flashback on
Ingat Daisy kembali ke 20 tahun silam. Saat itu dia dan ibunya baru saja pulang dari sekolah tiba-tiba melihat Michelle sedang marah kepada bibi Liu. Saat itu posisi bibi Liu setengah berlari karena Michelle berusaha untuk menangkapnya.
Daisy yang masih kecil yang ketakutan akan apa yang dia lihat hanya bisa bersembunyi dibalik tubuh ibunya.
__ADS_1
"Nyonya, wanita ini sudah bermain gila dengan suami anda!" teriak bibi Liu.
Karena anak tangga yang harus dilalui begitu banyak dan bibi Liu tidak memperhatikan langkahnya akhirnya bibi Liu terpeleset.
Semua kejadian saat itu adalah murni kecelakaan. Bibi Liu tidak di bunuh oleh siapapun. Dan berita yang meliput saat ini ada berita yang benar. Daddy-nya Daisy tidak membunuh bibi Liu.
Flashback off
Excel terperangah atas cerita yang baru saja dia dengar. Meskipun dalam hati dia masih berpikir bahwa ibunya meninggal karena sengaja di bunuh. Excel segera mengeratkan pelukannya kepada Daisy yang tiba-tiba menangis sesenggukan setelah menceritakan kejadian 20 tahun yang lalu.
"Syi ... kamu kenapa?" Excel panik.
"Jika kamu berpikir bahwa ibumu yang di bunuh, maka kamu salah besar! nyatanya ibuku-lah yang disingkirkan oleh perempuan itu. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana wanita itu mendorong ibuku dari atas balkon," Isak Daisy.
"Wanita? maksud kamu Mammy kamu?"
.
.
.
Nanti Aku sambung lagi 🥰 Terimakasih Vote, bunga dan kopi-nya 🥰🥰 Lope sekebon jengkol 🤭🤭 Othor lagi panen jengkol 😄😄
Oh iya, sambil menunggu Othor up lagi baca dulu dong novel dari temen Othor. Dijamin cerita seru! mampir ya!
Judul Novel : Beauty Cloads
Author : Ocybasoacy
__ADS_1