Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 78


__ADS_3

"Sherly," panggil lelaki itu. Lelaki yang tak lain adalah Kaisar. Demi menyogok istri bosnya, Kaisar rela mengantri hanya demi satu mangkok bakso.


Sherly tersentak, ternyata dia tidak mimpi. Dan lelaki itu benar-benar adalah Kaisar, lelaki yang dianggap sangat menyebalkan.


"Kaisar." Sherly ternganga.


Ya Tuhan ... ternyata ini bukan mimpi. Mengapa aku harus bertemu dengannya hari ini? Jika seperti ini bagaimana aku bisa membuang jauh-jauh bayangan dirinya dalam pikiranku?


Sherly menggerutu dalam hati. dia hanya bisa merutuki nasibnya yang semakin runyam setelah bertemu dengan Kaisar. Bagaimana tidak, setiap malam pikirannya selalu memikirkan Kaisar. Belum lagi kaisar yang selalu menghubungi dirinya lalu tiba-tiba bertemu begitu saja.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Kaisar kepada Sherly yang masih terpaku.


Sherly segera mengalihkan pikirannya sambil membuang kasar nafasnya. "Bukan urusanmu mengapa aku di sini," ketus Sherly.


Tidak mungkin Sherly mengatakan bahwa dia merasa penasaran akan tempat itu. Semua ini memang gara-gara Kaisar yang selalu membayangi pikirannya.


"Udah ah, aku muak melihat mu di sini," ketus Sherly lagi sambil melangkah meninggalkan tempat itu.


Kaisar hanya menautkan alisnya, memangnya apa yang salah dengan dirinya? Apakah Kaisar terlalu menjijikan hingga Sherly merasa muak? Kaisar menggeleng menepis pikirannya.


Sejenak Kaisar tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia segera mengejar Sherly dan mengajaknya untuk makan bersama.


Sherly tidak bisa menolak karena Kaisar sudah menarik tangannya untuk duduk di sebuah meja.


"Sebelum kamu pergi, kamu wajib cicipi dulu bakso di warung ini. Pasti kamu bakal ketagihan," pinta Kaisar.


Tanpa persetujuan dari Sherly, Kaisar segera memesan dua mangkok bakso. Sejenak dia mengabaikan pesanan bakso untuk ibu bosnya. Tidak ada salahnya memanfaatkan kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali.


Bu Bos, maafkan aku. Kali ini aku tidak bisa membuang kesempatan emas yang sudah ada di depan mata. Entah mengapa aku selalu tertarik kepada sosok wanita ini, dia memang berbeda dari wanita pada umumnya. batin Kaisar


Sherly terlena akan jamuan yang Kaisar berikan Kaisar kepada dirinya. Sehingga dia melupakan tugas dari Excel untuk mencari Daisy.


Rasanya baru saja menikmati waktu berdua dengan Sherly, Kaisar harus merelakan wanita itu untuk pergi melanjutkan pekerjaannya lagi. Sebelum Sherly beranjak pergi, Kaisar mengingatkan bahwa nanti siang istri bosnya ingin bertemu dengan Sherly. mendadak Sherly terpaku, jantungnya berdegup lebih kencang.


Ya Tuhan ... apakah istri Tuan Dirga akan melabrak ku? apakah dia berpikir aku mempunyai hubungan dengan Tuhan Dirga? mengapa aku menjadi takut dan gugup untuk menemuinya nanti.

__ADS_1


Dengan jantung yang berdebar, Sherly mencoba untuk menetralkan nafasnya.


"Apakah aku telah melakukan kesalahan, sehingga istri Tuan Dirga ingin bertemu denganku?" tanya Sherly.


"Tidak ada. Kamu tidak mempunyai salah apa-apa, hanya saja istri Tuan Dirga ingin mengenalmu lebih dalam. Kamu tenang saja kamu tidak akan dimakan kok, percayalah!" Kaisar meyakinkan Sherly agar dia bisa datang menemui Vie nanti siang.


"Baiklah atur saja tempatnya."


Sherly berlalu begitu saja sedangkan Kaisar masih menatap punggung wanita itu hingga dia masuk ke dalam sebuah mobil.


Yes. akhirnya masuk perangkap juga.


Kaisar tertawa dalam hati. Cinta memang harus diperjuangkan. Eh, tunggu! apa tadi? Cinta? apakah aku sudah benar-benar jatuh cinta kepada wanita itu?


...πŸ’—πŸ’—πŸ’—...


Saat Sherly membuka pintu dengan wajah yang lesu, matanya di terkejutkan oleh pasien penghuni ruangan tersebut. Bagaimana tidak mata sucinya telah ternodai oleh pemandangan di depannya. Sepasang suami istri sedang bertukar saliva dengan de.ca.kan yang menggema di seluruh ruangan.


Sherly hanya bisa menelan kasar ludahnya. Rasanya dia ingin marah kepada Excel. Dia sudah keliling sepanjang jalan untuk mencari istrinya, tetapi ternyata wanita itu ada disini dan sedang melakukan ciuman panas bersama dengan dirinya.


Sherly merutuki hatinya yang terasa sangat panas saat melihat kejadian itu.


"Bodoh ... bodoh ... bodoh!" Sherly memaki dirinya sendiri. Perasaan ini jelas salah, sangat salah!


"Sherly tenang!" Sherly mengambil nafas dalam lalu membuangnya pelan.


Karena melihat Excel yang sudah baik-baik saja dan ada Daisy yang menunggu dia, maka Sherly memutuskan untuk kembali ke kantor untuk menghandle pekerjaan Excel. Bukan tanpa alasan, ia ingin menyibukkan diri agar melupakan kejadian yang baru saja dia lihat.


Hingga tiba waktu makan siang, Sherly baru bisa keluar dari ruangan Excel. Sesuai janjinya kepada kaisar, siang ini Sherly akan bertemu dengan istrinya Tuan Dirga. Bahkan Kaisar juga sudah men-share lokasinya kepada Sherly. Tidak butuh waktu lama, Sherly sudah sampai di lokasi di mana Vie sudah menunggu dirinya.


Sebisa mungkin Sherly berusaha untuk tenang. jika dia bisa menghadapi seribu musuh, mengapa untuk menghadapi satu orang dia harus merasa gugup?


Aku pasti bisa. Batin Sherly


Vie tersenyum manis saat melihat kedatangan Sherly ke mejanya. Wanita itu tidak seburuk yang dikatakan oleh kaisar. Dia cantik, hanya saja kecantikannya ditutup dengan pakaiannya saja.

__ADS_1


"Selamat siang Nona," sapa Sherly.


Vie ingin tertawa saat mendengar sebutan baru untuk dirinya. Sherly adalah orang pertama yang menyebut dirinya dengan sebutan Nona.


"Iya, selamat siang juga." Vie tersenyum kecil sambil menahan tawanya.


Untuk beberapa saat Vie masih meneliti Sherly dengan jeli. Setelah kepergian Miss Queen, Kaisar menjadi sedikit terbuka tentang kepada Vie tentang perasaannya. Saat itu Kaisar benar-benar jatuh dan terpuruk. Tetapi setelah bertemu dengan Sherly seakan rasa yang mati itu telah hidup kembali. Vie tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, dia harus tetap mendukung Kaisar agar tidak menjomblo lagi, mengingat usianya juga sudah matang untuk berumah tangga.


"Maaf ya sudah mengganggu waktu kamu. Jangan tegang seperti itu, aku hanya ingin mengenalmu saja. Apakah boleh?" tanya Vie untuk mencairkan suasana, karena dia telah melihat Sherly sangat gugup.


Sherly memaksakan senyumnya. "Dengan senang hati Nona. Suatu kehormatan untuk saya jika anda ingin mengenal saya lebih dalam. Saya bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. Saya hanya seorang asisten Tuan Excel saja tidak lebih dari itu," ucap Sherly dengan rendah hati.


"Kamu terlalu rendah hati Sherly. Apakah kamu sudah memiliki calon pendamping hidup?"


Mata Sherly membulat. Pertanyaan macam apa ini? Apakah kekhawatirannya akan benar-benar terjadi hari ini? apakah wanita yang ada di depannya ini akan melabrak dirinya dan menuduhnya telah menjalin hubungan dengan suaminya? Sherly menggeleng pelan, menepis pikiran buruknya.


"Tidak usah tegang seperti itu, aku hanya ingin memastikan saja. Jika belum ada aku ingin kamu menjadi pendamping Kaisar!"


Deg!


Dengan mata yang melebar, Sherly menelan kasar ludahnya. Apakah dia tidak salah dengar?


mengapa harus ada hubungannya dengan Kaisar?


Lagi-lagi Kaisar ... Kaisar ... dan Kaisar, batin Sherly.


.


.


.


...πŸ’—πŸ’—πŸ’—...


🌼 BERSAMBUNG🌼

__ADS_1


HALO HALO TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG MASIH SETIA DENGAN CERITA INI LOPE LOPE SE KEBUN TOGE πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2