
Baru saja ingin tergelap dalam tidurnya, suara ketukan pintu telah membangunkan Daisy. Bukan tanpa sebab, di luar sana tangisan Baby Hazel sudah terdengar sangat keras. Daisy mulai mengerjapkan matanya, dia melihat ke samping di mana Excel masih terlelap dalam tidurnya. Semua ini gara-gara Excel, Daisy harus memberikan pelayanan service terbaiknya setelah empat bulan Excel menahan puasanya. Setelah memakai pakaiannya kembali Daisy segera membuka pintu dan mengambil Baby Hazel yang kemungkinan sudah haus.
"Maafkan saya Nona, sudah lancang membangunkan anda, tetapi saya bingung ketika Baby Hazel tidak mau berhenti menangis. Kemungkinan dia haus karena stok A S.I anda di lemari pendingin sudah habis." Mita, baby sitter anaknya memberikan penjelasan jika Baby Hazel terlalu kuat untuk meminum A.SI.
Setelah memberikan Baby Hazel kepada Daisy, Mita segera undur diri. Begitu juga dengan Daisy yang segera membawa Baby Hazel ke dalam kamarnya.
Biasanya jika Baby Hazel sudah sulit untuk ditenangkan maka satu-satunya cara adalah memberikannya kepada Daddy-nya. Entah mengapa kedua anak Daisy jika sudah berada di tangan Excel pasti akan langsung tenang.
"Cup ... cup jangan nangis ya, kita bangunin Daddy dulu biar Mommy bisa membersihkan diri, oke?"
Daisy berjalan mendekati ranjang di mana Excel masih tertidur pulas dengan selimut yang menutup separuh tubuhnya.
"Sayang, bangun! Baby Hazel nggak bisa di diemin. Aku mau mandi." Daisy menggoyangkan tubuh Excel.
Suara tangisan anaknya mampu membuat Excel membuka matanya. Dengan mata yang masih sedikit menutup Excel melihat Baby Hazel yang berada di dalam gendongan Daisy.
"Kenapa dia menangis?" tanya Excel.
"Mungkin dia sudah haus dan lapar karena kata Mita stok ASI di lemari pendingin sudah habis. Kamu tahu kan aku belum mandi? jadi sekarang tugas kamu menenangkan Baby Hazel terlebih dahulu, oke?"
Setelah memberikan Baby Hazel kepada Excel, Daisy segera menuju ke kamar mandi. Dia menggunakan jurus mandi kilat. Siram air pakai sabun siram lagi.
Excel menautkan alisnya ketika melihat Daisy sudah keluar dari kamar mandi padahal belum juga ada dua menit dia masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu mandi atau cuci muka?" tanya Excel.
"Tidak penting yang penting sekarang aku sudah bersih," sindir Daisy.
"Baby Hazel mana?" tanya Daisy saat melihat Excel tidak menggendong anaknya.
Excel tersenyum mantan istrinya. "Baby Hazel sudah tidur lagi. Kalian ini para perempuan menenangkan bayi kecil saja tidak bisa, sungguh memalukan!"
Sebenarnya Daisy dan Mita bukan tidak bisa menenangkan bayi kecil, tetapi memang begitulah anak-anak Excel. Dia akan langsung tenang saat berada dalam gendongan dirinya. Entah mengapa bisa seperti itu, Daisy selaku ibunya saja kadang merasa iri karena Excel lebih pandai menenangkan anak-anaknya ketimbang dia.
"Sudah sana mandi, nanti kamu telat ke kantor!" perintah Daisy.
"Hari ini aku akan ke kantor agak siang. Aku masih mengantuk dan lelah. Setelah ini bawa Baby Hazel ke kamarnya lagi. Pastikan kamu stik A.S.i yang banyak agar kedua bayi itu tidak mengganggu kita!" Excel memberikan perintah kepada Daisy.
"Kita?" Daisy membeo.
.
.
...~~~~...
Di sebuah ruang kerja, Sherly merasa sangat kesal, kepalanya pusing, bahkan dia sampai kurang tidur gara-gara tugas dari Excel untuk mencari pelaku penembakan tadi malam. Baru juga ingin beristirahat sebentar, lagi-lagi perintah Excel datang. Terpaksa untuk hari ini Sherly tidak bisa menemani Kaisar untuk makan siang. Namun, siapa yang menduga jika Kaisar akan mendatangi kantor Sherly.
__ADS_1
Sherly terkejut saat melihat sosok Kaisar yang sudah berada di depan mejanya. "Kaisar," lirih Sherly.
Kaisar segera mendekat. "Kalau kerja ingat waktu! waktunya istirahat makan siang ya istirahat! jangan hanya gara-gara pekerjaan kamu jatuh sakit. Kita makan siang dulu ya," ajak Kaisar.
Sherly menggeleng pelan. "Tidak Kai, hari ini pekerjaanku banyak. Tuan Excel tidak datang ke kantor, jadi semua pekerjaan aku yang menanganinya," jelas Sherly.
Tanpa diduga Kaisar menuntun Sherly untuk duduk ke sofa. "Kamu bisa nurut nggak sih? kalau pekerjaanmu semakin berat aku tidak sabar untuk segera menikahimu dan membuatmu resign dari kantor ini agar Tuan Excel mu itu jumpalitan sendiri. Enak saja dia libur, tetapi menumpahkan semua pekerjaan kepada orang lain. Memang bos tidak ada tanggung jawabnya!" gerutu Kaisar.
Sherly hanya pasrah saat Kaisar melarangnya untuk mengerjakan tugasnya lagi. Bahkan Kaisar juga sudah memesankan makanan via online. Saat ini Kaisar malah yang mengerjakan tugas Sherly, sementara itu Sherly menikmati makan siangnya di samping Kaisar. Karena merasa kasihan kepada kaisar, sesekali Sherly sesekali mengusapkan makanan ke mulut Kaisar. Sebenarnya Sherly bisa sendiri mengerjakan pekerjaannya tetapi Kaisar bersikeras untuk membantu Sherly.
"Lain kali katakan jika Tuan-mu itu memberikan pekerjaan yang terlalu berat! jadi saat itu juga aku akan memanggil Pak penghulu untuk menikahkan kita. Mengerti kamu?" ancam Kaisar.
"Iya, iya aku tahu. Kagi pula aku sudah terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan seperti ini Kai," timpal Sherly.
"Apa?" Kaisar terkejut akan ucapan Sherly.
"Dasar Bos nggak berguna! udahlah Sher, kita nikah aja ya!"
.
.
.
__ADS_1
🌼 BERSAMBUNG 🌼
ayo ayo jangan lupa like and comment biar kagak kena getok palu 🤕🔨