Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 110


__ADS_3


Rey, bronis kesayangan othor dalam novel Segenggam Luka ♥️


...~~~...


Entah harus bahagia atau bersedih ketika Kaisar mengetahui jika Sherly saat ini sudah memutuskan resign dari kantornya. Kata Sherly saat ini dia hanya ingin fokus dengan statusnya saat ini sebagai seorang istri. Bahkan Sherly juga mengatakan bahwa dirinya juga sudah siap untuk menjadi ibu dari anak Kaisar.


"Apakah kamu serius, Sher? kamu tidak menyesal resign dari kantor secepat ini?" tanya Kaisar.


"Tidak. Aku sudah yakin dengan keputusanku saat ini. Aku hanya ingin menjalani peranku sebagai seorang istri syukur-syukur secepatnya aku akan menjadi seorang ibu." Sherly menarik kedua garis simpul di bibirnya.


Tak disangka, ternyata Sherly yang sedikit keras kepala akhirnya dia luluh dan menyerah begitu saja. Kaisar tak hentinya mengucapkan kata syukur atas keputusan yang telah Sherly buat. Berarti langkah selanjutnya adalah Kaisar harus lebih giat menanam kecebong agar segera membuahkan hasil.


"Terima kasih ya, Sher. Kamu sudah menyerah dengan sendirinya. Aku akan berusaha secepat mungkin untuk mengabulkan keinginan untuk menjadi seorang ibu. Asalkan kamu mau lembur setiap hari," pungkas Kaisar.


Sherly hanya bisa tersenyum tipis atas ucapan kaisar. Setelah mengambil keputusan ini, Sherly pun segera berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsinya.

__ADS_1


"Kai, maafkan aku yang sudah egois. Aku harap kamu akan memaafkanku ketika kamu mengetahui apa yang telah aku lakukan. namun aku berdoa kepada Tuhan agar kau lebih baik tidak mengetahuinya. Maafkan aku yang egois, tetapi percayalah mulai saat ini aku tidak akan mengkonsumsi lagi obat itu." batin Sherly.


Kaisar merasa sangat bahagia. Pernikahan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Awalnya kaisar hanya ingin melupakan orang-orang yang telah menyakiti hatinya. namun siapa yang menyangka jika pilihannya itu sangat tepat saat menginginkan Sherly untuk menjadi pendamping hidupnya. Sherly yang dianggap dingin dan cuek nyatanya tidak seperti yang dia lihat. dia hanya menutupi kelemahannya dengan caranya sendiri.


"Baiklah kalau seperti itu, sebaiknya aku harus meminta izin kepada pak bos untuk mengajukan cuti tahunan ku. Aku akan menggunakan cuti tahunan itu untuk pergi bulan madu ke Paris, bagaimana Sher, kamu setuju kan kita honeymoon?" Kaisar memainkan matanya seolah sedang menggoda Sherly.


"Well ... tidak masalah. Sebaiknya kita memang harus pergi honeymoon," kekeh Sherly.


Jika Sherly dan kaisar sedang merasakan bahagia yang luar biasa, berbeda dengan excel yang merasa uring-uringan saat Rey tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Saat ini Rey sedang diuji coba oleh Excel untuk menembak sebuah apel yang berada di atas botol. Namun, ternyata Rey tidak pandai untuk membidikkan senjatanya.


"Stop! Sebenarnya kamu bisa membidik atau tidak?" sentak Excel.


"Lihatlah untuk memegang senjata saja tanganmu sudah bergemetar. Bagaimana jika nanti ada musuh yang menyerang bisa-bisa kau mati lebih dahulu," sarkas Excel.


"Maaf tuan saya sepertinya tidak bisa melakukan pekerjaan ini. saya hanya mengira jika pekerjaan saya adalah sebagai asisten pada umumnya di sebuah kantor. saya tidak mengetahui jika ada pekerjaan lain yang harus saya tangani. saya benar-benar tidak bisa masuk ke dalam dunia seperti ini lagi Tuan," jelas Rey.


"Sudahlah, sudah terlambat! Kamu adalah pilihan Sherly, aku yakin pilihan dia tidak akan pernah salah. Aku beri waktu kamu satu minggu untuk bisa memainkan senjata itu, jika tidak jangan salahkan aku jika kau akan mati di tangan lawan!" pesan Excel sebelum meninggalkan Rey di markas.

__ADS_1


Rey, menimbang kembali senjata yang ada di tangannya. Bayang-bayang saat dirinya telah membunuh seorang dengan senjata seperti itu dan pada akhirnya dia lari dari kenyataan.


"Sepertinya aku tidak diizinkan untuk lari dari kenyataan," gumam Rey.


Rey menutup matanya sebelum dia menghembuskan nafas beratnya. tak berapa lama sebuah suara letusan terdengar. Saya juga tidak menyangka jika tembakannya tepat mengenai sasaran. Excel yang memang belum meninggalkan tempat itu merasa sangat terkejut, bagaimana mungkin Rey bisa menembak dengan tepat sasaran.


"Sepertinya aku tidak boleh meremehkan Rey. aku percaya jika Sherly tidak akan pernah mengecewakanku," sinis Excel.


Sejak saat itulah Rey saat ini menjadi tangan kanan Excel. Bahkan pekerjaan gelap Rey tidak diketahui oleh sang istri, sama seperti Excel. Sudah lama menikah dengan Daisy, tetapi wanita itu tidak mengetahui pekerjaan lain dari suaminya.


Hari berlalu hari, 3 bulan Rey bekerja dengan Excel. Pagi ini Rey, meminta izin kepada Excel bahwa dia tidak bisa datang ke kantor, karena sang istri sudah tiba waktunya untuk melahirkan. Perasaan Rey begitu sangat menambahkan calon buah hatinya, hingga dia rela menemani istrinya berada di ruang persalinan.


"Tante harus kuat demi anak kita." Rey terus memberikan dukungan kepada Pita yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi buah hatinya.


"Terima kasih Rey. Aku akan berjuang demi anak kita," kata Pita sambil menahan rasa kontraksi yang hilang-hilang timbul.


...END...

__ADS_1


Percayalah cerita ini hanya sebuah cerita fiktif, cerita khayalan Author semata. Terima kasih telah menemani perjalanan panjang author sampai di episode terakhir. Tidak ada kata lain selain kata TERIMA KASIH 🙏


Jangan lupa tetap dukung Author, dengan cara membaca novel terbaru milik Author 🙏


__ADS_2