
Sudah tiga hari Excel harus lembur untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. baru saja tiga hari seni mengajukan cuti, Excel Excel sudah sangat kewalahan untuk menangani semua pekerjaannya. Dalam tiga hari ini Excel pulang selalu larut bahkan dia tidak memiliki waktu untuk mendengarkan perkembangan kedua anaknya.
Excel terkejut saat melihat Daisy belum tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Sayang kenapa kamu belum tidur?" tanya Excel saat dia baru saja membuka pintu kamarnya.
"Aku sengaja menunggu kedatanganmu. karena sudah tiga hari aku melihat kamu selalu larut. aku tahu pekerjaanmu bertambah saat tidak ada Sherly. Aku siapkan air hangat dulu untukmu ya." Daisy segera berlalu ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Excel.
Setelah membersihkan diri Excel dan Daisy masih meluangkan waktu untuk berdua. Keduanya mengobrol sebentar sambil menikmati sebuah white coffee.
Sebenarnya ada yang ingin berisi tanyakan kepada Excel tetapi karena Excel beberapa hari ini pulang larut membuat Daisy tidak memiliki kesempatan untuk bertanya. mungkin awalnya Daisy ragu, tetapi hatinya selalu menggebu ingin mendengar jawaban langsung dari Excel. Daisy berharap itu hanya hanya perasaannya saja.
Flash back on
Siang itu sebelum hari H Sherly menikah tanpa sengaja Daisy mendengarkan percakapan dua orang pelayan di dapur.
"Aku kira dahulu Tuan Excel dan nama Sherly itu adalah sepasang kekasih, karena kamu tahu kan Tuan Excel itu tidak bisa jauh dari nona Sherly. Dimanapun Tuan Excel berada di situ pasti ada Nona Sherly. Namun ternyata dugaan ku salah. Tuan Excel malah menikah dengan Nona Daisy yang bisa dikatakan dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nona Sherly. Sebenarnya aku hanya kasihan saja kepada Nona Daisy. Beliau adalah istri sah tuan Excel, tetapi yang selalu dibutuhkan oleh Tuan Excel itu adalah nama Sherly," ucapnya.
"Huss ... jangan seperti itu. Meskipun Nona Sherly memiliki banyak kelebihan tetapi cinta tuan Excel hanya untuk Nona Daisy saja. Lihatlah saat Tuan Excel mengetahui jika Nona Daisy itu adalah gadis kecil cinta pertamanya, dia sangat terlihat bahagia. Bahkan sedikit demi sedikit Tuan Excel sudah bisa tersenyum. Apakah kamu tahu selama ini Tuan Excel menjaga cintanya hanya untuk Nona Daisy. Sudahlah kita tak perlu mencampuri urusan keluarga mereka. yang penting sekarang tuan Excel sudah bahagia bersama keluarga kecilnya begitu juga dengan nama Sherly yang sebentar lagi akan memiliki keluarga baru. Bahkan aku juga mendengar bahwa calon dari Nona Sherly itu tak kalah tampan dari tuan Excel, terlebih dia sangat manis," balas salah orang pelayan.
Tanpa mereka sadari sepasang mata dan telinga mendengar dengan jelas penuturan keduanya. Daisy yang menyadari akan kekurangannya tiba-tiba merasa insecure.
__ADS_1
"Apakah hubungan Excel dan Sherly sangat dekat?" batin Daisy.
Mulai saat itu Daisy ingin memberanikan diri untuk bertanya kepada Excel mengenai hubungannya kepada Sherly, mengingat sikap Excel yang sangat sangat membanggakan seorang Sherly.
flashback off
"Sayang, bisakah aku menanyakan sesuatu hal kepadamu?" tanya Daisy.
"Kamu mau tanya apa?"
"Sayang, jawab dengan jujur. Seberapa besar kamu mencintaiku?" tanya Daisy lagi.
Excel tertawa kecil seolah sedang menertawakan pertanyaan dari Daisy.
"Aku ingin kamu mengatakan jujur Sayang. Apakah sebelum kamu menemukanku, kamu memiliki perasaan kepada Sherly?"
Mendadak Excel terdiam. Dia sangat terkejut mengapa Daisy menanyakan hal seperti itu kepada dirinya.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu? aku dengan Sherly tidak ada hubungan apa-apa. Mungkin selama ini aku terlalu egois ingin memiliki Sherly, karena dia adalah salah satu penyangga ku. Lalu yang kedua dia aku takut jika Sherly akan meninggalkanku. Kamu tahu kan selama ini pekerjaanku Sherly yang menghandle dengan baik, lalu jika tiba-tiba Sherly pergi, pasti aku akan mengalami kegoncangan. Tidak mudah untuk mencari seseorang seperti Sherly. Maaf dalam hal ini aku tidak membandingkanmu dengan dia. Tetapi, aku benar-benar tidak bisa kehilangan Sherly begitu. Kami merintis bisnis ini berdua, suka dan duka kami selalu bersama. Maaf jika sikapku selama ini tidak adil untukmu. tetapi jika kamu menanyakan apakah aku memiliki rasa kepada Sherly itu jawabannya mustahil, aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada. Sayang, percayalah aku sangat mencintaimu. Tak akan ada wanita akan menggantikan Sysi dalam hati ini," jelas Excel panjang lebar.
Daisy hanya membuang kasar nafasnya saja. tak akan ada wanita yang tidak khawatir jika suaminya lebih bergantung kepada orang lain ketimbang dirinya. Namun apa daya, sampai kapanpun Daisy tidak akan karena bisa menjadi seperti Sherly.
__ADS_1
"Aku percaya. Maafkan aku yang terlalu berlebihan menilai mu," timpal Daisy.
Excel menggenggam erat tangan Daisy, sekolah dia ingin meyakinkan jika apa yang dia ucapkan itu adalah sebuah kebenaran. katakanlah Excel egois, tetapi begitulah faktanya jika Excel tidak bisa melepaskan Sherly begitu saja. Bukan karena cinta, tapi Excel hanya takut saja jika Sherly akan benar-benar menjauh darinya setelah dia menemukan kebahagiaannya sendiri.
Di tempat lain, Kaisar yang sudah terlalu bersemangat tiba-tiba dia merasa gugup saat sudah berada di dalam kamar. Kaisar bingung akan memulainya dari mana. Bahkan untuk pembukaan saja Kaisar tidak tahu.
Sial! mengapa malah aku seperti ini? jika seperti ini kapan aku meluncurnya?
Apakah aku harus menelepon ibu bos dan menanyakan aku harus memulainya dari mana? Ya Tuhan aku harus memulainya dari mana?
Kaisar hanya mampu menelan kasar salivanya. Saat ini kedua mata saling bertemu, membuat Kaisar malah semakin bingung dan gugup.
"Sher, kita mulai dari mana? Apakah kita langsung meluncur atau ... kita anu dulu." tanya Kaisar yang tidak bisa menjabarkan pertanyaannya.
Sherly hanya bisa menggeleng. Wanita mana yang tidak akan tersipu malu saat ditanya oleh suaminya sendiri akan memulai dari mana. "Kaisar ternyata bodoh!" umpat Sherly dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
🌼 bersambung 🌼