
Excel tidak habis pikir mengapa Daisy tidak bisa berpikir dengan baik. setelah 20 tahun berlalu, Excel mengira bahwa Daisy akan berubah menjadi wanita yang tegas dan kuat seperti dirinya. dia saja bisa merubah sosok Alex yang lemah menjadi Excel yang tak terkalahkan saat ini. Namun, mengapa Daisy tidak bisa merubah sosok Sysi dalam bentuk dirinya sekarang.
Meskipun Excel sangat mencintai Daisy, tetapi tidak lantas membuatnya lemah. Dia tetap berpegang teguh dengan pendiriannya, yaitu untuk memberi keadilan kepada ibunya Daisy, meskipun saat ini Daisy masih keras kepala.
Excel tidak bisa bekerja dengan fokus, saat ini pikirannya kacau akibat Daisy menentang dirinya.
tok tok ....
Sherly mengetuk pintu ruangan Excel, sebelum membuka pintu. saat memasuki ruangan Excel, Sherly bisa menang bahwa saat ini bosnya sedang frustasi berat.
"Maaf tuan, ini laporan yang anda minta." Sherly memberikan sebuah dokumen pada Excel, di mana semua bukti kejahatan Mischelle telah berhasil ia dapatkan dengan cepat kilat.
"Bagus. kamu selalu bisa mengerjakan tugas dengan baik, maka bonus kamu bulan ini aku tambah 50% dari bonus biasanya. Tapi ingat, kamu harus lebih baik lagi dalam bekerja. Jangan malas-malasan karena aku paling tidak menyukai orang yang pemalas!"
"Saya akan berusaha dengan sebaik mungkin, tuan."
"Bagus!"
Setelah Sherly, berhasil menyerahkan apa yang diinginkan oleh tuannya, Sherly pun ingin kembali ke meja kerjanya. Namun, tiba-tiba Sherly teringat jika malam ini Excel mempunyai jadwal dinner penting dengan salah seorang pewaris tunggal dari WIR group.
__ADS_1
"Oh iya tuan, saya hampir lupa. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa nanti malam akan ada acara dinner bersama dengan Tuan dirgantara dari WIR group. Apakah anda akan datang?"
Excel terdiam untuk sesaat, selama ini dia belum pernah bertemu dengan seorang Dirgantara, penerus tunggal dari WIR grup.
"Apakah Tuan Wira sudah mengundurkan diri dari jabatannya?" tanya Excel.
"Sudah Tuan. Sejak kembalinya sang anak ke Indonesia, semua tanggung jawab perusahaan sudah dialihkan kepada Dirga, penerus perusahaannya mendatang," jelas Sherly.
"Bagus! Sepertinya aku tertarik untuk menemuinya malam ini. Katakan kepada mereka bahwa aku bersedia untuk menemui mereka malam ini."
"Baik Tuan, akan saya sampaikan."
*****
Semua pelayan sudah menyambut ke dalam excel dengan tetapi tidak dengan Daisy yang masih tetap mengirim dirinya di dalam kamar.
"Di mana Daisy sekarang?" tanya Excel.
"Dia ada di kamar, Tuan."
__ADS_1
Excel mengangguk pelan, kemudian dia berlalu menuju kamarnya. Saat Excel membuka pintu kamar, dia telah menemukan Daisy sudah terbaring di tempat tidur. Daisy sengaja pura-pura tidur karena dia masih kesal dengan excel.
"Aku tahu kamu hanya berpura-pura tidur. sekarang bangun, karena kamu harus menemaniku malam ini!"
Daisy tidak peduli dengan ucapan Excel, dia masih mengabaikan suaminya saat lelaki itu mendaratkan sebuah ciuman hangat di keningnya.
"Syi, tolong jangan seperti ini! tolong hargai usahaku untuk menemukan keadilan. Bukan hanya untukmu saja, tetapi juga untukku. Aku tidak akan pernah rela jika ibuku meninggal dengan sia-sia. Aku ingin mengungkapkan jika Mischelle itu bukanlah wanita yang baik, meskipun dia sudah menjadi malaikat untukmu saat itu."
memang benar apa yang dikatakan oleh Excel, mungkin Daisy hanya terbawa suasana hatinya saja karena selama ini Michelle sudah menggantikan peran ibunya. semua orang pasti tidak akan pernah untuk berada dalam pihak Michelle ataupun dirinya karena mereka sudah melakukan hal yang tak sepantasnya mereka lakukan.
Daisy hanya tertunduk lesu saat menyadari semua kesalahannya. Dia bukan wanita kuat yang hebat, tetapi hanya wanita lemah dan bodoh. Hatinya mudah tergoyahkan oleh perbuatan baik orang lain. termasuk juga sosok Alex.
Mencium aroma parfumnya saja, membuat Daisy ingin memeluknya. Daisy tidak bisa menahan gejolak dalam hatinya. Antara ingin memeluk dan rasa kesal yang masih singgah di hatinya, membuat Daisy hanya bisa terdiam.
"Apakah kamu masih marah? "tanya Excel.
Daisy masih terdiam, enggan untuk menjawabnya.
"Aku tidak mau tahu meskipun kamu saat ini masih marah denganku tapi malam ini aku akan tetap membawamu untuk dinner. Jadi sekarang persiapkan dirimu sekarang!"
__ADS_1
"Aku tidak mau Excel!" tolak Daisy.
"Aku tidak peduli! Daisy, tolong jangan buat aku marah, bisa kan?"