Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 90


__ADS_3

Kaisar harus mengalami saat matanya sudah melihat sebuah perkelahian nyata di depannya. Jika biasa dia hanya akan menonton adegan perkelahian di televisi maka kali ini dia bisa melihatnya secara live di depan matanya. Badannya kaku tidak bisa bergerak, apalagi saat ini dia sedang memegang benda yang tak pernah dia pegang seumur hidupnya. Berbeda dengan Sherly wanita itu dengan cekatan melumpuhkan beberapa orang yang mencoba untuk menyerang. Kaisar hanya menggeleng pelan.


"Kaisar, jangan diam saja! lumpuhkan mereka! jangan sampai nanti kamu yang dilumpuhkan!" teriak Sherly.


Kaisar tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Melumpuhkan? Bagaimana caranya melumpuhkan lawan sementara selama ini Kaisar tidak pernah berkelahi dengan siapapun. Lalu tiba-tiba dia harus berhadapan langsung dengan para penjahat kelas kakap. Jika tahu akan terjadi seperti ini Kaisar akan menarik semua kata-katanya untuk mengantar Sherly dan melindunginya. Untuk melindungi diri sendiri saja Kaisar saat ini masih berpikir dua kali lalu bagaimana dia akan melindungi Sherly?


Benar saja apa yang dikatakan oleh Sherly, dua orang sudah mendekat kepadanya. Kaisar menggeleng pelan, berharap kedua lelaki itu berhenti di tempat.


"Stop! Jangan macam-macam kalian ya! Satu langkah kalian mendekat, aku tembak kepala kalian!" ancam Kaisar dengan menodongkan sebuah pistol ke arah kedua orang.


Bukannya takut kedua orang itu malah menertawakan Kaisar. "Lihatlah bagaimana kau akan membidik kami, sedangkan tanganmu saja sudah bergemetar seperti itu. apakah kau rekrutan baru? bahkan untuk memegang senjata saja kau tak bisa." ledek salah seorang kepada Kaisar.


Kaisar yang tidak mengerti apa-apa, tubuhnya sudah bergetar hebat saat kedua orang itu semakin mendekat ke arahnya. meskipun hanya tangan kosong tetapi melihat badan kekar mereka membuat Kaisar bergidik ngeri.


Tuhan bantu aku. Aku belum ingin mati tangan mereka. Belum juga aku menikah dengan Sherly. Jangan sampai kau ambil yang aku sebelum aku merasakan surga dunia yang dikatakan oleh Bos Dirga.


Tetapi meskipun dalam keadaan ketakutan, Kaisar sudah mengambil ancang-ancang untuk melawan mereka. Meskipun dia tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa melawan kedua orang itu. Tidak Butuh waktu lama perkelahian antara Kaisar dengan dua orang itu pun terjadi. Kaisar yang kualahan berkelahi akhirnya memilih berlari ke tempat Sherly yang sedang menghadapi lawannya.

__ADS_1


"Sherly ... tolong ....!" teriak Kaisar.


"Astaga Kai! kamu ini laki-laki masa menghadapi dua orang begitu saja kamu tidak bisa!" bentak Sherly.


Saat ini Kaisar hanya bisa bersembunyi di belakang Sherly yang sudah berhasil melumpuhkan lawan satu persatu dan terlihat sudah melawan dua orang yang menyerang Kaisar tadi.


"Sher, hati-hati!" lirih Kaisar.


Tak butuh waktu lama semua penyerangan sudah berhasil di lumpuhkan oleh Sherly dan anak buahnya. Kaisar yang masih merasa shock hanya bisa berdiam diri sambil duduk bersandar di tembok besar.


Tak pernah Kaisar pikiran bahwa dia akan mengalami hal seperti ini. Jika biasanya dia hanya bisa melawan Arga, anak bosnya untuk main perang-perangan, tetapi malam ini dia benar-benar mengalami secara nyata.


"Aku tau, kamu pasti akan shock dengan kenyataan ini. Kamu juga tidak akan percaya dengan pekerjaan apa yang sedang aku geluti saat ini. Kai, aku tidak pernah memaksa mu untuk jatuh cinta kepada ku. Mungkin setelah kamu mengetahui sisi gelap ku, kamu akan meningkatkan ku. Aku sangat sadar, tidak akan mudah untuk menerima seorang ajudan mafia," terang Sherly.


"Mafia," cicit Kaisar.


Jadi selama ini Tuan Excel yang agung itu adalah seorang mafia? pantas saja di begitu disegani oleh para kalangan pembisnis lainnya, ternyata dia adalah mafia. Ya Tuhan, aku ternyata telah jatuh cinta kepada ajudan setia milik tuan mafia. Apakah Sherly akan membunuhku kelak saat kami mengalami masalah?

__ADS_1


"Jadi tuan Excel adalah seorang mafia?" tanya Kaisar.


"Iya," sahut Sherly cepat.


"Apakah kamu menyesal telah bertunangan dengan ajudan seorang mafia?" tanya Sherly kemudian.


"Tidak! Aku tidak pernah menyesal. Tetapi aku hanya takut, kelak kamu akan membunuhku dengan pistol mu," ujar Kaisar.


"Semua tergantung denganmu, jika kamu berani menyakiti ku, aku tidak akan segan-segan untuk menarik pelatuk pistol ini ke kepala mu," seloroh Sherly.


.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼

__ADS_1


Halo-halo, jangan lupa kembang kopinya, biar othornya semakin rajin update 🙈


Sebelumnya Othor mau ucapin makasih buat kalian yang udah tebar hadiah dan vote untuk cerita ini. Peluk jauh dari Boru Regar 🥰🥰


__ADS_2