
Sudah satu minggu sejak kejadian malam itu, kini tangan Excel sudah sembuh dan sudah bisa beraktivitas seperti biasanya. Hubungannya dengan Daisy juga sudah tidak dingin lagi karena saat ini Daisy sudah bisa menerima kenyataan yang ada. Menerima Alex dalam bentuk Excel yang bertentangan dengan sifat Alex.
Jika saat itu Daisy hanya akan dipandang layaknya seorang pelayan di rumah Excel, kini dia diperlakukan layaknya seorang ratu. Semua pelayan merasa sangat bersyukur melihat Nona mereka tidak lagi di perlakukan kasar oleh Tuan mereka. Begitu juga dengan Daisy yang merasa sangat bahagia atas perlakuan baik dari Excel. Peran Daisy saat ini benar-benar menjadi seorang istri yang seutuhnya untuk Excel.
Malam ini Excel baru saja pulang dari kantor. Jika biasa Daisy tidak akan menyambut kepulangan Excel, lain dengan malam ini. Daisy turut hadir dalam menyambut Excel pulang.
"Selamat malam Tuan." Daisy menirukan para palayan dengan membungkukkan badannya.
Excel tersenyum manis lalu memberi isyarat untuk para pelayan untuk membubarkan diri.
"Ada angin apa sehingga kamu ada disini?" tanya Excel.
"Apakah aku tidak boleh untuk menyambut kedatangan suamiku?" Daisy balik bertanya.
"Tidak. Hanya aneh saja."
Keduanya menapaki anak tangga untuk menuju kamarnya. Excel menggenggam erat tangan Daisy karena merasa sangat bahagia.
"Aku sudah siapkan air panas untuk mu. Setelah mandi kita makan malam ya, aku tunggu di bawah."
"Apakah ada sesuatu yang terlewatkan? mengapa kamu tiba-tiba berubah baik kepadaku?" Excel masih tidak percaya jika Daisy akan begitu cepat menerima dirinya mengingat apa yang sudah ia lakukan sebelumnya.
Daisy mencebik. Padahal dia sudah berusaha ingin melayani suaminya dengan baik namun, ternyata suaminya tidak peka dan malah menertawakan apa yang sudah ia lakukan. Sia-sia Daisy mencari artikel di google, bagaimana cara menjadi istri yang baik dalam melayani suaminya.
"Baiklah, aku mandi dulu. Terimakasih sudah menyiapkan segalanya untukku."
Excel berlalu kedalam kamar mandi dengan pikiran tidak menentu, mengapa tiba-tiba Daisy memperlakukan dirinya dengan baik apakah itu adalah sebuah kode jika Daisy memegang sudah siap menjadi istri sepenuhnya? jika memang itu sebabnya, Excel tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
__ADS_1
Excel hanya bisa menautkan alisnya saat pakaian gantinya sudah ada di atas tempat tidur. Dengan berbalut kain handuk di pinggangnya, Excel mencari keberadaan Daisy yang tidak ia temukan di kamar.
"Syi ... " panggil Excel.
Tak ada jawaban, mungkin Daisy sudah menunggu di bawah, pikir Excel.
Namun, saat Excel hendak memakai pakaian ia mendengar suara pintu di buka. Sudah dipastikan jika itu adalah Daisy. Siapa lagi yang berani masuk kedalam kamarnya tanpa permisi.
Daisy terkejut saat melihat Excel hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Kamu dari mana?" tanya Excel.
"A-aku dari luar. Mina membuatkan aku susu," jawab Daisy gugup.
Excel mengangguk pelan. "Syi ... " panggil Excel .
Excel bingung sambil menggaruk kepalanya. Darimana dia akan memulainya dan mengatakan bahwa sebenarnya Excel saat ini sedang menginginkan dirinya.
"Butuh sesuatu?" tanya Daisy saat Excel seperti sedang kebingungan.
"Iya. Aku butuh sesuatu. Kemarilah!" perintah Excel.
Tanpa pikir panjang dan rasa curiga, Daisy segera menghampiri Excel dengan degup jantung yang berdebar.
"Duduklah!" perintah Excel lagi.
Daisy menurut, dia duduk di tepi ranjang sementara Excel masih kebingungan untuk mengatakan kepada Daisy jika malam ini dia sedang menginginkan Daisy untuk berpacu diatas ranjang.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Daisy bingung.
"Syi ... sebenarnya aku ingin ... " Excel menjeda ucapannya. Tak berselang lama Excel mengacak kasar rambutnya.
Apakah seperti ini cara mengajak yang benar? Tunggu, seperti aku harus mencari tutorial di Hutub.
"Lupakan lah! Aku hanya ingin berterimakasih karena kamu sudah menyiapkan semua keperluanku," kilah Excel.
Daisy bernafas lega, ia pun menyunggingkan senyum manisnya. "Ya sudah cepatlah pakai bajumu dan kita makan malam bersama, aku sudah lapar."
.
.
.
🌹 Bersambung 🌹
Hayo nama jejaknya? yang baca dari awal pasti bertanya-tanya dari bab 1 sampai sini kok gak ada adegan ranjangnya padahal udah jelas judulnya Jerat Hasrat, dimana Hasratnya?
Jawaban Hasrat terpendam wkwkkwk. Maap othor kagak bisa bikin adegan ranjang 🤭🤭
Selagi nunggu Babang Excel unboxing ke 2, mampir dulu ya ke novel karya temen aku Dijamin seru ceritanya. Mampir ya!
Judul Novel : My Wife Sugar Momy
Author : Haru Mini
__ADS_1