
Meskipun Excel telah menyewa baby sitter untuk kedua anaknya, lantas tidak menghilangkan peran Daisy sebagai seorang ibu untuk anaknya. Daisy akan membawa Baby Hazel dan Baby Shereena ke kamarnya bila malam telah tiba. Daisy tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Mungkin setelah ini Daisy memutuskan untuk tidak ingin memiliki anak lagi. Maka dari itu Daisy ingin menikmati peran sebagai ibu sesungguhnya. Tidur bersama dengan bayinya.
Sudah dua hari Excel tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena setiap malam pasti tangisan bayinya saling bersahutan. Dengan telaten dan penuh rasa kantuk yang berat Daisy mencoba untuk menenangkan mereka. karena tidak tega melihat Daisy yang sedikit keteter, pada akhirnya Excel ikut membantu menenangkan salah satu anaknya.
Malam ini Daisy tengah me.nyu.sui Baby Hazel. Excel hanya bisa menelan kasar ludahnya saat melihat baby Hazel begitu lahap dalam menyedot A.S.I.
"Sayang, apakah aku juga boleh seperti Baby Hazel?" tanya Excel.
Excel harus mengalah saat baby twins sudah lahir. Benda yang sebelumnya adalah kesukaannya kini tiba-tiba ini berubah menjadi milik baby-nya. Bahkan Excel tak diizinkan untuk menyentuhnya sama sekali.
"Kamu mau berebut dengan anakmu?" tanya Daisy.
Excel hanya bisa nyengir sambil tertawa. "Bukan begitu, aku hanya ingin mencicipi saja. Sepertinya setelah kamu melahirkan benda itu semakin besar. Kan aku juga penasaran bagaimana rasanya, mengapa mereka terlihat sangat lahap?"
Daisy hanya menggelengkan kepala. Bagaimana tidak besar jika di dalamnya ada isinya nutrisi untuk tumbuh kembang anaknya.
"Sayang, kamu jangan ngawur deh. Udah sana bobok nanti keburu baby Shereena bangun."
Bukan hanya menahan untuk menikmati benda itu saja, tetapi Excel juga harus menahan diri untuk tidak berjelajah lebih dahulu. Saat dia mengetahui jika dia harus berpu.asa selama kurang lebih dua bulan, Excel hanya mampu menelan kasar ludahnya. Satu minggu saja dia sudah kelabakan apalagi jika dia harus menunggu sampai dua bulan, apakah senjatanya tidak karatan? Tetapi semua ini demi kebaikan untuk Daisy dan juga untuk baby-nya. Mulai saat ini sepertinya Daisy tidak bisa dia miliki seutuhnya, tetapi lihat saja nanti setelah dua bulan berlalu. Excel pasti akan membalas semua perbuatan Daisy.
Setelah kedua anaknya terlelap kembali. Excel menarik tubuh dalam pelukannya. Meskipun dia tidak bisa menjelajah setidaknya dia bisa menghirup aroma tubuh istrinya lagi lebih dalam.
"Sayang, udah satu minggu dianggurin. Nggak ada niatan gitu untuk kamu menjenguk dia? dia merindukan sentuhan tanganmu," bisik Excel.
"Kamu kan tahu keadaanku sekarang. Sabar ya nanti kalau udah sembuh kita jalan-jalan lagi keliling angkasa sampai puas." Daisy membalas bisikan Excel.
__ADS_1
"Tapi setidaknya kamu masih bisa untuk me.muas.kan aku. Kamu mau kan memberikan servis untuk mr.J? dia sudah merindukan belaianmu."
Malam ini saat kedua anaknya telah terlelap kembali, Excel juga meminta kepada Daisy untuk dibelai. Akhirnya Daisy memberikan servis kepada excel dengan caranya sendiri.
...~~~...
Tangisan Baby Hazel membuat Daisy terbangun dari tidurnya. Sambil menguap Daisy segera memberikan A.S.I pada Baby Hazel. Diantara keduanya hanya Baby Hazel yang sering menangis, tak seperti dengan baby Shereena yang selalu anteng.
Rasanya baru saja Excel memejamkan matanya, kini dia sudah harus bangun karena tangisan anaknya.
"Baru juga Daddy bobok, udah kamu bangunin lagi, Nak. bobok sendiri aja lah besok," omel Excel.
"Daripada kamu nyuruh anak kita bobok sendiri, mending kamu yang bobok sendiri besok ya. Biar boboknya tenang nggak ada yang ganggu, gimana?" tawar Daisy.
Excel langsung terdiam, dia segera mengambil Baby Hazel untuk digendong yang sebentar.
Sesuai dengan janji Excel, setelah satu minggu Excel akan mengadakan syukuran untuk kedua anaknya. Acara yang akan digelar oleh Excel sudah direncanakan dengan matang. Bahkan Excel juga mengundang para pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaannya. Excel akan mengenalkan kepada mereka calon penerusnya kelak.
Hari ini Daisy diperlakukan bak seperti ratu yang duduk di singgasana bersama dengan kedua baby-nya.
Acara syukuran yang sangat meriah, karena dihadiri dengan para pejabat maupun pengusaha lainnya. Tidak sampai di situ, ternyata Excel juga turut mengundang Arathorn untuk bisa melihat kedua cucunya. Sejahat apapun Excel, dia tetap ingin menunjukkan bahwa dia bisa membahagiakan Daisy dan anaknya.
Arathorn juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Meskipun dia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Malam ini Excel juga turut mengundang keluarga besar Dirga dan juga Kaisar yang turut hadir dalam acara tersebut.
__ADS_1
Selama acara syukuran berlangsung, Kaisar diam-diam hanya bisa memperhatikan wajah ayu dari Sherly. Jika biasanya Kaiasar akan melihat Sherly menggunakan pakaian serba hitam, maka kali ini Sherly terlihat cantik dengan balutan kebaya yang sangat cocok untuk dirinya.
"Kamu kenapa liatin aku seperti itu?" tanya Sherly saat mendapatkan tatapan aneh dari Kaisar.
"Tidak ada! aku hanya terkagum saja melihat dirimu yang seperti perempuan seutuhnya," jawab Kaisar cepat tanpa memikirkan kata-katanya lagi
"Jadi selama ini kamu menganggap aku hanya perempuan jadi-jadian, bukan begitu?" sentak Sherly.
Setiap keduanya bertemu, mereka berdua layaknya Tom dan Jerry yang saling kejar mengejar. Meskipun begitu, saat ini Sherly mencoba membuka hatinya untuk Kaisar. Meskipun dia tidak yakin tentang perasaan yang dia miliki, tetapi karena tidak ingin membuat Vie merasa kecewa, akhirnya Sherly menuruti apa ucapan Vie.
Daisy dengan sangat jelas bisa melihat kedekatan antara Sherly dengan Kaisar. Sepertinya Daisy harus memberitahu suatu hal kepada Excel, bahwa Sherly dan Kaisar terlihat sangat cocok.
Saat Daisy dan Kaisar sedang menikmati makan malam, tiba-tiba Excel menghampiri keduanya lalu berkata kepada kaisar, "Sudah kuperingatkan kepadamu, jangan berani macam-macam kepada Sherly, karena dia adalah aset perusahaan, apakah kamu juga belum paham?" geram Excel pada Kaisar.
"Maaf tuan Excel, sebaiknya anda tidak perlu ikut campur dalam masalah mereka berdua." Vie yang tak sengaja mendengar ancaman dari Excel segera sama badan untuk Kaisar. Dia tidak mau jika rencananya sampai gagal.
"Sebaiknya anda temani anak dan istri anda," lanjut Vie.
Sudah susah payah Vie membujuk Sherly untuk bisa menerima Kaisar, tetapi ternyata wanita itu masih ragu dengan perasaannya sendiri. Dan tiba-tiba saja Excel datang untuk menghancurkan rencananya? Bukan Vie jika rencananya boleh digagalkan oleh orang lain.
.
.
..🌼 bersambung 🌼
__ADS_1
Moon maap bab ini belum sempat aku edit, karena aku sangat ngantuk berat. insya Allah besok pagi aku benerin lagi 🙏🙏🙏