
...Cinta bisa datang kapan saja, juga bisa pergi begitu saja. Hanya orang-orang yang setia yang mampu bertahan....
...~Kaisar~...
Hari-hari Kaisar lebih bermakna lagi ketika dia mengenal sosok Sherly, meskipun wanita itu terlihat dingin dan cuek. Cinta bisa datang kapan saja dan di mana saja, meskipun baru beberapa bulan Kaisar mengenal sosok Sherly, tetapi wanita itu sudah mampu mengunci hatinya. Katakan saja Kaisar terlalu pengecut untuk menyatakan perasaannya langsung kepada Sherly, dengan menggunakan kekuasaan istri bosnya untuk memikat Sherly. Tetapi apa yang dikatakan oleh istri bosnya sehingga Sherly mau menerima kehadiran Kaisar, Kaisar tidak tahu. Jika biasanya Sherly akan marah jika bertemu dengannya, berbeda dengan hari-hari terakhir ini. Dia tidak akan memprotes saat Kaisar selalu mengantar jemput dirinya.
"Sher, apakah nanti malam kamu ada acara? jika tidak aku akan mengajakmu untuk makan malam bersama," tanya Kaisar saat Sherly hendak turun dari mobilnya.
"Sepertinya tidak ada, tetapi aku juga tidak tahu, terkadang Tuan Excel akan menurunkan perintah secara tiba-tiba," balas Sherly.
"Ya udah nanti aku jemput kamu jam tujuh malam, oke?"
Sherly mengangguk pelan sebelum dia turun dari mobil Kaisar. Sherly hanya tersenyum tipis saat mobil Kaisar sudah meninggalkan area kantornya. Entah harus bahagia atau bersedih saat dia dekat dengan Kaisar. Selama ini dia tidak pernah mendekatkan diri kepada laki-laki lain selain Excel. Tetapi dia sadar bahwa dia tidak akan pernah mungkin untuk bisa mendapatkan hati Excel. Mungkin dengan hadirnya sosok Kaisar mampu mengikis nama Excel di hatinya. Saat ini Sherly hanya butuh bantuan Kaisar untuk mengikis rasa yang dia miliki kepada Excel. Katakanlah jika Sherly sudah salah telah memanfaatkan Kaisar, tapi seperti yang dikatakan oleh Vie, setiap orang bisa berubah demi kebaikan. Dan mungkin ini adalah jalan dari Tuhan untuk Sherly agar membuka hati untuk laki-laki lain.
"Kaisar maafkan aku," lirih Sherly.
Sesampainya di ruang kerja, kedatangan Sherly sudah ditunggu oleh Excel. Bukan tidak tahu, Excel sudah memperhatikan Sherly beberapa hari terakhir ini yang selalu datang bersama dengan Kaisar.
"Tuan .... " Sherly terkejut saat Kaisar sudah berada di ruang kerjanya. "Anda butuh sesuatu?" tanya Sherly segera.
"Bagus kamu ya! semenjak kedekatanmu bersama dengan Kaisar, kamu selalu datang lebih akhir daripada aku. Padahal aku bos di sini, harusnya kamu datang lebih awal! dari awal aku sudah mengatakan jangan pernah dekat dengan Kaisar, sepertinya sekarang kamu sudah mulai melawan setelah bertemu dengan lelaki itu."
__ADS_1
Sherly menatap heran kepada Excel yang mempermasalahkan karena dia diantar jemput oleh Kaisar. jika alasan Excel karena dia datang lebih akhir daripada dirinya, itu bukan hal yang serius karena Sherly masih bisa on time, dia tidak melakukan keterlambatan jam masuk kerja. Tetapi mengapa Excel terlihat sangat marah pada dirinya.
"Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud untuk melawan anda. Saya rasa, saya tidak melakukan pelanggaran apapun. mengenai kedatangan saya yang lebih akhir daripada anda, sepertinya anda lah yang datang lebih awal ke kantor, karena ini masih pukul tujuh pagi sementara kantor buka pukul delapan lewat lima belas. L9alu salah saya di mana Tuan?" tanya Sherly memperjelaskan di mana letak salahnya.
Excel hanya membuang muka kesal. Dia tidak tahu mengapa hatinya terasa tidak terima jika Sherly selalu diantar oleh Kaisar.
"Sudahlah aku tidak mau tahu pokoknya kamu tidak boleh menjalin hubungan dengan Kaisar titik!" bentak Excel.
Sherly menatap punggung bosnya. dia juga terkejut saat Excel membanting pintu ruang kerja Sherly. Selama dia bekerja kepada Excel baru pertama kali Excel meluapkan amarahnya kepada dia dengan alasan yang tidak jelas.
Tuhan ... apa salahku sehingga Tuan Excel begitu sangat marah kepadaku? hanya masalah aku diantar oleh kaisar dia bisa sampai semarah itu? apakah aku tidak boleh menjalin hubungan dengan lelaki lain? apakah dia cemburu? tidak ... tidak! itu tidak mungkin! dia sangat mencintai Nona Daisy tidak mungkin dia memiliki perasaan kepadaku. Jika memang Tuan Excel memiliki perasaan kepadaku, tidak mungkin dia akan menikahi wanita lain. Sherly ... buang jauh-jauh pikiran itu. jangan sampai kamu terjebak akan perasaan ini. Ingat Tuan Excel sudah memiliki keluarga kecil. apakah kamu ingin merusak kebahagiaan keluarga kecilnya?
...~~~...
Baby Hazel dan baby Shereena
Sudah dua hari ini Daisy masih mendiamkan Excel karena dia bukan belum bisa menentukan salah satu pilihan yang diajukan kepadanya. Apa susahnya memilih salah satu di antara mereka. Daisy hanya ingin mengetes saja seberapa besar rasa yang Excel memiliki untuknya, tetapi nyatanya dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sherly yang memiliki segudang prestasi.
Hati Daisy mungkin sedang kecewa, tetapi dia segera menepisnya. Saat ini kehadiran Baby Hazel dan Baby Shereena lebih penting daripada menunggu jawaban dari Excel yang tidak bisa memilih satu diantara mereka berdua. Tidak ada gunanya juga cemburu terhadap Sherly, karena Daisy tidak akan pernah bisa mengimbangi sosok Sherly.
__ADS_1
Semenjak adanya Baby Hazel dan Baby Shereena, Daisy tidak bisa menikmati tidur malamnya karena kedua bocah itu pasti akan terbangun tengah malam sedangkan pada siang hari keduanya akan tidur terlelap. bahkan Daisy harus membangunkan paksa keduanya untuk memberikan A.S.I.
"Nona beristirahatlah. Anda juga harus menjaga kesehatan anda. serahkan saja Baby Hazel dan Baby Shereena kepada baby sitter mereka. Anda tidak perlu kesusahan untuk bangun setiap malam," kata Mina yang melihat Daisy terus menguap sambil menemani kedua anaknya yang sedang tertidur di dalam box.
"Aku tidak ingin melewatkan masa-masa yang tidak akan pernah terulang lagi, Mina. Aku ingin menikmati peran sebagai seorang ibu seutuhnya, di mana dia akan kewalahan saat malam hari untuk menggantikan popok ataupun memberikan A.S.I tengah malam. Aku akan merasa menyesal kelak ketika mereka sudah besar dan aku melewatkan hal sekecil itu, bukankah kamu juga sudah memiliki anak?"
Mina yang mendengar ucapan Nona-nya merasa sangat terharu. Meskipun Nona-nya bergelimangan harta tetapi dia tidak melupakan peran seorang ibu yang sesungguhnya. Benar-benar sangat salut atas pemikiran itu. Biasanya jika seseorang telah menempatkan seorang babysitter untuk anaknya, maka dia tidak akan repot-repot lagi untuk mengurusi bayinya, tetapi tidak dengan Nona-nya yang rela bergadang untuk merawat bayinya yang rewel tengah malam.
"Saya setuju dengan ucapan anda Nona. Kita tidak bisa mengulangi masa kecil ini, suatu saat kita pasti akan merindukan masa-masa seperti ini. Saya salut dengan anda Nona, tetaplah berjuang dan menjadi ibu seutuhnya untuk Baby Hazel dan Baby Shereena," lanjut Mina lagi.
.
.
.
🌼 BERSAMBUNG 🌼
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA YANG MASIH SETIA DENGAN NOVEL RECEH INI 💗🙏
BUTUH KOPI AUTHOR NGANTUK BERAT ☕
__ADS_1