Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 34


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, lagi-lagi Daisy hanya terdiam. Namun, sesekali di melirik ke arah Excel yang fokus dengan kemudi stir-nya.


Tak ada percakapan diantara keduanya hingga sampai di rumah.


"Turunlah dan beristirahatlah! aku akan pergi sebentar," titah Excel.


"Kamu mau kemana?"


"Aku ada sedikit urusan. Apakah kamu mengkhawatirkan ku?"


Daisy enggan untuk menjawab dan memilih segera turun, meskipun hatinya penuh tanya, akan kemana Excel pergi.


Setelah mengantar Daisy ke rumah, Excel segera meluncur ke markas untuk membahas masalah penyerangan yang baru saja dialaminya. Sepertinya ada pihak yang sedang ingin mengincar Daisy saat ini, tetapi siapa?


Sherly sudah datang lebih awal. Wanita itu juga sudah mencari tahu siapa yang sudah berani melakukan penyerangan kepada Tuan-nya. Tidak butuh waktu lama Sherly sudah berhasil mengumpulkan informasi siapa dalang di balik penyerangan tadi.


"Maaf Tuan, sesuai informasi target utama memang adalah Nona Daisy. Dan lagi-lagi pelakunya adalah orang yang sama yaitu Tian Felix. Namun, untuk memastikan apakah Tuan Arathorn ikut campur tangan saya tidak tahu," jelas Sherly.


"Sepertinya aku salah sudah sudah memberikan kebaikanku kepada Arathorn. Baiklah dia yang memulai lebih awal. Cabut semua saham kita yang sudah kita tanam di perusahaan Arathorn. Putuskan semua kontrak kerjasama dan apapun itu yang menyangkut dengan Arathorn!"


"Tapi Tuan, apakah semua itu tidak akan merugikan pihak kita?"


"Biarkan aja. Aku yakin pihak mereka yang akan menanggung kerugiannya, lalu tua bangka itu akan memohon kepadaku. Sepertinya permainan akan semakin seru dan aku juga sudah tidak tertarik untuk melampiaskan dendam ku kepada putrinya. Dia sama sekali tidak peduli dengan darah dagingnya sendiri hanya demi harta dan tahta," ujar Excel.


Excel yang tidak terima akan insiden penyerangan tadi memilih mengutus anak buahnya untuk menjadi mata-mata ke dalam Maxion group.


"Tuan, bisakah anda nanti malam untuk datang? Saya takut jika transaksi nanti malam tidak sesuai dengan keinginan anda karena mereka dari kelompok yang kuat."


"Baiklah, atur dengan baik!"


Daisy masih shock atas kejadian yang baru saja ia alami. Seperti yang ia ketahui jika Excel bukanlah orang sembarang, pasti akan ada banyak musuh yang akan mengintai dirinya saat ini. Seperti yang Daisy ketahui juga, tidaklah lah mudah untuk mengalahkan Excel.

__ADS_1


Daisy yakin jika saat ini dirinya juga menjadi target utama karena dia adalah istri dari Excel, dimana kelemahan lawan ada pada keluarganya. Apakah ini sebabnya Excel tidak pernah mengijinkan Daisy untuk keluar dari rumah? Jika benar begitu, berarti Daisy hanya akan menghabis seluruh waktunya di dalam rumah saja.


"Nona, anda kenapa? Sepertinya anda sangat gelisah," tanya Mina.


"Tidak ada! aku hanya memikirkan bagaimana nasib ku kedepannya lagi. Apakah selamanya aku akan tetap tinggal di rumah ini?"


"Mengapa anda berpikir seperti itu? apakah karena insiden tadi? tenang, Tuan pasti akan segera memberikan tikus-tikus nakal itu," jelas Mina.


"Semoga aja," balas Daisy.


Mungkin Daisy harus menerima kenyataan bahwa berada di samping Excel akan banyak rintangan yang datang. Dalam relung hatinya dia bersyukur bisa menemukan Alex meskipun dia sudah menjelma menjadi sosok Excel yang berkuasa.


Suara mobil Excel sudah memasuki halaman rumahnya. Semua pelayan sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan Excel, tetapi tidak dengan Daisy yang masih betah berada di kamarnya dengan memainkan ponselnya.


Excel yang mengetahui jika Daisy masih menempati kamarnya segera ingin menemuinya. Jujur dia ingin sekali memeluk tubuh Daisy saat ini untuk menenangkan perasaannya saat ini, tetapi sikap Daisy yang acuh membuatnya tak berani untuk mendekat. Melihat wajahnya mungkin bisa sedikit mengobati rasa rindunya.


Daisy terkejut saat Excel sudah berada di dalam kamarnya. Sejak kapan lelaki itu berasa disini, pikir Daisy. Tetapi kali ini Excel hanya diam dan terus menatapnya, membuatnya menjadi salah tingkah.


"Tidak ada aku hanya ingin melihatmu saja. Aku tahu kamu masih marah dan belum bisa memaafkan ku. Aku hanya ingin melihatmu saja, meskipun rasanya ingin memelukmu tatapi itu hanya mimpi," jawab Excel.


Jantung Daisy kembali bergerumuh dengan kencang. Apakah dirinya sudah sangat keterlaluan mengabaikan Excel?


Tidak! ini tidak sebanding dengan perbuatan Excel kepada dirinya. Pikiran Daisy terus beradu hingga tanpa ia sadari Excel sudah pergi dari kamarnya.


"Lho ... kok malah pergi sih? Aneh," gumam Daisy.


Di dalam kamar Excel telah menyiapkan keperluannya untuk nanti malam. Dia harus bisa waspada jika seandainya transaksi tidak berhasil. Berada dalam dunia gelap membuat Excel harus siap dengan apa yang terjadi. Nyawa adalah taruhannya, tetapi selama kurang lebih tiga tahun Excel mendirikan kelompoknya, belum ada dua terkalahkan. Oleh sebab itu nama Excel begitu sangat di kenal di dunia bisnis ilegal.


Sebelum dia berangkat, terlebih dahulu dia menemui Daisy untuk menyuruhnya pindah kamar. Setelah Excel tahu jika Daisy adalah Sysi, ingin rasanya Excel menghabiskan waktunya bersama Daisy. Namun, saat ini Daisy masih shock dan belum bisa menerima kenyataan yang ada.


"Mina, panggilan istri ku sekarang!"

__ADS_1


Mata Mina membulat sempurna. Apakah saat ini dia tidak salah dengar dengan ucapan Tuan-nya?


Ya Tuhan angin surga mana yang sedang Engkau turunkan sehingga membuat mulut Tuan Excel bisa sedikit lebih licin untuk menyebut Nona dengan sebutan istri.


"Baik Tuan, sebentar saya panggilkan."


.


.


.


🌹 Bersambung 🌹


Hayo ... mana nih jejaknya!!!


Ayo dong, bantu dukung audio Hidden Baby yang udah di dubber oleh Kak PIMOY.


Bantu Favoritkan, bantu Like, beri hadiah.


Syukur-syukur kalian dengarkan suara merdu kak PiMoy 😊



Nah dah ngerti belum caranya? kalau belum sini merapat.


Oh iya selagi menunggu aku up lagi boleh dong kalian singgah dulu ke novel temen aku 😊


Judul Novel : Mendadak Nikah


Author : Nunuk Pujiati

__ADS_1



__ADS_2