Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 68


__ADS_3

Ternyata kesialan Sherly tidak hanya sampai di situ saja. Pagi ini, Sherly diutus oleh Excel untuk melakukan pertemuan lagi ke WIR group milik Dirga, karena dirinya telat untuk datang ke kantor. Siapa yang menyangka, ternyata Sherly berada satu lift dengan Kaisar.


Pagi itu kaisar juga tengah buru-buru sehingga dia tidak memperhatikan lift mana yang sedang ia menaiki.


Keduanya baru sama-sama tersadar saat ketika sudah mulai berjalan.


"Kamu lagi," tunjuk Sherly kepada kaisar.


Tak kalah heboh dari Sherly, Kaisar pun juga sangat terkejut. Ternyata dia baru menyadari jika dia salah, seharusnya dia masuk ke dalam lift eksklusif khusus untuk orang-orang yang memiliki jabatan.


"Kamu ngapain di sini?" tanya kaisar.


"Bukan urusanmu untuk apa aku datang ke sini," sewot Sherly.


Kaisar hanya mengendikkan bahunya. Dia sudah tahu jika kedatangan Sherly ke sini pasti disuruh oleh tuan Excel untuk menemui bosnya.


kita lihat saja, seberapa sanggup kamu bersikap acuh kepadaku


Kaisar hanya melirik Sherly, wanita yang berdiri di sampingnya itu. Jika dibandingkan dengan Miss Queen, tubuh Sherly tidak ada apa-apanya dengan dada yang datar.


Keduanya terdiam, tanpa ingin saling bertegur sapa. Namun, tiba-tiba hal tak terduga mereka alami. Lift mereka naiki, tiba-tiba saja berhenti dan lampunya pun juga ikut mati. Bersamaan dengan itu, Sherly menjerit kuat, bukan karena takut tetapi karena terkejut.


Kaisar yang berada di samping Sherly, segera memeluk wanita itu. Kaisar sejatinya lelaki, namun dia takut akan gelap.


"Ih ... apaan sih, lepasin!" bentak Sherly.


"Gak, nggak mau." Kaisar malah semakin mengeratkan pelukannya kepada Sherly dengan mata yang memejam.


"Dasar lelaki tidak berguna," cibir Sherly.


Sherly segera mengambil ponselnya untuk menghidupkan senter. Setelah cahaya, Sherly segera mendorong tubuh kaisar.


"Cepat hubungi pihak keamanan!" perintah Sherly.

__ADS_1


Dengan tangan yang masih bergemetar, kaisar merogoh ponsel yang ada di sakunya. Saat kaisar ingin menelepon, namun ternyata tidak ada sinyal sama sekali di ponselnya.


"Apa-apaan ini? mengapa sama sekali tidak ada sinyal?" Kaisar bergumam.


Sherly yang mendengar ucapan Kaisar, dia segera mengecek ponselnya. Siapa tahu hanya ponsel Kaisar saja yang tidak ada sinyalnya. Mungkin karena ponsel Kaisar tidak sebagus ponsel miliknya. Namun, ternyata Sherly harus menelan rasa kecewanya saat ponselnya juga tidak menunjukkan satupun titik sinyal.


"Sial!" umpat Sherly.


Saat ini keduanya terjebak dalam lift yang mati. Tidak ada cara lain selain menunggu petugas untuk memperbaikinya.


Sherly hanya bisa menarik nafas beratnya, karena dia melihat Kaisar duduk dengan melipat kedua kakinya. Saat ini Sherly benar-benar ingin menertawakan kekonyolan kaisar yang takut akan gelap.


"Sepertinya petugas akan lama untuk memperbaiki lift ini. Bagaimana jika lift ini tidak bisa diperbaiki dengan waktu yang cepat? bisa-bisa kita berdua akan mati di sini," ucap Sherly untuk menakuti kaisar.


Kaisar segera mendongak, dia menggelengkan kepalanya. "Tidak! itu tidak mungkin!"


Sherly tersenyum kecil. Sungguh sangat memalukan jika seorang lelaki takut akan gelap.


****


Di saat Sherly sedang berjuang di dalam lift untuk mendapatkan bantuan dari pihak keamanan, berbeda dengan Excel yang saat ini baru saja menyelesaikan olahraga paginya di atas ranjang bersama dengan istri.


Dengan sisa peluh yang masih membanjiri tubuhnya, ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat ini bermain ke angkasa setiap pagi adalah rutinitas yang wajib Excel lakukan sebelum dia beranjak dari tempat tidurnya. Saat itu Excel harus bisa menahan diri karena takut membahayakan calon buah hatinya. Tetapi, setelah dia melihat hasil USG yang terakhir kalinya, calon anaknya sudah terlihat lebih sempurna dan mulai saat itu Excel menjadi candu akan penerbangan ke luar angkasa.


Seperti biasa, pagi ini Daisy sudah menyiapkan sarapan untuk Excel. Meskipun hanya sepiring nasi goreng dan telur mata sapi, tetapi Excel sudah merasa sangat puas akan pelayanan yang Daisy berikan.


Setelah menghabiskan sarapannya, Excel segera berpamitan kepada sang istri untuk berangkat ke kantor. Saat ini hari sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi, tapi Excel baru akan berangkat. Semua pekerjaan di kantor sudah diarahkan kepada Sherly sepenuhnya.


Sesampainya di kantor, Excel tidak menemukan keberadaan Sherly saat ini. Bahkan beberapa kali Excel menghubungi nomor ponsel milik Sherly, tetapi tidak bisa tersambungkan. Padahal Excel hanya ingin menanyakan bagaimana hasil pertemuannya pagi ini bersama Tuan Dirgantara.


"Kenapa ponselnya mati?"


Tak ingin terlalu memikirkan Sherly, Excel pun memilih melanjutkan pekerjaannya yang lain. Dia percaya bahwa istri bisa mengatasi semuanya dengan baik.

__ADS_1


Terlalu sibuk di depan layar laptopnya, Exo sampai melupakan sudah pukul berapa saat ini. Dia baru menyadari saat ponselnya berdering, yang menunjukkan My Wife sedang memanggil. Daisy hanya sekedar mengingatkan Excel untuk tidak telat makan, karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Saat itu juga Excel baru menyadari bahwa Sherly belum juga menunjukkan batang hidung di depannya. Apakah Sherly sedang dalam bahaya?


Karena ingin memastikan bagaimana keadaan Sherly, Excel memilih menghubungi Dirga langsung. Dari pernyataan Dirga saat ini Sherly sedang terjebak di dalam lift. Dirga meminta maaf dalam dalamnya atas insiden tersebut.


Meskipun Excel merasa lega tetapi dia tidak tega dengan keadaan Sherly saat ini. Berarti sudah hampir setengah hari Sherly terjebak di dalam lift. Tidak ingin terjadi sesuatu kepada Sherly, Excel pun segera meluncur ke perusahaan Dirga.


Excel tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu kepada Sherly, karena dia adalah aset yang sangat berharga untuk nasib perusahaan dan bisnisnya saat ini.


"Perusahaan macam apa itu, untuk menangani hal seperti ini saja sangat lambat." Sepanjang jalan Excel terus menggerutu, menyalahkan fasilitas perusahaan.


Setelah Excel sampai di perusahaan milik Dirga, dia segera menuju lift di mana Sherly terjebak. Saat ini memang terlihat beberapa orang petugas sedang memperbaiki lift tersebut.


"Melakukan pekerjaan seperti ini saja kalian sangat lambat!" cibir Excel.


Excel memberi isyarat agar semua petugas itu mundur semua lalu memanggil petugas yang dia bawa sendiri.


"Cepat kalian perbaiki lift ini! Aku tidak mau tahu jika sesuatu telah terjadi kepada orang ku yang ada di dalam sana. jika itu terjadi aku tidak akan sedang segan untuk menuntut perusahaan ini!" ancam Excel dengan penuh kekecewaan. Bagaimana bisa perusahaan se-elit ini untuk menangani masalah kecil saja tidak bisa beres dalam waktu cepat.


Tidak membutuhkan waktu lama, setelah petugas yang dibawa oleh Excel itu memperbaiki, lift itu kembali normal.


Saat pintu lift dibuka, mereka semua disuguhi dengan pemandangan yang langka, di mana seorang lelaki sedang tertidur dengan berbantalan paha seorang wanita. Sedangkan Wanita itu sendiri menyandarkan kepalanya di dinding lift.


"Kaisar!" teriak Dirga yang merasa malu akan pemandangan yang dilihat oleh banyak orang.


.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼


JANGAN LUPA JEJAKNYA! AWAS KENA GETOK PALU 🤕🔨

__ADS_1


__ADS_2