Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 62


__ADS_3

Sampai saat ini Excel belum menemukan siapa orang yang telah melakukan penembakan ke rumahnya. Semakin hari Excel semakin merasa tidak tenang karena memikirkan keselamatan Daisy.


"Sherly, Apakah kamu sudah menemukan siapa pelakunya?" tanya Excel saat Sherly menyerahkan sebuah laporan kepada dirinya.


"Maaf Tuan, saya belum bisa menemukan pelakunya."


Excel meremas jari-jarinya. Dia tidak mau tahu, saat ini juga pelakunya harus tertangkap, bagaimanapun caranya.


"Segera kerahkan anak buah, cari tahu siapa pelakunya! karena mereka sudah berani bermain-main denganku saat aku sedang tidak ada!" perintah Excel.


"Anda tenang saja tuan, saya sudah mengerahkan semua anak buah untuk mencari tahu siapa orang yang sudah berani bermain dengan anda," jelas Sherly.


Excel berjanji tidak akan melepaskan orang itu jika sampai tertangkap nanti. Dia tidak akan segan untuk menghabisinya, karena dia sudah berani untuk bermain dengan dirinya saat dirinya tidak ada.


Terkadang Excel tidak bisa membedakan mana kawan mana lawan, semuanya sama tertutup oleh wajah penuh kepalsuan.


Memiliki musuh dalam selimut itu lebih menakutkan ketimbang mempunyai musuh yang benar benar nyata di depan matanya.


Setelah 1 hari berkutat di kantornya Excel memilih langsung untuk pulang ke rumah. Malam ini Excel menyerahkan semua tugas kepada Sherly untuk menghandle pekerjaannya adalah.


Bukan tanpa alasan, selain untuk menjaga Daisy di rumah, dia juga ingin dimanjakan oleh Daisy. Karena semenjak Excel pulang dari luar kota, Daisy lebih peka akan dirinya. Sekarang ini Daisy sudah bisa melayani dirinya dengan baik secara luar dalam.


Excel tidak tahu istrinya belajar dari mana. Namun, dia sangat bersyukur karena Daisy mulai patuh kepada dirinya dan tidak pernah mengungkit-ngungkit lagi masalah Mammy dan Daddy-nya. Semua itu Daisy serahkan kepada Excel.


Seperti biasa, saat Excel ulang maka seluruh pelayan akan menyambut kedatangan Excel tak terkecuali Daisy yang turut hadir dalam penyambutan Excel malam ini.


"Selamat malam Tuan Excel," sambut Daisy, yang menirukan para pelayan dengan menundukkan kepalanya.


Excel mengulum senyum di bibirnya. Rasa penat satu hari tiba-tiba hilang begitu saja saat dia melihat senyuman berkah di bibir istrinya.


"Selamat malam juga Nona Daisy Word," sahut Excel.


Daisy menautkan alisnya, saat Excel memberikan nama belakang untuknya.

__ADS_1


"Kenapa? apakah kamu tidak menyukai nama itu?" tanya Excel.


Daisy menggeleng pelan. Bukan tidak suka, tetapi Daisy merasa sangat terharu karena Excel menyematkan nama belakang untuk dirinya.


"Tidak! Aku sangat menyukainya. Aku hanya terharu, karena kamu telah memberikan status baru untuk diriku sekarang. Excel, terimakasih sudah mau menerima semua kekuranganku."


Tidak ingin mengumbar kemesraan di depan para pelayan Excel, segera menggandeng istrinya untuk naik ke lantai atas, di mana kamar mereka berada.


Seperti pada malam-malam sebelumnya, rutinitas Daisy adalah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Namun, ada satu ritual yang wajib dilakukan setelah mandi, dimana Excel selalu akan menerkam Daisy sehabis mandi. Dia tidak peduli jika harus mandi untuk membersihkan dirinya kembali.


Begitu pula dengan Daisy yang sudah tidak merasa kaku saat terbang bersama dengan Excel. Sesuai dengan saran dari Vie, Daisy mengambil kendali untuk menjadi pilot. Pasrah, dia hanya bisa memejamkan matanya saat Daisy sudah menguasai dirinya. Saat ini keduanya benar-benar menjadi pasangan suami-istri yang sudah tidak canggung lagi untuk melakukan penerbangan.


Setelah selesai mendapatkan apa yang mereka inginkan, keduanya pun langsung mandi bersama dan mengulang penerbangannya lagi tanpa rasa bosan. Saat ini bermain ke luar angkasa sudah menjadi candu untuk keduanya.


Daisy sudah mengeringkan rambutnya. Sementara itu Excel memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang karena sangat lelah.


"Syi ... katakan, siapa orang di balik perubahan ini?" tanya Excel, yang merasa penasaran dengan seseorang yang sudah berhasil membuat Daisy 180°, dari yang awalnya pasif hingga menjadi aktif.


"Tidak ada!" kilah Daisy.


"Sudahlah Excel, kamu tidak perlu tahu masalah itu. Yang penting sekarang aku udah bisa menjadi istri yang baik, bukan begitu?"


Excel hanya mengangguk pelan, dia sebenarnya merasa penasaran kepada orang itu tetapi, karena Daisy tidak ingin menceritakan siapa dia maka Excel tidak akan memaksanya.


Malam semakin larut hanya suara jangkrik mengerikan yang terdengar dalam kesunyian tiba-tiba ponsel Excel berdering. Dengan rasa alas Excel meraih usilnya di atas karena sangat mengganggu tidurnya malam ini.


"Siapa sih malam-malam mengganggu!" gerutu Excel.


Nama Sherly telah mengambang di layar ponselnya. Excel langsung duduk saat melihat siapa yang meneleponnya tengah malam seperti ini. Apakah sudah terjadi sesuatu? sehingga Sherly menghubunginya? tanpa pikir panjang Excel segera mengangkat panggilan dari Sherly.


Excel terdiam untuk sejenak, saat Sherly berbicara dari balik telepon genggamnya.


Setelah menutup teleponnya, Exel segera bangkit dari tempat tidurnya. Sebelum itu dia menyelimuti Daisy lebih dahulu sebelum meninggalkan sang istri yang telah tertidur lelap.

__ADS_1


Excel mengambil jaket kulit beserta perlengkapannya yang tersimpan di dalam laci. Sebuah benda yang akan selalu Excel bawah kemana-mana saat dia pergi, yaitu sebuah pistol.


"Syi ... tidurlah yang nyenyak. Aku akan pergi sebentar." Excel mendaratkan ciu.manya di kening sang istri.


Kali ini kepergian Excel tidak menggunakan mobil, melainkan menggunakan motor besarnya. Penjaga rumah sudah tidak heran lagi, jika Excel keluar malam.


"Kalian harus memperketat keamanan! Aku tidak ingin ada kejadian seperti yang lalu lagi!" kata Excel sebelum ia meninggalkan rumahnya.


"Baik Tuan, kami mengerti."


Excel sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai di tempat tujuan. Dari kabar yang Sherly berikan, dia sudah menemukan siapa pelaku penembakan rumahnya kemarin. Kali ini dia tidak akan memberikan ampun kepada orang yang telah berani bermain-main kepada dirinya.


Setelah sampai di tempat tujuan Excel segera bergegas menuju tempat dimana pelaku penembakan kemarin di sekap oleh Sherly dan anak buahnya. Sungguh tidak diragukan lagi bagaimana cara kerja Sherly dan anak buahnya. Hanya dalam hitungan jam saja, mereka sudah berhasil menemukan pelakunya.


"Selamat malam Tuan, mereka ada di dalam." Sherly menyambut kedatangan Excel.


"Mereka? memangnya berapa orang pelakunya?"


"Mereka ada 4 orang, Tuan," jelas Sherly.


Salah satu sifat Excel, yaitu dia tidak ingin membuang waktu yang ada pada titik dia segera masuk ke dalam gudang untuk melihat para pelaku yang sudah bosan hidup pada.


Benar saja 4 orang sudah berhasil dibekukan Sherly dan anak buahnya. saat ini mereka hanya tinggal menunggu ajal mereka datang karena malaikat maut sudah ada di depannya.


.


.


.


.


Halo-halo aku Up lagi. TERIMA KASIH YANG UDAH MEMBERIKAN VOTE UNTUK NOVEL INI 🥰🥰

__ADS_1


JANGAN LUPA HADIAHNYA LAGI YA 🙈, AGAR AKU LEBIH RAJIN LAGI. 🥰🥰 TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH SETIA DENGAN CERITA RECEH INI. SALAM DARI AKU, PELUK CIUM MUUUAACCHH 😘😘


__ADS_2