Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 101


__ADS_3

Haning.


Tak ada percakapan di antara keduanya hingga mereka sampai di rumah. Kaisar yang masih merasa kesal dengan keputusan Sherly, begitu juga dengan Sherly yang merasa jika Kaisar tidak bisa mengerti posisinya saat ini. Sebelumnya Kaisar sudah mengetahui bagaimana pekerjaan Sherly. Bahkan saat itu Kaisar juga tidak mempermasalahkan pekerjaannya, tetapi mengapa tiba-tiba Kaisar malah meminta Sherly untuk resign?


Memang pada suatu saat nanti Sherly pasti akan resign dari pekerjaannya, tetapi untuk saat ini Sherly masih membutuhkan waktu. Terlebih semua pekerjaan hanya Sherly yang bisa mengatasinya.


"Kamu marah sama aku?" tanya Kaisar saat melihat Sherly tidur membelakangi dirinya.


"Tau ah! Kamu tuh jadi laki-laki nggak ada peka-nya sama sekali!" status Sherly.


"Aku harus peka seperti apa lagi? aku hanya tidak ingin kamu terlalu mendalami lagi pekerjaan itu. Kamu sekarang sudah mempunyai keluarga. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu hal buruk kepadamu nanti. Pekerjaanmu itu membahayakan, Sher!" ucap Kaisar.


"Tanpa harus kamu kasih tahu aku sudah tahu Kai. Aku sudah lama menggeluti pekerjaan ini dan lihatlah aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Tolong mengertilah, aku butuh waktu. Tidak mudah untuk meninggalkan pekerjaan ini. Jika kamu ada di posisiku maka apa yang akan kamu lakukan? kamu ingin mempertahankan pekerjaanmu atau kamu akan memilih orang yang kamu sayangi? Bertahun-tahun aku tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa tinggal di hatiku, begitu juga dengan pekerjaanku. Jadi tolong beri aku sedikit waktu."


"Baiklah aku akan memberikan waktu. Tetapi aku minta kamu berhenti untuk mengurusi pekerjaan yang membahayakan itu. Oke aku bisa terima jika kamu masih ingin bekerja di kantor, tetapi aku tidak akan mengizinkanmu untuk meneruskan pekerjaan ilegal itu," timpal Kaisar.


Sherly kemudian membalikan badannya. Dia menatap manik mata Kaisar, mata yang penuh pacaran cinta untuk dirinya, tetapi Sherly menganggap cinta Kaisar terlalu berlebihan kepada dirinya.


"Terima kasih ya Kai" kata Sherly.

__ADS_1


Tak dapat dipungkiri, hati Kaisar yang tadinya sempat merasa kesal kini mendadak menjadi tenang saat mendapatkan tetapan dari Sherly. Malam yang panjang pun mereka lewati berdua, sebelum pada akhirnya mereka memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


...~~~...


Berhubung hari Minggu, Kaisar sengaja ingin mengajak Sherly jalan-jalan sejenak. Karena keduanya sama-sama sibuk bekerja dan tidak memiliki banyak waktu untuk menghabiskan waktu berdua, kecuali hanya malam saja, itu pun juga sangat terbatas karena tubuh mereka sudah sangat lelah setelah seharian bekerja di kantor.


Agenda rencana hari ini Kaisar ingin mengajak Sherly menonton di sebuah bioskop. Kebetulan ada film baru yang sedang Viral. Sebenarnya Kaisar tidak berminat untuk menonton film tersebut, tetapi Sherly memaksanya untuk menonton film tersebut. Perbedaan keduanya membuat Kaisar harus bisa sedikit mengalah kepada Sherly.


"Sher, itu film horor! Bagaimana nanti kalau tiba-tiba hantunya muncul di rumah kita? Kamu tahu kan kita hanya tinggal berdua. Kamu tidak takut sama sekali?" tanya Kaisar.


"Untuk apa aku takut? bisa jadi para hantu itu yang akan takut kepadaku. Setelah nonton film ini minggu depan kita nonton film kesukaan mu, gimana? Deal?"


"Baiklah, asalkan nanti malam ada servis khusus," celoteh Kaisar.


"Gampang itu. Sepertinya stok peluru juga masih banyak di rumah," seluruh Sherly.


"Jadi maksud kmu, kamu mau membunuhku dengan pelurunya?" sahur Kaisar.


"Tidak! Tapi aku akan membunuhmu dengan cinta aku." Sherly tertawa sambil menarik tangan Kaisar agar mempercepat langkahnya. Namun, langkah mereka tiba-tiba terhenti saat seseorang memanggil nama Kaisar.

__ADS_1


"Kai!"


Kaisar dan Sherly segera membalikkan badan untuk melihat siapa sosok yang telah memanggil Kaisar.


"Siapa dia Kai?" tanya Sherly saat seorang wanita sedang berjalan menghampiri keduanya.


Kaisar terdiam, dia tidak menjawab pertanyaan dari Sherly. Wanita yang tidak asing baginya mengapa tiba-tiba muncul di hadapannya. Apakah penjelasannya tempo hari tidak didengarkan oleh wanita itu? Kaisar hanya membuang nafas kasarnya.


"Kaisar!" panggil wanita yang saat ini sudah ada di depan mereka.


"Jane," lirih Kaisar.


.


.


.


🌼 bersambung 🌼

__ADS_1


__ADS_2