
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. kehamilan Daisy juga sudah mendekati waktu persalinan. Satu persatu Excel sudah berhasil menyingkirkan masalah yang ada. mulai dari Felix yang dikirim ke Australia, Mischelle yang menjadi gelandangan dan Arathorn masih dengan kondisi yang menyedihkan. Semakin hari dia kesulitan untuk menggerakkan seluruh tubuhnya. Hanya bisa terbaring di tempat tidur dan sesekali diajak berkeliling menggunakan kursi roda.
Semua aset milik Arathorn sudah berbalik nama menjadi milik Daisy dengan Sah. meskipun Excel terlalu kejam, tetapi dia juga tidak tega untuk membuang Arathorn. Mungkin dengan kelumpuhannya saat ini adalah karma dari apa yang telah dia perbuat di masa lalunya.
Excel juga sudah memberikan sedikit kebebasan untuk Daisy. Bahkan Excel juga telah mengizinkan Daisy untuk Daddy-nya. Namun karena kehamilan Daisy yang sudah mendekati hari persalinan, Daisy belum sempat untuk menjenguk Daddy-nya.
Pagi ini suasana rumah Excel terlihat sangat heboh karena sepertinya Daisy sudah akan melahirkan. Excel memanggil semua pelayan untuk bersiap menyambut kelahiran calon baby twins-nya. bahkan sebelum Excel berangkat ke rumah sakit, dia telah menyuruh para pelayan untuk menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan oleh baby twins-nya nanti.
Excel sudah tidak sabar untuk bisa bertemu dengan dengan baby twins. bahkan Excel juga sudah memberikan nama untuk kedua calon anaknya.
"Sayang .... " Daisy terus merin.tih sambil mengelus perutnya yang sudah terasa tidak karuan lagi. Bahkan untuk meletakkan pantatnya di tempat duduk saja sudah tidak sanggup untuk Daisy.
"Sabar ya, sebentar lagi kita sampai." Excel terus memberikan semangat kepada Daisy untuk tetap kuat.
"Pak, tambah kecepatannya!" perintah Excel pada sang sopir.
"Maaf Tuan, jalanan sedikit ramai. Saya tidak berani menambah kecepatan," jawab sang sopir.
Sepanjang perjalanan Daisy terus menggenggam erat tangan. Rasa melilit yang hilang-hilang timbul, rasa ingin buang air besar, rasa ingin buang air kecil bercampur menjadi satu. Keringat dingin juga telah bercucuran. Daisy menahan rasa sakit itu sambil mengatur nafasnya.
...💗💗💗...
Di dalam sebuah ruangan bersalin, Excel merasa sangat tidak tega saat melihat perjuangan yang ingin melahirkan secara normal. Padahal jika Daisy mau, dia bisa melakukan secar agar lebih cepat, tetapi Daisy menolak. selagi kondisinya memungkinkan untuk melahirkan secara normal maka Daisy memilih melahirkan secara normal.
Berulang kali Daisy mengikuti intruksi dari sang dokter, mulai dari menarik nafas dalam lalu mengeluarkan dengan pelan. Daisy dilarang untuk mengejan jika belum ada kontraksi asli.
Hampir satu jam Daisy mempertaruhkan nyawanya untuk dua buah hati tercinta. Perjuangan yang tidak sia-sia akhirnya akhirnya ada isi bisa melahirkan kedua baby twins-nya dengan lancar meskipun dia harus menahan rasa sakit. seketika rasa itu pun juga hilang tangisan kecil penggemar di ruang persalinan.
Berulang kali Excel menge.cu.pi kepala dengan penuh kata syukur.
__ADS_1
"Sayang, terima kasih," ucap Excel dengan penuh rasa cinta.
Daisy hanya bisa menyonggengkan senyumnya saat dia melihat dua bayi yang sedang berada di sampingnya. ini Daisy tidak pernah memikirkan jika pada akhirnya dia akan melahirkan anak dua sekaligus. Ini adalah anugerah terindah dari Tuhan, sekaligus hadiah ulang tahunnya yang ternyata jatuh dalam tiga hari ke depan.
Berita kelahiran anak Excel telah menyebar luas. Bahkan saat di rumah sakit beberapa wartawan juga sudah berada di depan pintu ruang inap di mana Daisy berada. Namun, Excel sudah menyiapkan keamanan. Dia telah menempatkan beberapa penjagaan di depan kamera Daisy.
"Tuhan bagaimana perasaan Anda setelah anak anda lahir?" tanya salah seorang wartawan.
"Saya dengar anak-anak anda kembar? boleh kami tahu jenis kelaminnya dan namanya?" wartawan yang ada di paling belakang.
Excel terpaksa harus menemui para wartawan karena tidak ingin membuat suasana rumah sakit menjadi riuh karena ulah perawatan.
"Baik saya akan jelaskan, tetapi setelah saya jelaskan saya mohon kalian segera langsung membubarkan diri jangan sampai keributan di rumah sakit apakah kalian mengerti?
Saya bahagia atas kelahiran anak saya dan saya terima kasih kepada istri saya yang telah berjuang untuk bisa melahirkan anak saya secara normal. anak saya ada dua satu laki-laki dan satu perempuan untuk nama saat ini belum bisa saya umumkan kepada kalian karena ini akan launching saat pemberian nama nanti. Baik sekian lah dan terima kasih." Excel kembali ke kamar inap Daisy.
Meskipun tidak banyak yang bisa diketahui oleh para wartawan tetapi setidaknya mereka telah mendapatkan informasi jika anak Excel berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Dua hari mendapatkan perawatan di rumah sakit akhirnya Daisy sudah diizinkan untuk pulang. Daisy merasa sangat bahagia manakala rumah Excel sudah di dekorasi semenarik mungkin oleh para pelayan untuk menyambut kedatangan Daisy dan baby twins.
"Sayang, Kamu siapin ini semua?" tanya Daisy.
Excel yang mendorong Daisy menggunakan koreksi roda menyunggingkan senyumnya.
"Iya. Kamu suka?" tanya Excel.
"Iya suka. Makasih ya."
Saat ini Baby twins sudah dibawa masuk ke kamarnya sendiri. Excel pernah merenovasi sebuah kamar untuk anaknya. Excel sebelumnya tidak pernah membahas tentang kamar untuk sang bayi karena Excel ingin memberikan kejutan untuk Daisy dan bayinya.
__ADS_1
Satu kamar dengan dua warna, itu warna pink dan warna biru. Warna pink untuk baby girl dan warna biru untuk baby boy.
Daisy tak hentinya mengucapkan kata syukur atas kejutan yang Excel berikan kepada dirinya. Dibalik sifat dinginnya, ternyata Excel masih bisa memberikan sebuah kejutan yang luar biasa untuk dirinya.
"Sayang, kamu udah ada nama untuk anak kita?" tanya Daisy.
Excel tersenyum sambil menatap kedua anaknya yang saat ini sudah berada di box bayi dengan penjagaan baby sitter yang sudah dia tunjuk untuk merawat anaknya.
"Sudah dong, Sayang," jawab Excel.
Daisy tidak sabar untuk mengetahui siapa nama yang diberikan Excel untuk anaknya. dia berharap nama yang diberikan Excel itu adalah nama yang bagus dan mempunyai arti baik.
"Jadi siapa nama anak kita, Sayang?"
"Hazel Oscar Word dan Shereena Oscar Word. bagaimana menurutmu?"
"Yes, aku suka. Nama yang cantik,"
"Selamat ulang tahun ya sayang, ini adalah kado terindah untuk kita. Semoga dengan hadirnya mereka hidup kita akan jauh lebih bahagia lagi. Berjanjilah untuk tetap bersamaku hingga menua bersamaku."
Daisy menatap penuh cinta kepada Excel yang sudah berstatus sebagai seorang ayah dari dua anak. Mungkin Daisy kedepannya hanya akan fokus kepada dua buah hatinya yang kini telah melengkapi hidupnya. Jika bisa meminta Daisy tidak akan meminta anak lagi dari Excel. Dua saja sudah cukup.
.
.
.
🌼 BERSAMBUNG 🌼
__ADS_1
MAAF JIKA HARUS MENUNGGU TERLALU LAMA. JUJUR AUTHOR KECEWA KARENA REVIEW NOVEL AUTHOR SANGAT LAMA. YANG PUNYA KONTRAKAN SANGAT SENSITIF KEPADA AUTHOR 😔😔