Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 75


__ADS_3

...Perasaan yang diawali dengan rasa benci, suatu saat akan tumbuh bersemi menjadi rasa cinta. Tidak perlu membenci seseorang itu terlalu berlebihan, jika pada akhirnya kita akan jatuh ke dalam pelukannya....


...💗💗💗...


Seperti yang dikatakan oleh kaisar, setelah keduanya siap melakukan makan siang Kaisar segera mengajak Sherly untuk berdiskusi mengenai proyek yang akan mereka kerjakan. Namun, sebelum Sherly melakukan pembahasan bersama dengan Kaisar, Excel telah melakukan panggilan video call. Excel ingin memastikan bahwa Sherly memang benar-benar sedang bekerja.


Dari balik telepon Excel juga sempat berbicara dengan Kaisar. Bahkan Excel mengancam Kaisar, jika dia berani sampai jatuh cinta kepada Sherly. Excel juga berkata tidak akan segan-segan untuk mematahkan kakinya jika Kaisar sempat jatuh cinta kepada Sherly.


Kaisar hanya menelan kasar ludahnya, belum juga maju sudah dihalangi oleh oleh pagar besi.


"Jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Jangan sekalipun berharap untuk bisa mendapatkan Sherly, karena Sherly adalah aset berharga milik EX group. Paham kamu Kaisar?!" bentak Excel dari layar ponselnya.


Pantas saja seorang Excel mampu disegani oleh para lawan bisnisnya, ternyata beginilah sifat aslinya. Ini baru lewat panggilan video, bertemu secara langsung. Kaisar tidak tahu bagaimana jika dia tahu bahwa pertemuan ini hanyalah modus-nya saja untuk bisa bertemu dengan Sherly.


"Bos kamu galak ya!" kata Kaisar setelah panggilan tak putus tidak.


"Karena kamu tidak mengenal dia," bantah Sherly.


Siapapun orangnya yang belum mengenal secara mendalam, mereka pasti akan beranggapan bahwa Excel adalah sosok orang yang sangat galak dan garang. Namun, nyatanya Excel tidaklah seperti itu. Asal kita bisa mengambil hatinya, dia pun akan memberikan hatinya juga dengan suka rela.


"Tentu saja kamu berada di pihak Tuan Excel karena kamu memang anak buahnya," timpal Kaisar.


"Sekarang katakan hal apa yang perlu kita bahas hari ini? kamu sudah tahu sendiri memintaku untuk segera kembali?" tanya Sherly.


Mendadak Kaisar hanya terdiam. Dia tidak tahu hal apa yang akan dia bahas bersama dengan Sherly. Sementara itu semua hanya modus Kaisar saja yang ingin mengajak Sherly makan siang bersama. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Kaisar nyengir. "Maaf aku jadi lupa akan membahas apa," kilah Kaisar.


Sherly hanya bisa membulatkan matanya mendengar jawaban dari Kaisar. Lalu untuk apa dirinya sampai membuang waktu untuk hal yang tidak penting seperti ini? Kaisar memang benar-benar sudah keterlaluan. Ingin rasanya Sherly berteriak keras di telinga Kaisar agar lelaki itu bisa merasakan pekak.


"Kamu bener-bener ya, Kai!" sentak Sherly, kemudian berlalu meninggalkan meja makan.

__ADS_1


...💗💗💗...


Setelah kepergian Sherly, Kaisar memutar isi kepalanya. Bagaimanapun caranya Kaisar tidak boleh melepaskan Sherly. Barang langka yang wajib dipertahankan, meskipun sempat mendapatkan pertentangan dari pemiliknya, tetapi Kaisar tidak putus asa. Bagaimanapun caranya Sherly harus bisa dia dapatkan. Jika saat itu Kaisar bisa mendapatkan hati Miss Queen dengan mudah, maka kali ini dia juga harus bisa mendapatkan hati Sherly dengan mudah juga.


"Sepertinya aku punya senjata aku untuk meluluhkan batu es yang keras itu!" Kaisar tersenyum licik saat dia sudah menemukan rencana selanjutnya.


"Aku akan lihat bagaimana ma-can ku beraksi nanti. Jangankan batu es, batu gunung saja bisa dia pecahkan." Kaisar terkekeh saat dia membayangkan bagaimana Mama Cantik membela dirinya nanti.


"Sepertinya aku harus segera meminta pertolongan dari Bu Bos. Karena hanya dia yang bisa menolong hidupku saat ini. Kalau Pak Bos, jangan diharapkan. Bertemu dengan Tuan Excel saja dia harus membawa Arga."


...~...


Karena hari-harinya hanya dihabiskan di dalam rumah saja, membuat Daisy merasa sangat bosan. Ingin sekali dia keluar rumah, tetapi dia sudah trauma akan kejadian yang sudah-sudah.


Setiap hari Daisy hanya berkutat di depan televisi maupun memainkan ponsel sambil rebahan.


Siang ini Daisy tidak sengaja sedang memutar salah satu channel televisi yang sedang menayangkan sebuah berita tentang seorang narapidana yang berhasil dibebaskan. Matanya membulat dengan sempurna saat dia melihat foto Mami-nya terpampang di layar televisi.


Apakah kepergian Excel ada bersangkutan dengan terbebasnya sang Mami saat ini? Daisy hanya bisa menggigit jari, dia tidak tahu harus berbuat apa. Tidak! Daisy tidak boleh memikirkan tentang maminya, karena dia sudah berjanji kepada Excel akan menyerahkan semua masalah itu kepada dia.


Mengingat maminya, sekilas Daisy juga mengingat Daddy-nya yang sedang sakit. Bahkan di saat seperti ini bisa berada di sampingnya. Tak terasa air matanya pun menetes begitu saja. Seburuk apapun perlakuan Daddy-nya, Daisy tetaplah anaknya.


Daisy hanya bisa berharap, semoga Daddy-nya bisa segera sembuh dan menyadari akan semua kesalahannya selama ini yang telah menyia-nyiakan dirinya.


Saat ini, Daisy membutuhkan sandaran seorang Excel. Dia semakin terisak mana kala mengingat Excel yang tak kunjung pulang. Ingin sekali rasanya dia menelepon Excel, tetapi mengingat hatinya yang masih marah, dia hanya bisa menatap potret gambar Excel yang ada di ponselnya. "Kamu kapan pulang sih?"


Saat Daisy telah benar-benar telah jatuh cinta kepada Excel, tetapi dengan mudah Excel malah menjauh darinya. Ternyata LDR itu sangat menyiksa. Saat ini Daisy hanya bisa berharap baby twins segera lahir, maka dengan seperti itu dia tidak akan merasa kesepian lagi.


"Mommy sudah tidak sabar untuk menanti di mana kalian akan segera bertemu dengan Mommy." Daisy mengelus perutnya, berharap baby twins mendengar apa yang Daisy katakan.

__ADS_1


.


.


Jika Daisy bisa menahan rasa sabar dan menghibur diri, tetapi tidak dengan Excel. Excel yang sengaja memulihkan lukanya di apartemen lama miliknya, hanya bisa meratapi nasibnya saat ini.


Sudah beberapa hari dia harus menahan rasa rindu kepada sang istri dan calon baby-nya. Biasanya sebelum tidur dan sesudah tidur, Excel akan menyapa baby twins-nya terlebih dahulu. Namun, untuk saat ini dan beberapa hari kedepan, Excel tidak bisa melakukan itu semua. Panggilan video call tidak bisa Mengobati rasa rindunya kepada Daisy. Bahkan tidur Excel pun tidak pernah nyenyak. sebelum memejamkan mata, sekilas Excel mengingat kejadian yang telah menimpa dirinya. Lagi-lagi tangannya mengepal dengan keras.


"Felix, lihat saja balasan apa yang harus kamu terima!"


Malam itu juga, meminta Sherly untuk mengantarkan Excel ke tempat di mana Felix saat ini mereka sekap. Namun karena kondisi Excel belum pulih sepenuhnya, Sherly tidak mengizinkan Excel untuk menemui Felix saat ini.


"Sekarang kamu sudah berani mengatur ku, ya!" cibir Excel.


"Maafkan saya Tuan, saya terpaksa harus melakukan semua ini. Karena saya ingin anda segera pulih, maka dengan seperti itu tugas saya akan semakin berkurang." tegas Sherly.


Excel hanya menautkan alisnya saat mendapat jawaban menohok dari Sherly. Memangnya selama Excel sakit pekerjaan Sherly bertambah? tidak kan? Excel merasa pekerjaan Sherly tidak ada yang berubah, kecuali hanya tidur di rumahnya saja.


"Sherly sialan!" maki Excel setelah kepergian Sherly.


.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼


HALO HALO JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. TERIMA KASIH 🙏

__ADS_1


SAMBIL NUNGGU AKU UP LAGI MAMPIR DULU YA KARYA NOVEL TEMAN AKU DI BAWAH INI



__ADS_2