
Karena Mischelle tak kunjung mau memberikan klarifikasi tentang berita yang beredar, maka pihak kepolisian memilih mendatangi rumah Mishelle untuk memberikan keterangan.
Kasus yang sudah lama tertutup dan sebagai petugas sudah silih berganti, membuat pihak kepolisian sedikit kesulitan untuk menangani kasus ini, mengingat bukti juga belum kuat. Hanya sebuah berita yang tiba-tiba muncul kembali tidak bisa memperkuat tanda bukti.
Mishelle sudah diliputi rasa ketakutan yang mendalam karena saat ini tak ada yang bisa untuk membela dirinya lagi. Tak ada yang bisa ia lakukan selain kata pasrah saat dia dibawa ke kantor polisi untuk memberikan keterangan atas tewasnya Laluna.
"Sampai kapan anda bungkam, Nyonya?" tanya petugas.
Sudah hampir satu jam Michelle berada di kantor polisi, tetapi dia tak kunjung memberikan keterangan. Hal itu membuat polisi semakin geram.
Daisy yang mendapatkan kabar bahwa maminya berada di kantor polisi segera meminta Excel untuk mengantarkannya ke kantor polisi.
Tetapi, karena Excel hendak berangkat ke kantor maka Excel tidak bisa mengantarkan Dasy untuk menemui Michelle di kantor polisi
"Ayolah Excel, tolong antarkan aku untuk menemui mami," pinta Daisy.
"Maafkan Aku Daisy, aku tidak bisa mengantarkanmu. karena aku akan mengadakan meeting di kantor," balas Excel.
"Baiklah, jika kamu tidak mau mengantarkanku maka aku akan pergi sendiri." sahut Daisy sambil menatap Excel kecewa.
Excel tidak terima jika Daisy pergi sendiri ke kantor polisi. Saat dua pilihan yang sangat berat, antara pekerjaannya dan istrinya. karena Excel tidak mau terjadi sesuatu kepada Daisy akhirnya dia memilih mengundurkan jadwal meeting pagi ini dan menyuruh Sherly untuk menangani pekerjaannya di kantor.
Sesampainya di kantor polisi, Daisy segera memeluk maminya untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Mami tidak apa-apa kan?" tanya Daisy.
"Syi ... tolong Mami, Syi." Michelle memeluk tubuh Daisy dengan erat. saat ini Michelle benar-benar sangat ketakutan. dia takut akan berada di dalam kurungan jeruji besi akibat perbuatannya yang sudah bertahun silam.
"Mammy yang tenang ya. semua akan baik-baik saja," ucap Daisy.
Exo yang melihat kedekatan antara daya si dan Michael merasa bingung Mengapa Daisy terlalu bodoh. Ibunya tewas karena ulah Michelle tetapi Daisy masih saja berbuat baik kepada Michelle. Dalam hati Excel bertanya apakah Daisy memang benar-benar bodoh.
Michelle meminta kepada Daisy untuk memberikan keterangan bahwa dirinya tidak sengaja membunuh ibunya. Namun, sebelum Daisy menjawab Excel sudah menjawabnya.
"Maafkan saya Nyonya, tetapi hukum harus tetap berlaku. Bukan hanya satu nyawa yang sudah anda hilangkan, tetapi sudah dua nyawa yang melayang akibat ulah anda. Apakah Anda masih mengingat pelayan yang terjatuh dari tanggal saat itu? Sebelum ibunya Daisy meninggal, ada pelayan rumah anda yang juga tewas akibat jatuh dari tangga. Saya tidak tahu apakah anda berkata jujur atau berbohong, tetapi saya tidak yakin jika Anda berkata jujur. Maka biarkanlah pihak yang berkewajiban yang memutuskan apakah anda bersalah atau tidak. Mungkin saat ini bukti itu belum kuat, tetapi lihat saja sebentar lagi kebenaran akan terbongkar." jelas Excel panjang lebar.
Mata Michelle membulat tak percaya dengan ucapan Excel. Apakah Daisy telah menceritakan semuanya kepada Excel.
"Kenapa kamu bisa tahu?" tanya Michelle.
Daisy menggeleng. Dia terpaksa harus berbohong karena tidak mau Michelle membenci dirinya. bagaimanapun Michelle adalah orang yang berjasa dalam hidupnya setelah kejadian penembakan saat itu.
"Tidak Mi, aku tidak mengatakan apapun kepadanya," kilah Daisy.
"Syi, tolong Mami Syi. Mami tidak ingin masuk penjara."
Excel sudah jengah mendengarkan kata tolong dari Michelle. Bagaimana mungkin seorang pembunuh harus ditolong. Dia sudah kehilangan ibunya bahkan bukan hanya ibunya saja yang tewas, tapi ibu Daisy juga tewas karena ulah Michelle.
__ADS_1
"Sudahlah Syi, ayo kita pulang. Tak ada gunanya kita berlama-lama di sini. Biarlah hukum yang memprosesnya. Karena setiap apa yang kita tanam pasti akan kita tuai. Tidak mungkin, bangkai yang mereka tutupi tidak akan tercium juga."
Michelle harus menelan kasar kekecewaannya, karena ternyata Daisy tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Michelle telah berbuat baik kepada Daisy tetapi tidak akan merubah fakta bahwa dia adalah seorang pembunuh.
"Mami maafkan Daisy," lirih Daisy.
Michelle menatap nanar kepergian Daisy. Dia tidak tahu lagi kepada siapa dia harus meminta pertolongan agar tidak masuk dalam jeruji besi. Membayangkan saja dia sudah tidak sanggup, apalagi melewati hari-harinya di dalam sana.
Saat ini Excel belum menjalankan mobilnya karena ingin menanyakan sesuatu kepada Daisy. Saat Excel ingin memberikan keadilan kepada ibunya Daisy, tetapi Mengapa Daisy seolah sedang membela Mischelle yang jelas-jelas adalah menewaskan dari ibunya.
"Syi, Aku ingin bertanya kepadamu. Aku tidak tahu jika ternyata kamu itu bodoh. Sudah jelas-jelas Michelle telah menewaskan ibumu, tetapi Mengapa kamu masih berbaik hati kepada wanita itu?"
Daisy menatap wajah Excel yang terlihat kecewa atas sikap yang sudah iya ambil. Daisy punya alasan tersendiri mengapa dia tidak bisa membenci Michelle, yang jelas-jelas adalah orang ketiga dalam pernikahan orang tuanya dan dia sudah menewaskan ibunya.
"Excel, kamu tidak tahu apa-apa tentang aku dan Mammy. Meskipun Mami sudah jahat, tetapi jika tidak ada dia mungkin aku tidak akan bisa hidup sampai hari ini. Apakah kamu masih ingat kejadian penembakan 20 tahun yang lalu? Aku hampir saja kehilangan nyawa, dan saat itu hanya ada Mammy di sampingku, karena Daddy-ku tidak bisa meninggalkan pekerjaannya saat itu. Aku hampir mati, butuh transfusi darah. Saat itu kantong darah yang ada di rumah sakit kosong. Apakah kamu tahu, demi untuk mendapatkan transfusi darah untukku, Mammy rela berkeliling kota untuk meminta bantuan untuk menjadi pendonor darah untukku. Padahal kamu tahu, pengobatanku dilakukan di luar negeri. di sana kami tidak memiliki siapa-siapa, jangankan family kenalan saja tidak punya. Namun, Mammy bersikeras untuk bisa mendapat donor darah yang cocok untukku. Itu sebabnya Mengapa aku tidak bisa membenci dia meskipun dia sudah sangat jahat terhadap aku dan ibuku," jelas Daisy panjang lebar, sambil menipiskan air matanya.
.
.
.
.
__ADS_1
☕ Bersambung ☕
Mohon ritualnya! Jangan sampai kena getok palu ya 🤕🔨