
Pagi ini Excel sengaja bangun lebih awal lalu segera menghidupkan televisinya. Dia sudah tidak sabar lagi ingin melihat berita pagi ini.
Excel tersenyum lebar saat semua stasiun televisi menayangkan berita yang sama. Berita besar yang selama ini di tutup rapat akhirnya terbongkar juga.
Daisy yang membuka matanya merasa kehilangan saat Excel tak berada disampingnya lagi. Namun, matanya menangkap Excel sudah duduk di sofa dengan televisi yang menyala.
"Tumben udah bangun?" Suara Daisy mengagetkan Excel.
Tak ingin sang istri melihat berita pagi ini, dia segera mematikan televisi.
"Lho ... kok dimatikan?" protes Daisy.
"Acara tidak penting. Aku hanya bosan menunggu kamu bangun. Apakah sekarang kita bisa mandi berdua?"
"Mimpi!" Daisy segera berlalu meninggalkan Excel.
Sebelum Daisy turun ke lantai bawah, Excel mengumpulkan semua pelayan. Untuk beberapa hari kedelapan mereka semua dilarang untuk menghidupkan televisi maupun radio. Serta harus bisa mengalihkan Daisy dari ponselnya.
"Jadi apa tugas kami agar Nona tidak memainkan ponselnya, Tuan?" tanya Mina.
"Itu PR untuk kalian! Cari kegiatan apa yang membuat dia melupakan ponselnya, karena aku tidak ingin dia mendengar berita ini."
Excel kemudian membubarkan semua pelayan saat Daisy sudah mulai menuruni anak tangga.
"Ada apa?" Daisy heran saat semua pelayan mulai pergi satu persatu.
"Tidak ada. Aku hanya memberitahu kepada mereka jika sebentar lagi akan ada Excel junior di rumah ini," kilah Excel.
Semua makan sudah terhidang diatas meja. Susah dua hari terakhir ini Excel tidak selera lagi untuk makan, padahal perutnya sangat lapar. Tak ada satupun makanan yang membuat naf.su untuk sarapan pagi ini. Berbeda dengan Daisy yang makan dengan lahap.
__ADS_1
"Kenapa tidak makan?" tanya Daisy.
"Aku tidak selera," jawab Excel.
Daisy menarik panjang nafasnya. "Makan-lah, kamu butuh tenaga untuk bekerja. Jangan sampai kamu sakit." Daisy menyodorkan suapan ke depan mulut Excel.
Melihat nasi saja sudah membuat Excel mual. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia menelan nasi itu. Namun, dia juga tidak ingin membuat Daisy kecewa. Suapan langka dari tangan sang istri.
"Aaa ...." Daisy memberi isyarat agar Excel membuka mulutnya.
Saat makanan sudah berada di dalam mulutnya, Excel tidak tahan lagi. Dia buru-buru ke wastafel untuk mengeluarkan apa apa yang baru saja ia makan.
"Excel, kamu kenapa? Kamu " Daisy panik saat Excel muntah-muntah.
"Tidak ada. Hanya mual saja."
Saat ini Excel terlihat sangat lemas. Dia sudah dibawa Daisy ke kamar tanpa di ijinkan untuk pergi ke kantor. Ponsel Excel pun disita oleh Daisy. Sebelum menonaktifkan ponselnya, Daisy mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Sherly jika saat ini Excel sedang sakit.
Daisy tidak paham dengan potongan pesan dari Sherly merasa sangat penasaran, karena Excel hanya membalas dengan kata bagus .
Excel memang penuh misteri. Bahkan sampai saat ini Daisy tidak tahu apa pekerjaan lainnya dari Excel yang setia malam dia akan pergi untuk menemui Sherly. Bukan untuk berburuk sangka, tapi rasanya tidak mudah jika Sherly menjalin hubungan terlarang dengan Excel. Tanpa ingin membuang waktunya lagi, Daisy segera menghidupkan televisi tanpa sepengetahuan dari Excel.
Matanya melebar saat dia melihat berita yang mengguncang hatinya. Sebuah berita yang menuliskan bahwa istri pertama Tuan Arathorn, tidak bunuh diri melainkan ada seseorang yang sengaja membunuhnya. Berita yang sudah lama di tutup kini tiba-tiba naik lagi kepermukaan media.
"Apa ini?" Daisy menutup mulutnya tak percaya. Semua stasiun televisi menanyakan berita yang sama, membuat para netizen geram kepada istri kedua Arathorn yang dianggap sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya.
"Apakah semua ini Excel yang melakukannya? Jika benar begitu untuk apa? Bahkan aku saja sudah tidak ingin mempermasalahkan kasus ini, karena semuanya akan percuma saja."
Excel yang baru saja keluar dari kamar mandi sangat terkejut saat Daisy sudah duduk santai di depan televisi yang sedang menayangkan skandal Daddy-nya bersama dengan Mammy-nya.
__ADS_1
"Excel, katakan! apakah kamu yang mengangkat berita ini muncul lagi ke permukaan?"
Excel terdiam untuk beberapa saat lagi. Menang dia yang mengangkat berita itu naik ke permukaan setelah puluhan tahun tertimbun.
"Iya. Aku yang menyuruh Sherly untuk mengangkat berita itu kembali."
"Untuk apa kamu angkat kembali? Percuma saja berita ini naik karena Daddy punya banyak cara untuk menutupnya kembali," komentar Daisy.
"Apakah kamu marah jika aku membongkar kebusukan Daddy di publik?"
"Tidak! untuk apa aku marah kepada orang tua yang gila harta," ketus Daisy.
"Baguslah jika kamu tidak marah. Kali ini aku akan membongkar kebobrokan Daddy-mu di depan publik. Mammy-mu juga harus menanggung perbuatannya. Tidak selamanya bangkai akan tersimpan rapat, ada saatnya semua orang akan men.ci.um.nya. Kamu tenang saja, aku akan selalu melindungi mu," pungkas Excel.
Entah harus bahagia atau bersedih saat Excel mengatakan akan membongkar kebobrokan Daddy-nya. Satu sisi hatinya merasa iba, tetapi dia juga akan lega jika kematian ibunya akan mendapatkan keadilan.
.
.
.
Hayo ... mana suaranya kalau kagak mau kena getok palu 🤕🔨 Butuh secangkir kopi woii, buat semangat hari ini wkwkwk
Halo-Halo, hari ini aku mau rekomendasi novel kece dari kakak Admin. Novelnya pasti seru sering nongol di beranda. Kalian harus baca! mampir ya ke Novel Mama Nanas 😊
Judul Novel : Maafkan Aku, Istriku
Author : Nazwa talita
__ADS_1