Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 37


__ADS_3

Dengan terpaksa Daisy memandikan Excel dengan telaten meskipun dirinya sendiri masih merasa malu untuk melihat dan menyentuh tubuh Excel. Namun, Daisy mencoba untuk acuh jika tidak ingin Excel sampai menggigil akibat terlalu lama di kamar mandi.


Sebenarnya Excel bisa saja untuk mandi sendiri karena yang patah tangan kirinya. Sedangkan tangan kanan masih bisa aktif seperti biasa. Namun, dia hanya ingin di manja oleh Daisy saja.


Daisy yang baru saja ganti pakaian karena basah terkejut karena Excel sudah siap memakai pakaiannya.


"Kamu bisa pakai baju sendiri? Jangan bilang kamu hanya ingin mengerjai ku saja."


"Apakah kamu mau memakaikannya? Kalau iya biar aku lepas lagi dan kamu yang pasang."


"Ngaco kamu!"


Malam ini Excel dan Daisy tidur dalam satu ranjang dengan perasaan saling berdebar. Untuk pertama kalinya Excel merasakan jantungnya yang bertalu-talu lebih kencang saat dia bisa melihat wajah Daisy lebih dekat. Perlahan Excel membelai wajah Daisy yang sudah terlelap dalam tidurnya.


"Syi... Maafkan aku yang bodoh. Tetapi jika aku tahu lebih awal, aku tidak akan mungkin akan menyakitimu. Percayalah, aku sangat merindukanmu," lirih Excel dengan membelai wajah Daisy.


Hawa dingin malam mulai terasa meskipun ac kamar sudah dimatikan. Daisy yang merasa kedinginan mencari rasa kehangatan dengan cara mengusal dalam pelukan Excel.


Excel yang merasakan tangannya sakit membuka matanya. Ia terkejut saat melihat Daisy sudah merapatkan tubuhnya dan memeluknya ibarat guling, karena kakinya juga menindih sebagian tubuhnya.


Ingin rasanya menggeserkan tubuh Daisy agar tak mengenai tangannya, tatapi Excel berpikir dua kali lipat. Kapan lagi dia akan di peluk oleh Daisy seperti ini? Excel yakin jika saat sadar Daisy tidak akan mau untuk memeluknya.

__ADS_1


"Sudahlah, dari pada tidak mendapatkan pelukannya." Excel memejamkan matanya kembali sambil tersenyum bahagia, meskipun tangannya terasa sangat sakit.


Hingga pagi menyingsing posisi Daisy tak berubah. Saat membuka mata dia sendiri juga terkejut saat mendapati dirinya telah memeluk tubuh Excel kalakny sebuah guling.


"Astaga ... ternyata bukan guling." Daisy segera mengangkat tangannya tetapi tangn Excel Excel malah menahannya.


"Biarkan dulu seperti ini. Aku belum puas," ucap Excel dengan mata yang masih memejam.


Detak jantung Daisy kembali berirama dengan cepa saat satu tangan Excel memeluknya.


"Kamu sudah bangun? Maaf aku tidak sengaja mengenai tanganmu yang sakit," tutur Daisy.


Excel membuka mata, dia ingin melihat bagaimana wajah menggemaskan saat Daisy meminta maaf. Daisy yang keras kepala tiba-tiba mengeluarkan kata maaf. Apakah ini pertanda jika Daiys sudah memaafkan dan menerima dirinya.


Saat ini kedua saling berhadapan. Excel telah membuka matanya dan bisa melihat wajah lebih dekat lagi, hanya beberapa centi jarak wajah keduanya.


"Syi ... untuk pertama kalinya dalam hiduku setelah 20 tahun berlalu untuk mengucapkan kata maaf. Kata yang tak akan pernah aku ucapkan, kecuali untuk mu. Aku tahu aku sadah salah karena aku tidak tahu jika kamu adalah Sysi-ku. Kamu mau kan memaafkan semua kebodohanku dan kita memulai lagi dari awal. Awal yang baik untuk pernikahan kita. Karena aku sangat mencintai Sysi aku menutup hatiku untuk semua wanita. Aku yakin suatu saat Syisi pasti akan pulang kedalam hatiku. Hatiku hanya untukmu, bahkan jika dunia meminta hatiku, aku tidak akan pernah memberikan, karena hati ini untukmu," ucap Excel panjang lebar. Mungkin karena Excel baru saja mengalami mimpi indah dia bisa mengumpulkan kata-kata yang panjang.


Daisy menatap lekat manik mata hitam di depannya. Mungkin dia harus memaafkan Excel. Biarlah yang lalu biar berlalu dan membuka lembaran baru bersama dengan orang yang selama ini dirindukan. Mungkin ini cara Tuhan untuk menguji hamba-Nya sebera besar dia mampu bertahan dan menerima kenyataan. Saat ini Tuhan sudah menyatukan mereka lalu mengapa mereka tidak memulainya dari awal lagi?


Mata Daisy berkaca-kaca. Meskipun Alex sudah menjelma menjadi sosok Excel yang segani banayak orang tetapi, nyatanya perasaan masih sama. Mereka sama-sama saling menyimpan perasaan masa lalu dengan baik.

__ADS_1


"Iya, aku mau kita mulai kisah ini dari awal lagi. Tetapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu perbuat kepadaku selama ini. Dan jangan pernah kamu mengatakan jika aku harus meninggalkan ini setelah dia lahir."


Excel mengusap air mata Daisy yang sudah membasahi pipinya. "Anak kita! Dia anak kita dan selamanya kita berdua yang akan merawatnya dan membesarkan bersama. Aku cabut semua ucapanku yang menyakitkan kepadamu. Syi ... makasih ya udah mau memaafkanku."


Daisy hanya pasrah saat Excel mendaratkan sebuah kecu.pan di kepalanya. Ini adalah kecu.pan pertamanya setelah hampir tiga bulan mereka menikah dan mungkin akan menjadi rutinitas Excel kedepannya.


.


.


.


🌹 Bersambung 🌹


Jangan lupa Jejaknya!! Jangan jadi silent reader nanti kena getok 🤕🔨 wkwkwk canda guys


Halo-halo aku datang lagi 😊 kali ini aku akan membawakan salah satu rekomendasi novel bagus untuk kalian baca. Mampir ya!


Judul Novel : Legenda Sang Dewi Alam Luxia


Author : Lidiawati06

__ADS_1



__ADS_2