Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 57


__ADS_3

"Excel, kamu .... " Daisy menjeda ucapannya, lalu memilih untuk segera mendekati Excel.


"Iya, ini pesananmu," kata Excel.


Daisy mengembangkan senyumnya, dia sangat bahagia karena Excel pulang dengan membawakan apa yang dia inginkan saat ini.


Daisy sudah tidak sabar lagi untuk mencicipi buah yang sangat ia inginkan. "Cepat buka Excel!"


Saat durian sudah siap untuk dimakan Daisy benar-benar tidak sabar untuk mencicipi buah itu. Namun, baru saja satu suapan tiba-tiba Daisy memuntahkannya.


"Wueek ... makanan apa ini! Aku tidak mau." Daisy memberikan kembali buah durian yang sudah diberikan oleh Excel.


Excel hanya menautkan alisnya merasa bingung. Jika tadi dia ngotot menginginkan buah tersebut, tetapi baru saja satu suapan dia sudah tidak mau.


"kenapa, Syi?" tanya Excel.


"Aku tidak mau, ternyata rasanya tak sesuai dengan aromanya yang sangat menggiurkan," ujar Daisy.


karena Daisy tidak mau, terpaksa Excel harus memakan buah itu. Bukan karena terpaksa, tetapi karena Excel memang sangat menyukai buah durian.


"Benarkah kamu tidak mau? jika tidak, akan aku habiskan," ujar Excel.

__ADS_1


Daisy hanya bisa melihat betapa rakusnya Excel menikmati durian yang rasanya tidak enak menurut Daisy sendiri. namun, tidak dengan excel yang memang sudah doyan buah itu.


Sebelumnya harus Excel berkonsultasi kepada salah satu dokter tentang akibat dari buah durian jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Tetapi, dokter itu mengatakan bahwa tidak berpengaruh apa-apa tetapi lebih baik jangan terlalu banyak mengonsumsinya.


Menurut mitos yang beredar, durian tidak baik dikonsumsi oleh wanita hamil karena bisa menyebabkan keguguran. Satu sisi lain ada yang mengatakan tidak masalah dan tidak akan mempengaruhi kehamilannya.


Setelah habis dan hanya tinggal aromanya saja yang tertinggal memenuhi salah satu ruangan yang di rumah belakang.


Bukan Daisy yang merasakan nikmatnya buah durian melainkan Excel lah Yang nikmatnya karena Daisy tidak mau untuk memakannya.


"Sudah jauh-jauh Sherly mencari buah durian. tetapi tidak apa-apa sih, toh juga tidak mubazir. Kamu aneh, Syi! tadi kamu ngotot minta buah durian, giliran udah ada kamu malah nggak mau." gerutu Excel.


Daisy hanya bergidik geli saat dia mencicipi rasa buah itu. karena memang selama ini Daisy belum pernah mencobanya sama sekali.


****


Karena Excel sudah sampai di rumah, dia malas lagi untuk berangkat ke kantor. semua pekerjaannya yang tertunda dia serahkan sepenuhnya kepada Sherly.


Saat ini Excel mengajak Daisy untuk mengelilingi rumah kelinci yang sangat lebar dan luas. Dia mengatakan kepada Daisy bahwa kelinci-kelinci yang ada di sini hanyalah untuk dirinya.


"Syi, apakah kamu ingat dulu aku pernah berjanji untuk memberikan kamu kelinci yang banyak? Jika kamu mengingatnya, inilah kelinci yang aku persiapkan untukmu. Apakah kamu menyukainya?"

__ADS_1


Daisy tersenyum puas karena ternyata tebakannya tidak salah.


"Aku mengingatnya dan aku sangat menyukainya terima kasih ya, Excel."


Setelah puas berada di dalam kandang kelinci, keduanya pun segera meninggalkan rumah belakang dan menuju rumah utama untuk beristirahat.


"Syi, besok aku akan keluar kota selama 3 hari. Aku harap kamu jangan pernah melanggar laranganku. Kamu tidak diizinkan untuk keluar rumah, mengerti? karena di luar sana banyak yang sedang mengincarmu, kamu tahu kan?


Daisy terkejut akan ucapan Excel. Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak seakan tidak merelakan kepergian Excel keluar kota.


"Excel, aku bukan tawanan mu. Bisakah kamu memberikan sedikit kebebasan untuk ku?" tanya Daisy.


"Tidak Syi. Di luar sana tidak aman untuk kamu. Aku tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan mu, kamu mengerti kan?"


Daisy mengangguk pelan. Dia paham akan posisinya saat ini yang berstatus sebagai istri dari Excel. Pasti akan ada banyak musuh yang mengincar dirinya karena Excel.


"Baiklah aku tahu itu. Tapi ... bisakah aku mengundang satu-satunya sahabat ku?"


"Siapa dia?" tanya Excel.


"Miya," jawab Daisy cepat.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengizinkan, tetapi kamu harus memuaskan suami mu terlebih dahulu seperti tadi malam, bagaimana?" tawar Excel


"Jika kamu bisa memuaskan suami mu, maka aku izinkan kamu mengundang sahabat mu," lanjut Excel lagi.


__ADS_2