Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 67


__ADS_3

Adu mulut keduanya akhirnya dipisahkan oleh juru parkir yang sedang bertugas. Jika pada umumnya Sherly harus mengganti rugi karena telah merusakkan mobil, tetapi kali ini Sherly harus mentraktir makan bakso di pinggir jalan. Permintaan yang aneh bukan? tidak selevel dengan penampilannya yang bisa dibilang keren.


Mau tidak mau, Sherly harus bertanggung jawab agar masalah tidak terus berkepanjangan. Untuk itu,.Sherly terpaksa menunda tugas dari bosnya yang menginginkan martabak bangka.


"Bisa cepat sedikit tidak!" ketus Sherly.


"Baru juga satu suapan belum habis sudah diburu-buru. Jika kamu tidak mau bertanggung jawab, aku akan melaporkanmu kepada bos-ku. Kamu tahu kan bagaimana hubungan antara bos-ku dan Tuan Excel saat ini?"


Sherly hanya bisa membuang kasar nafasnya, mengapa dia bisa bertemu dengan lelaki seperti ini. Jika tidak memandang hubungan antara kerja sama yang dilakukan bosnya, mungkin saat ini Sherly sudah melumpuhkan lelaki di depannya saat ini.


"Baiklah terserah kamu." Sherly sudah merasa kesal.


Lelaki yang menyebalkan itu tak lain adalah Kaisar, seorang asisten dari Tuan Dirgantara. Sherly dan Kaisar hanya bertemu sekali dalam acara dinner malam. Namun, ingatan mereka sangat bagus bisa langsung saling mengenali.


Sherly dengan sabar menunggu Kaisar menghabiskan baksonya dengan penuh rasa kekesalan yang mendalam. Namun, saat menatap wajah Kaisar, Sherly tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mungkin karena dia adalah lelaki asing yang berinteraksi langsung dengan dirinya selain Excel dan anak buahnya.


"Kaisar, bisa lebih cepat sedikit? aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan." kesal Sherly, saat melihat Kaisar memperlambat gerakannya dan seakan menikmati bakso yang ada di mulutnya.


"Kamu ini perempuan, tidak bisa sabar sedikit apa? sabar enggak, apalagi anggun?" cibir Kaisar.


Karena ucapan Kaisar, Sherly langsung menggebrak meja membuat para pengunjung dan juga pemilik bakso merasa sangat terkejut. Sadar akan hal itu, Sherly segera meminta maaf lalu meninggalkan Kaisar begitu saja.


Entah mengapa hanya sebuah cibiran yang tidak seberapa mampu membuat hati Sherly panas dan merasa sangat emosi.


"Dasar laki-laki mulut comberan! bisa-bisanya dia mengatakan aku tidak anggun," gerutu Sherly.


Seketika Sherly membeku saat menyadari akan ucapannya. Sebenarnya ucapan Kaisar memanglah benar, tidak ada yang salah saat Sherly melihat pakaian yang dia kenakan.

__ADS_1


"Apakah seorang asisten harus memakai pakaian yang sek.si?" batin Sherly.


Sherly kembali memukul kepalanya sendiri, sejak kapan dia peduli akan penampilannya? Selama ini dia tidak peduli akan pandangan orang lain terhadap dirinya, tetapi dengan mulut comberan milik Kaisar mendadak hatinya menjadi panas.


Kaisar berusaha mengajar dan minta maaf kepada Sherly. Akibat kegabutannya, dia malah mengerjai Sherly untuk makan bakso bersama tetapi, Sherly tidak mau. Nasib buruk yang menimpa dirinya, membuat Kaisar merasa kesepian. Jika dulu ada Jane dan Miss Queen, yang selalu menemaninya, sekarang Excel sudah tidak memiliki dua wanita itu, karena mereka telah meninggalkan dirinya.


"Sherly tunggu! Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah. Baiklah lain kali aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, oke?"


Kaisar menahan langkah Sherly ketika perempuan itu hendak meninggalkan dirinya.


"Sudahlah Kai, hari ini aku banyak pekerjaan. Dan aku harap ini adalah terakhir kalinya aku bertemu denganmu. Sepertinya bertemu denganmu hanya akan membuatku sial saja! lihatlah, pasti Tuan Excel sudah menungguku. Semua ini gara-gara kamu!" Sherly berlalu begitu saja meninggalkan kaisar yang masih bingung.


Sekilas Kaisar mengingat Jane yang hampir sama memiliki sifat seperti Sherly. Tiba-tiba saja hati Kaisar merasa mellow saat dia teringat kepada Jane yang sudah hidup bahagia bersama dengan Max.


"Ah, sial! Mengapa juga aku harus mengingat Jane di saat seperti ini?" Kaisar pun ikut berlalu, karena dia juga harus melanjutkan pekerjaannya.


Sherly segera masuk ke dalam ruangan Excel, tetapi bosnya itu sudah tidak berada di ruangannya lagi. "Matilah aku!"


Sherly tidak tahu ke mana bosnya itu pergi, karena biasanya Excel tidak akan kemana-mana selain ke ruang rapat. Sherly mengernyitkan dahinya, mengingat apakah hari ini ada jadwal meeting atau tidak.


Sherly membulatkan mata dengan mulut ternganga, saat dia berhasil mengingat jika hari ini memang ada jadwal meeting.


Untuk pertama kalinya, Sherly merasa gelisah akibat keteledorannya. Selama ini dia bekerja dengan baik dan on time, tetapi tidak untuk hari ini. Semua ini gara-gara Kaisar!


Sherly tidak beranjak dari ruangan Excel, dia lebih memilih bosnya di ruangan itu agar Sherly bisa langsung memberikan penjelasan mengapa dia tidak bisa tepat waktu.


Hampir 15 menit Sherly menunggu, akhirnya pintu ruangan dibuka yang menampilkan sosok Excel.

__ADS_1


Excel terkejut saat Sherly tiba-tiba berada di depannya dan langsung meminta maaf kepada dirinya.


"Tuan, maafkan atas keteledoran saya yang terlalu lama." Sherly menundukkan kepala penuh dengan rasa takut. Karena ini adalah kesalahan pertama yang ia torehkan.


Excel membuang kasar nafasnya, kemudian dia berlalu menuju meja kerjanya. "Kamu ini nyari martabak aja satu tahun! Bukankah aku hanya menyuruhmu untuk membeli di ujung jalan itu?" omel Excel.


"Maaf Tuan, tetapi martabak yang ada di ujung jalan itu sedang tidak buka. Jadi saya harus mencarinya ke mall kuning sana. Ini pesanan anda." Sherly meletakkan bungkusan martabak di atas meja Excel.


Berhubung terlalu lama dan mood Excel sudah berubah, maka Excel sudah tidak menginginkannya lagi. Dengan seenak jidatnya Excel berkata, "Sudahlah untukmu saja, aku sudah tidak menginginkannya lagi."


Kan, sudah aku duga. Pasti ujung-ujungnya dia hanya akan mengerjai ku saja. Sudah capek-capek cari ujung ke ujung, setelah dapat bukanya dimakan malah nyuruh orang untuk makan, sejak kapan aku doyan makan martabak? ngidam kok aneh-aneh sih? masih dalam perut emaknya aja sudah seperti ini ngerepotin orang, apalagi jika nanti sudah lahir, seneng banget sih nyiksa orang. batin Sherly


Meskipun Sherly merasa bersyukur karena Excel tidak marah, tetapi dia harus menahan rasa kesalnya karena harus dikerjain lagi oleh Excel.


Beruntung saja dia adalah Bos yang memiliki kekuasaan, jika tidak mungkin dia sudah aku jadikan keset, maki Sherly dalam hati.


Saat ini Sherly hanya bisa menatap bungkusan kecil yang ada di meja kerjanya. jika diingat, tak ada satupun permintaan Excel yang disentuhnya. Semuanya hanya sia-sia begitu saja. Sherly harus rela membuang waktu dan tenaga hanya untuk mencari permintaan Excel yang kadang terbilang konyol.


Saat Sherly sedang hanyut dalam pemikirannya sendiri, tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah nomor baru yang belum sempat ia beri nama sedang memanggil. Nomor siapa lagi jika bukan nomor Kaisar, lelaki yang baru saja juga mengerjai dirinya. Ternyata semua laki-laki itu menyebalkan, batin Sherly.


.


.


.


🌼 BERSAMBUNG 🌼

__ADS_1


HALO HALO, JANGAN LUPA RITUALNYA! LIKE, KOMEN DAN BERI HADIAH. JIKA MASIH PUNYA VOTE JUGA BOLEH KALIAN KASIH. TERIMA KASIH 😊


__ADS_2