Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 94


__ADS_3

Jane merasa gelisah kaisar tak kunjung juga pulang padahal hari sudah larut. Beberapa kali dia menghubungi Kaisar tetapi nomor kaisar di luar jangkauan. Jane semakin menyadari jika kaisar memang sedang menjauhi dirinya. Ternyata penyesalan itu dapat ia rasakan saat ini. Jane hanya bisa merebahkan tubuhnya di sebuah tempat tidur milik Kaisar.


Ingatan Jane berputar kembali pada beberapa bulan yang lalu. Dimana Kaisar selalu ada untuk dirinya, bahkan gara-gara masalah itu Jane harus kehilangan calon anaknya. Jika mengingat ke belakang, Jane merasa sangat sedih. Nasi sudah menjadi bubur. Jane tidak akan pernah bisa mengembalikan keadaan seperti semula karena nyatanya kaisar sudah memiliki pilihan hatinya sendiri. Bukan dia maupun bukan Miss Queen.


"Percuma, tidak ada gunanya aku kembali ke sini, karena nyatanya Kaisar sama sekali tidak peduli kepadaku. Kaisar benar-benar sudah melupakanku." Jane menatap langit-langit kamar sebelum dia mengucapkan matanya.


Berbeda dengan Jane yang tak bisa tidur, Kaisar malah terlihat sangat bahagia saat Sherly mau mengajukan pernikahannya. Kaisar sudah benar-benar tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Kaisar sudah merencanakan sesuatu untuk. Setelah menikah Kaisar akan menyuruh Sherly segera resign dari pekerjaannya dengan cara memberikan nyawa di dalam rahim Sherly. Dengan begitu Sherly tidak akan punya alasan untuk mengelak.


"Tuan Excel, sepertinya anda harus siap-siap untuk mencari pengganti Sherly. Aku sudah tidak sabar lagi menunggu waktu itu tiba," Kaisar menyeringai.


...~~~...


Kali ini Excel bangun lebih awal ketimbang Daisy. Sebelum berangkat ke kantor Excel ingin memastikan melihat bagaimana perkembangan baby Hazel dan baby Shereena yang saat ini sudah berusia tiga bulan lebih.


Di kamar seorang babysitter sedang mengganti pakaian kedua bayi itu, karena keduanya baru saja siap mandi. Sudah menjadi kebiasaan dua bayi itu jika bangun tidur harus segera mandi.


"Selamat pagi Tuan, apakah ada hal penting yang ingin anda sampaikan?" tanya Mita, baby sitter Hazel.


"Tidak ada! aku hanya ingin melihat perkembangan saja. Karena besok aku sudah harus keluar kota. Pasti aku akan sangat merindukan mereka," kata Excel.


Benar saja, pagi ini Excel memilih menghabiskan waktunya kepada kedua bayinya terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Dua bayi yang menjadi semangat dalam hidupnya.


"Morning, sayang. Besok Daddy akan keluar kota. Kalian jangan nakal ya. terutama kamu baby Hazel, kamu nggak boleh cengeng. laki-laki itu nggak boleh gampang nangis."


Excel membisikkan kata-kata itu di samping kedua bayinya. Meskipun kedua bayinya belum bisa menjawab ucapan Excel, tapi kedua bocah itu seakan mengerti dengan ucapan Daddy. Keduanya hanya membalas dengan tawa kecil yang renyah.


"Nah pintar anak Daddy."

__ADS_1


Setelah puas menghabiskan waktu bersama kedua bayinya, Excel segera bersiap-siap untuk ke kantor. Seperti biasa di atas tempat tidur telah tersedia pakaian kerjanya lengkap beserta perlengkapan yang dia butuhkan.


Setelah itu Excel menuruni anak tangga. dia melihat saat ini Sherly sedang sibuk untuk menyiapkan. Tiba-tiba ingatan Excel kembali teringat saat di mana Daisy hendak membakar rumahnya karena tidak bisa memasak. Tetapi lihatlah sekarang, semua makanan yang tersaji di atas meja adalah hasil karya tangannya.


Mata Daisy menangkap sosok spesial yang masih terhenti di anak tangga. Dengan segera Daisy memanggil Excel.


"Sayang, kemarilah! aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu," kata Daisy.


Excel segera menuju berjalan ke arah meja makan, dimana semua makanan kesukaannya telah tersaji.


"Ini semua kamu yang masak?" tanya Excel.


Dengan senyum yang memarkah Daisy menjawab, "iya semua ini aku yang memasaknya. Coba cicipi dulu bagaimana rasanya? karena aku baru saja menemukan resep ini di internet," jelas Daisy.


Tanpa aba-aba Daisy segera mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Excel. Jika saat itu Excel akan ragu untuk memakan makanan buatan Daisy, tapi kali ini lidahnya sudah candu akan masakan sang istri.


"Kamu hebat. Makanan ini sangat enak. Jangan lupa siapkan bekal untukku ya," pinta Excel.


...~~~...


"Ngapain kamu di sini?" tanya Excel dengan sinis.


"Saya hanya mengantarkan calon istri saya, saya takut jika di luar sana banyak laki-laki yang akan meliriknya," jawab Kaisar santai.


"Tanpa kamu antar, Sherly sudah bisa melindungi dirinya sendiri!" ketus Excel.


"Oh iya Tuan, saya juga akan memberitahu kepada anda. Dan anda adalah orang pertama yang saya beritahu dari mulut saya sendiri. bahkan bos saya sendiri belum saya kasih tahu." Kaisar menjeda ucapannya.

__ADS_1


"Minggu depan saya dan siri akan menikah." Kaisar mengucapkan kata itu dengan mantap dan jelas.


"Apa?!" Excel tersentak kaget.


Mengapa rencana pernikahan yang setengah tahun lagi bisa dimajukan menjadi satu minggu lagi? Excel menatap Kaisar tajam.


"Kamu serius?" tanya Excel.


"Dua rius, Tuan. Jadi saya meminta kepada Anda tolong jangan beri Sherly tugas yang. jika anda masih memberikan tugas Sherly yang berat maka saya akan mengajukan cuti untuk Sherly," ancam Kaisar.


Kaisar adalah orang pertama yang berani melawan kepada Excel bahkan dia sama sekali tidak takut. Meskipun dia tahu Excel adalah seorang mafia.


Setelah puas memberitahu rencana pernikahannya kepada Excel, Kaisar pun berlalu meninggalkan kantor milik Excel. Bahkan saat ini Kaisar juga tidak mengingat jika saat ini Jane masih ada di apartemennya.


"Ah, wanita itu masih di apartemen apa sudah pergi ya?" batin Kaisar.


Kaisar sudah bertekad dengan bulat jika dia ingin melupakan masa lalunya. Maka dari itu ingin menghindarib Jane saat ini.


"Sudahlah, nanti aku minta tolong sama ibu bos saja untuk membereskan Jane."


Tidak butuh waktu lama mobil Kaisar telah sampai di depan kantor kebesaran milik bosnya. Dengan langkah tegap, Kaisar melangkah menuju ruangannya. Perasaannya sungguh bangga karena sebentar lagi dia tidak akan menjomblo lagi dan tidak akan menjadi bahan olok-olok dari bosnya maupun para karyawan yang lain.


Lihat saja, satu minggu lagi akan aku buktikan bahwa aku tidak akan menyandang status jomblo lagi. memangnya hanya kalian yang bisa mempunyai pasangan? aku juga bisa. batin Kaisar dengan bangga.


.


.

__ADS_1


.


...🌼 BERSAMBUNG 🌼...


__ADS_2