
Kaisar tidak bisa berlama-lama untuk menemani Sherly, karena dia juga memiliki pekerjaannya sendiri. Setelah waktu makan siang habis, Kaisar segera pamit untuk melanjutkan pekerjaannya. Begitu juga dengan Sherly, yang harus melanjutkan lagi pekerjaannya. Sherly sangat berterima kasih kepada kaisar karena berkat bantuannya pekerjaannya sedikit. Akhirnya Sherly bisa pulang lebih awal, semua itu berkat Kaisar.
"Kai, terima kasih ya atas bantuan mu," ucap Sherly sebelum Kaisar pergi.
Kaisar tersenyum lebar menatap wanita yang juga tengah tersenyum kepadanya. "Tidak apa-apa, selagi aku bisa membantu kamu, kenapa tidak. Aku harap kamu pikirkan lagi apa yang aku katakan tadi, mengerti?" pesan Kaisar sebelum pergi.
Sherly mengangguk pelan sambil melambaikan tangannya kepada kaisar. Entah mengapa hati Sherly tiba-tiba melunak setelah mendapatkan berbagai macam perhatian dari Kaisar. Karena selama ini Sherly tidak pernah peduli akan dirinya sendiri. Jika awalnya Sherly akan masa bodoh, tetapi semakin hari hati Sherly tidak bisa membohongi perasaannya. Saat ini dia benar-benar sangat menginginkan seorang Kaisar untuk tetap bersama dengan dirinya.
Baru saja Sherly ingin melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya bergetar. satu panggilan dari anak buahnya, tanpa membuang waktu Sherly segera mengangkat panggilan tersebut.
Sherly mengangguk pelan saat mendengarkan suara dari seberang telepon. Tidak berselang lama Sherly segera bergegas meninggalkan kantor. Tak lupa Sherly juga mengirimkan sebuah pesan kepada Excel bahwa barang yang telah dicuri sudah ditemukan.
Sherly sangat tergesa-gesa hingga dia bisa menyusul langkah Kaisar yang baru saja ingin keluar dari kantor. Dengan dahi yang mengernyit Kaisar bertanya, "Lah kamu mau ke mana Sher? kenapa kamu sangat panik?"
"Aku ada urusan mendadak, Kai. Aku duluan ya."
Tetapi bukan Kaisar jika tidak bisa menghentikan langkah Sherly saat ini. Kaisar mencegah larangan Sherly. "Kamu mau ke mana? ada masalah apa? aku antar kamu ya!"
"Gak usah Kai. Kamu pulang saja ke kantor, nanti Tuan Dirga akan mencari mu. Lagian kamu juga tidak akan bisa membantu masalahku ini," kata Sherly
__ADS_1
"Kamu ingat, saat ini kamu adalah tunangan ku. Jika kamu terus ingin keras kepala, maka aku tidak akan segerakan untuk menikahi secepatnya, agar kamu cepat-cepat resign dari kantor ini!" ancam Kaisar.
Dengan hati yang berat akhirnya Sherly menuruti semua ucapan Kaisar. Untuk pertama kalinya Sherly membawa orang lain selain anak buahnya ke markas. Sesampainya di markas, Kaisar merasa heran dengan beberapa orang yang menunduk saat menyambut kedatangan Sherly. Apakah Sherly seorang ratu, pikir Kaisar. Namun, jika melihat tempat dipijaknya saat ini Kaisar yakin jika Sherly adalah seorang preman.
"Sher, katakan tempat apa ini?" tanya Kaisar.
"Sudah aku katakan sebelumnya, jangan banyak bertanya! Mengerti!" ketus Sherly.
Kaisar hanya mengangguk, dia bergidik ngeri saat melihat orang-orang dengan bertubuh kekar mendekat. Kaisar tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi setelah mendengar ucapan Sherly dengan beberapa orang tadi. Dia hanya bisa menelan kasar ludahnya, karena masih. Jadi selama ini Sherly adalah seorang ajudan mafia ilegal. dada Kaisar berdetak tak menentu saat Sherly mengikuti langkah Sherly menuju ke sebuah ruangan. Lagi-lagi kaisan harus dibuat terbelalak atas apa yang sedang lihat. Sebuah senjata api yang terlihat sedikit unik telah berada di meja.
"Kamu yakin ini punya kita? kamu sudah cek jika ini asli?" tanya Sherly.
"Kami yakin ini adalah milik kita, Nona. dan saya sudah mengajak dengan teliti jika benda ini adalah milik kita," jelas anak buahnya.
"Benda ini masih ada di sekitar sini, mungkin saja penghianat itu belum sempat memberikan benda sudah keburu tertembak."
Sherly harus menahan rasa kesalnya ketika dia menghubungi Excel tetapi nomornya tidak bisa. Pesan yang dia kirim pun hanya centang satu.
Dasar Bos tidak berguna! umpat Sherly dalam hati.
__ADS_1
Selama menemani Sherly, tak ada kata yang keluar dari bibir Kaisar, meskipun banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Sherly saat ini. Jika sedang seperti ini, aura Sherly terlihat sangat menakutkan. Dia tidak seperti wanita anggun yang baru saja dia lihat beberapa jam yang lalu.
"Nona Sherly, sepertinya ada beberapa orang yang mencurigakan di sekitar jalan masuk ke sini. Lihatlah ini!" seorang anak buah menunjukkan sebuah CCTV kepada.
"Kamu benar sepertinya masih ada penghianat yang berkeliaran di dalam sini. kalian harus tetap waspada dan jaga semua barang yang ada di tempat. Jangan sampai kita kebobolan lagi. Sekarang persiapkan diri, kita hadapi tikus-tikus itu!" perintah Sherly.
"Baik Nona."
"Tunggu satu lagi!" Sherly menghentikan langkah anak.
"Ambilkan satu senjata dan berikan kepada Kaisar!" lanjut Sherly lagi.
Dengan mata membulat Kaisar menggeleng, saat seorang anak buah telah memberikan sebuah pistol kepada kaisar. "Tidak! aku tidak mau memegang benda ini. Bisa-bisa aku di penjara sebelum aku menikah. Sherly aku tidak mau!" tolak Kaisar. Namun, nyatanya penolakan Kaisar tidak digubris oleh Sherly karena nyatanya wanita itu telah berlalu untuk bersiap-siap.
Ya Tuhan apakah aku salah menilai seseorang lagi? Sherly yang aku anggap sebagai wanita lugu ternyata dia adalah suhu. Lalu aku harus bagaimana? memegang benda seperti ini saja sudah membuat badanku bergemetar.
.
.
__ADS_1
.
🌼 TERSAMBUNG 🌼