
Excel masih terngiang-ngiang atas ucapan Daisy. Dia tidak bisa memihak kepada Mischelle, meskipun dia sudah berbuat baik kepada Daisy. Perbuatannya harus dipertanggung jawabkan.
selama melakukan meeting, Excel tidak fokus sehingga dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari kliennya. beruntung Sherly bisa menjelaskan. Sherly menatap tuannya dengan penuh tanda tanya. Mengapa hari ini dia tidak fokus.
setelah meeting selesai, Sherly menanyakan kepada tuannya Mengapa hari ini dia tidak fokus. apakah ada sesuatu yang telah terjadi?
"Tuan, apakah ada masalah yang serius?"
"Tidak ada! aku hanya sedang memikirkan mengapa wanita itu sangat bodoh. Sudah jelas-jelas ibunya dibunuh, tetapi Mengapa dia masih membela Mischelle. Apanya karena dia telah menyelamatkan hidupnya. Apakah aku salah jika mencari keadilan untuk ibunya?"
Sherly terdiam, dia belum bisa menjawab pertanyaan dari tuannya. Karena, menurut Sherly Mischelle adalah orang pertama yang patut disalahkan. Jika Mischelle tidak api dengan Arathorn, semua ini tidak akan terjadi. Excel tidak akan kehilangan ibunya dan Daisy juga tidak akan kehilangan ibunya.
"Cari tahu sekarang juga bukti-bukti yang yang memperkuat Mischelle untuk masuk ke dalam penjara!" perintah Excel.
"Baik Tuan, akan saya cari tahu sekarang juga," ucap Sherly.
Sherly segera berlalu sedangkan Excel masih dalam pikirannya sendiri. namun keinginannya untuk memberi hukuman kepada Mischelle tidak akan goyah meskipun Michelle satu-satunya orang yang telah menyelamatkan hidup Daisy.
******
Di dalam rumah kebesaran Excel, Daisy merasa tidak tenang. Dia memikirkan Daddy-nya yang sedang sakit di rumahnya, sementara dia tidak diperbolehkan oleh Excel untuk menjenguknya lagi.
Sebagai seorang anak, dia sangat khawatir akan keadaan Daddy-nya yang sedang sakit. Namun, dia juga tidak bisa melanggar larangan dari Excel.
"Mina, aku harus bagaimana? Saat ini Mami berada di kantor polisi dan aku tidak diizinkan oleh Excel untuk menjenguk Daddy-ku. Aku harus bagaimana?" tanya Daisy kepada Mina.
__ADS_1
"Sebaiknya anda jangan melanggar larangan dari Tuan Excel. Untuk masalah Tuan Arathorn anda tidak perlu khawatir. Karena saya sudah mengirimkan salah satu dari komunitas pelayan teladan untuk merawat Tuan Arathorn," jelas Mina.
"Tetapi aku ingin merawatnya, Mina."
"Sebaiknya anda beristirahatlah saya tidak ingin Tuan Excel marah akan hal ini, karena sudah lama Tuan Excel sangat membenci Tuan Arathorn. Dia sangat dendam kepada Tuan Arathorn sejak lama meskipun itu adalah Daddy Nona sendiri. Kematian ibunya adalah satunya satu faktor mengapa Tuan Excel sangat membenci Tuan Arathorn," jelas Mina.
Daisy tidak bisa tinggal diam. dia memilih menyambangi kantor Excel untuk meminta izin, meskipun Excel sudah memberikan larangan untuk dirinya.
Dengan diantar oleh seorang sopir, Daisy saat ini sudah sampai di depan kantor milik Excel. Karena ini adalah pertama kali dia datang ke kantornya, dia masih sedikit bingung. Dia tidak tahu di mana letak ruangan Excel berada.
Saat Daisy menanyakan di mana ruang Excel berada kepada salah seorang resepsionis, tetapi Daisy ditahan. Tidak semua karyawan tahu jika Daisy adalah istri dari Excel, bos mereka.
"Maaf Nona, jika anda belum memiliki janji dengan tuan Excel, maka anda tidak boleh untuk menemui beliau. Karena ini sudah menjadi peraturan dari perusahaan."
"Apakah kamu tahu siapa aku?" tanya Daisy.
"baiklah kalau begitu, saya minta tolong hubungi segera Tuan Excel untuk menemui saya di sini. Katakan kepada dia bahwa Daisy sedang menunggunya di sini sekarang juga!"
"Baiklah akan saya sampaikan titik mohon Anda menunggu sebentar."
Excel yang mendapatkan telepon dari resepsionis yang mengatakan bahwa Daisy ingin bertemu, maka dia segera turun ke lantai bawah untuk menemui Daisy.
Tidak ada angin tidak ada hujan, mengapa sang istri bisa sampai ke kantornya. Excel sudah tidak sabar untuk menemui Daisy, mungkinkah ada kabar yang ingin disampaikan oleh Daisy.
"Daisy ... ada apa? Mengapa tidak langsung ke ruangan ku saja?" tanya Excel.
__ADS_1
"Tanyakan saja kepada pegawai itu!" tunjuk Daisy kearah seorang resepsionis.
Excel hanya sekilas melirik seorang resepsionis, kemudian dia membawa Daisy ke ruang kerjanya.
"Katakan ada apa? Mengapa kamu sampai nekat untuk datang ke sini?" tanya Excel lagi.
"Excel, izinkan Aku untuk menemui Daddy-ku. Dia sedang sakit, Excel. Aku harus melihat keadaannya," pinta Daisy.
Excel menatap wajah Daisy, mengapa dia begitu bodoh. Selama ini, Arathorn tidak pernah peduli kepada dirinya, lalu untuk apa sekarang Daisy peduli kepada Arathorn?
Excel membuang kasar nafasnya. "Sekali aku katakan tidak, tetap tidak. Aku tidak akan memberikan izin kepadamu untuk menemui Daddy-mu tanpa ada aku di sampingmu," jelas Excel.
"Tapi dia Daddy-ku, Excel!" bentak Daisy.
"Syi ... jangan buat aku marah. Pulanglah! sekali aku bilang tidak tetap tidak!" tegas Excel.
"Kamu jahat Excel!" teriak Daisy.
.
.
.
.
__ADS_1
********