Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 93


__ADS_3

Kaisar terpaksa harus meninggalkan Jane di apartemennya dan memilih untuk menemui Sherly. Tekadnya sudah bulat dan hatinya pun sudah tertutup untuk masa lalunya. Saat ini Kaisar benar-benar ingin bangkit dari keterpurukannya, meskipun dalam hatinya masih menyimpan setitik rasa untuk Jane, tetapi Kaisar mencoba untuk menepis perasaan itu. Kaisar sudah berjuang untuk mendapatkan hati Sherly, saat Sherly sudah mau menerima dirinya, Kaisar tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini. Meskipun Kaisar tahu bahwa Sherly adalah bagian dari seorang mafia. Kaisar adalah tipe laki-laki yang setia pada satu cinta. Jika dia sudah jatuh cinta maka dia akan mempertahankannya meskipun hatinya selalu ingin goyah.


Sesampainya di rumah Sherly, Kaisar meminta maaf karena sedikit terlambat untuk menjemputnya.


"Sher, maaf terlambat 10 menit. Biasalah di jalan macet." Kaisar berbohong.


"Tidak apa-apa," jawab Sherly santai.


Keduanya pun akhirnya menuju salah satu restoran yang sangat terkenal. Dinner yang selalu Kaisar harapkan akhirnya terlaksana juga setelah sekian lama menunggu karena Sherly yang selalu mendapatkan tugas dadakan dari bosnya. Berbeda dengan dirinya yang lebih santai, karena memang Bos Kaisar orangnya santai. Terlebih Kaisar sudah bisa mengambil hati istri bosnya, sehingga jika Kaisar merasa keberatan maka Kaisar akan mengadu kepada istri bosnya. Begitulah Kaisar.


"Sher, bisakah pernikahan ini kita percepat?" tanya Kaisar tiba-tiba.


Sherly hanya menautkan alisnya. bukankah Kaisar sudah setuju sudah pernikahan akan dilaksanakan enam bulan ke depan, tetapi mengapa tiba-tiba Kaisar ingin mempercepat pernikahan ini?


"Loh, kenapa bukannya kita sudah sepakat jika pernikahan itu akan digelar 6 bulan setelah kita saling mengenal?" tanya Sherly.


"Iya. Aku hanya takut saja jika nanti kau berpaling dariku karena lihat sajalah diriku tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi jika sudah menikah kelak akan aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa untuk," jelas Kaisar.


"Tunggulah Kai, aku pikir-pikir dulu. pernikahan itu adalah acara yang sakral dan tidak main-main. Bagiku cukup sekali seumur hidupku," timpal Sherly.


"Aku pastikan aku akan membahagiakanmu selamanya. Percayalah!" tegas Kaisar.

__ADS_1


Makan malam keduanya pun berjalan dengan lancar hingga akhirnya keduanya lupa akan pulang ke rumah masing-masing. Sherly terlalu larut dalam jualan manis bibir Kaisar. dia dengan mudah menuruti permintaan Kaisar untuk mempercepat pernikahannya. namun, sebelum itu Sherly harus mendiskusikan hal ini kepada Excel dan juga Vie, yang terus andil dalam kisah cintanya bersama dengan Kaisar.


"Sher, terima kasih kamu sudah mau menerimaku apa adanya. Aku harap kelak kamu tidak akan menembakkan senjata mu ke kepalaku jika suatu saat kita mengalami pertengkaran kecil." Kaisar memohon dengan iba.


Rasanya Sherly ingin menertawakan bagaimana Kaisar memohon kepada dirinya. Sherly tidak bisa membayangkan jika kelak dirinyalah aku yang akan melindungi Kaisar. saat Kaisar memilih Sherly untuk menjadi pendamping hidupnya, berarti Kaisar juga siap untuk menerima pekerjaan yang sedang Sherly geluti saat ini.


Setelah mengantarkan Sherly ke rumahnya, Kaisar bimbang untuk pulang ke apartemennya karena di sana sedang ada Sherly. Kaisar tidak ingin menciptakan suatu hal yang tidak diinginkan dan pada akhirnya akan menimbulkan. dirinya pun memilih untuk memesan sebuah kamar di sebuah hotel. Mungkin itu adalah cara yang terbaik agar Kaisar terhindar dari sebuah kesalahpahaman nantinya.


...----...


Malam ini Excel tidak bisa tidur dengan nyenyak bukan karena tidak mendapatkan jatah, tapi karena membaca pesan singkat dari Sherly yang mengatakan bahwa Sherly ingin mempercepat pernikahannya dengan Kaisar. Hatinya mendadak gelisah ketika Sherly begitu cepat mengambil keputusan untuk menikah. Padahal sesuai dengan rencana awal, keduanya akan menikah setelah enam bulan dan sementara saat ini keduanya baru menginjak 3 bulan pengenalan. Lalu mereka akan mengkorupsi waktu tiga bulan.


"Arrhh ... sial!" umpat Excel.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Diasy lembut.


Excel baru menyadari jika di sampingnya saat ini ada Daisy yang belum juga dari tidur.


"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya masih memikirkan pekerjaanku yang belum tuntas," kilah Excel. Tidak mungkin jika Excel akan mengatakan jika dia sedang memikirkan pesan dari Sherly.


"Sudah aku katakan kepadamu, jangan pernah membawa pekerjaan kantor ke dalam rumah. karena itu hanya akan memperburuk suasana hatimu saja," ucap Daisy.

__ADS_1


Excel baru menyadari, ternyata setelah memiliki seorang anak, sifat Daisy berubah menjadi seperti keibuan. Dia pasti akan selalu menasehati Excel, kayaknya seorang ibu yang menasehati anaknya. Dan anehnya Excel selalu menurut apa yang dikatakan oleh Daisy.


"Iya aku tahu. Maafkan aku yang sudah membawa masalah pekerjaan ke dalam rumah tangga kita."


Excel segera menarik tangan Daisy untuk lebih merapat ke. Malam ini keduanya tidur tanpa melakukan ritual untuk mengudara karena pikiran Excel sedang tidak tenang.


Aku tidak tahu dengan perasaanku yang sebenarnya. Entah mengapa saat aku melihat Sherly dekat dengan laki-laki lain hatiku terasa panas. Padahal sudah jelas jika aku telah memiliki Daisy, wanita yang aku cari selama ini. Wanita yang telah memberikan anak kepadaku tetapi mengapa pikiranku masih memikirkan wanita lain. apa jangan-jangan tanpa aku sadari aku telah jatuh cinta kepada Sherly? tidak! itu tidak mungkin Sherly selamanya akan menjadi ajudan ku! batin Excel.


.


.


.🌼 BERSAMBUNG 🌼


HALO HALO MOHON MAAF AKU UP-NYA TELAT 🙏 AUTHOR SEDANG MENGAIS RECEH DI DUNIA NYATA 🙏🙏


OH IYA, AUTHOR PUNYA NOVEL BARU. AUTOR HARAP KALIAN JUGA MENDUKUNG NOVEL BARU MILIK AUTHOR YA 🙏


JUDULNYA : ISTRI BUTA YANG MALANG


DUKUNG YA 🙏🥰🥰

__ADS_1



Tanpa kalian author tidak akan pernah sampai di titik yang seperti ini. Terima kasih telah mendukung Author selama ini. Peluk jauh teh ijo


__ADS_2