
Sesampainya di sebuah restoran, Sherly segera mencari keberadaan Daisy. Jika dahulu Daisy tidak bisa pergi keluar rumah tanpa seizin dari Excel, tetapi tidak untuk sekarang. Setelah melahirkan kedua anaknya, Diasy diberi sedikit kebebasan untuk keluar rumah, itupun dengan pengawalan yang ketat. Excel masih takut jika di luar sana masih ada yang mau mengincar keluarganya. Excel hanya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Daisy maupun anaknya.
"Sherly!" panggil Daisy dengan melambaikan tangan ke arah Sherly.
Sherly yang melihat lambaian tangan dari Daisy segera menghampirinya.
"Maaf Nona saya sedikit telat," ucap Sherly.
"Iya tidak apa-apa. Aku tahu kok ini jam makan siang makanya makanan sedikit macet," balas Daisy.
Sebelum menyampaikan sesuatu, Daisy memesan makanan terlebih dahulu, karena dia tahu jika Sherly sudah lapar. Sherly merasa canggung saat dilayani oleh Daisy.
"Sebenarnya ada apa ya, Nona sampai repot-repot mengajakku untuk makan siang?" tanya Sherly.
__ADS_1
"Tidak ada. Aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja. Nanti setelah makan baru kita bisa sharing," lanjut Daisy.
Akhirnya Sherly menuruti ucapan Daisy. Dia menyantap hidangan yang telah tersaji di atas meja meskipun sedikit. Namun, tidak dengan Daisy yang terlihat sangat lahap. maklum ibu menyusui porsi makannya akan bertambah dua kali lipat.
Sesekali Sherly hanya melirik kepada Daisy yang sangat menikmati makan siangnya. sejenak Sherly berpikir apakah kelak setelah dia melahirkan apakah porsi makannya akan seperti Daisy saat ini?
"Nona, apakah ada hal penting sehingga anda mengajak saya untuk makan siang bersama? perasaan saya semakin tidak enak," ucap Sherly ketika dia sudah selesai menikmati makan siangnya.
"Kamu tidak usah pegang seperti itu, aku hanya ingin mengajak makan siang saja. Apakah itu salah? Memang sih ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepadamu. Sebenarnya sudah lama perasaan ini mengganjal di dalam hatiku. Tetapi semakin lama aku semakin tidak tenang." membuang nafas beratnya.
Mungkin dia salah jika telah mengatakan semua ini kepada Sherly. Tetapi Daisy ingin setelah Sherly mengetahui isi hatinya, wanita itu akan menjaga sikapnya terhadap Excel. Istri mana yang tidak akan merasakan panas di dalam dada jika melihat suaminya lebih dekat kepada wanita lain meskipun itu adalah ajudan pribadinya sendiri.
Sherly yang mendengarkan penuturan dari Daisy merasa sedikit tertampar hatinya. tangannya pun terasa bergetar. Tidak dapat Sherly pungkiri jika selama ini dia memang memiliki perasaan kepada. Tetapi semua itu dia tepis jauh-jauh dan dia lebih memilih menjalin hubungan dengan Kaisar agar rasanya tidak semakin mendalam kepada Excel. Sherly sadar jika perasaannya selama ini salah, maka dari itu Sherly membuang jauh perasaan itu.
__ADS_1
"Maaf Nona, mengapa anda bisa berpikir seperti itu? Saya dengan Tuan Excel tidak memiliki hubungan apapun. Saya minta maaf jika hubungan pekerjaan kami membuat anda merasa tidak nyaman. tetapi percayalah sedikitpun saya tidak memiliki perasaan apapun kepada Tuan Excel hati dan cinta tuan Excel hanya untuk Nona. Jauh sebelum mengetahui jika Nona adalah Sysi, wanita yang selama ini mengunci pintu hati Tuan Excel. Percayalah kepada saya, Nona," tegas Sherly.
"Sherly, maafkan aku yang sudah berpikir secara berlebihan. Aku hanya tidak ingin rumah tangga kita hancur hanya karena sebuah perasaan yang tidak menyentuh. Aku harap kamu jangan sakit hati dengan apa yang telah aku ucapkan tadi. Kamu pasti tahu bagaimana khawatirnya seorang istri jika melihat suaminya lebih dekat dengan wanita lain. Aku harap kamu mengerti," pungkas Daisy.
...---...
Entah mengapa ucapan Daisy mengganjal ke dalam pikiran Sherly. Hingga dia tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya di kantor. Mungkin ada benarnya jika saat ini Sherly harus menjaga jarak dengan Excel, terlebih dirinya pun juga sudah memiliki keluarga sendiri. Sherly semakin mantap untuk segera mencarikan sosok pengganti dirinya. mungkin resign adalah cara terbaik untuk menjaga dua hati agar tidak tersakiti.
Tuan Excel, maaf saya tidak bisa menepati janjiku untuk terus setia mendampingi mu. Karena nyatanya keluarga lebih penting daripada kesetiaan ku bekerja dengan anda. percayalah saya akan mencarikn sosok pengganti saya yang lebih baik, terlebih itu bukan seorang wanita. batin Sherly.
.
.
__ADS_1
.
🌼 bersambung 🌼