
Hanya dalam hitungan jam dari berita itu publish, kini rumah Arathorn sudah banyak disambangi oleh para wartawan ingin mendapatkan klarifikasi dari Mishelle, istri Arathorn.
"Dad, bagaimana ini? mengapa tiba-tiba berita itu muncul kembali? Bukankah Daddy sudah memusnahkan berita itu?" Mishelle sangat ketakutan.
"Daddy juga tidak tahu Mam. Apakah anak itu yang berani buka suara? tapi rasanya tidak mungkin, karena dia tidak tahu apa-apa dengan masalah ibunya," ujar Arathorn.
Keduanya semakin panik saat para wartawan jumlahnya semakij bertambah diluar pagar sana. Sementara itu Mishelle tidak berani untuk menemui para awak media untuk memberikan penjelasan. Dirinya saat ini hanya melihat pemandangan luar dari balik jendela kamarnya.
Tidak hanya itu saja, Arathorn juga mendapatkan telepon dari kantor jika banyak pengusaha yang mencabut sahamnya dan membatalkan kerjasama mereka.
Hanya dalam hitungan menit saja perusahaan Arathorn sudah berada di ujung tanduk karena kabar berita itu semakin melebar. Apalagi status Michelle, istri kedua. Semua orang kini tahu jika Mishelle adalah orang ketiga dalam rumah tangga Arathorn dengan ibunya Daisy.
Jantung Arathorn sesak kemudian dia terjatuh ke lantai. Michelle yang berada disampingnya merasa sangat terkejut.
"Daddy ... Daddy kenapa?" Michelle yang sangat panik segera membantu Arathorn untuk berdiri. Namun, nyatanya tak ada lagi tenaga suaminya untuk bangkit. Mishelle menjerit kuat saat dia tidak bisa lagi merasa hembusan nafas dari suaminya.
"Pelayan .... !" teriak Mishelle kuat.
Semua pelayan datang untuk segera memastikan apa yang terjadi dengan Nyonya besar mereka.
Terlihat Mishelle sedang berusaha untuk membangunkan suaminya sambil menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
"Ada apa Nyonya?" salah seorang pelayan mendekati Mishelle yang sudah menangis tak menentu.
"Suamiku ... suamiku sudah tidak bernafas lagi! Bawa dia ke rumah sakit sekarang juga!" teriak Mishelle.
Semua pelayan terperangah mendengar ucapan Nyonya mereka lalu segera berlari untuk memastikan kondisi Tuannya.
"Astaga ... tidak mungkin," lirih salah seorang yang baru saja mengecek keadaan Arathorn.
"Ada apa?" tanya pelayan lainya.
"Tu-Tuan tidak bernafas lagi," lirihnya.
Meskipun dibawa ke rumah sakit jika memang sudah bernyawa maka tak akan merubah keadaan yang ada. Arathorn dinyatakan sudah tidak lagi bernyawa alias meninggalkan dunia.
Daisy yang mendengar berita tersebut langsung menangis histeris hingga membuat Excel tidak tega melihat sang istrinya meraung menyalahkan dirinya sendiri.
"Excel, katakan bahwa ini adalah berita tidak benar. Ini hanya prank. Katakan Excel!" teriak Daisy.
"Syi ... tenang. Kamu harus tenang. Kita ke rumah kamu sekarang ya." Excel memeluk tubuh Daisy. Tiada hentinya Excel mege.cu.pi pucuk kepala Daisy, berharap dengan begitu istrinya bisa lebih tenang.
Kaki Daisy seperti tak bisa melangkah saat melihat bendera kuning telah berkibar di pagar besi rumahnya. Beruntung saja ada Excel yang sigap untuk memapah Daisy hingga ke dalam.
__ADS_1
Di dalam sana Daisy bisa melihat Mammy-nya sesenggukan sambil menunggui tubuh suaminya yang sudah terbujur kaku.
"Daddy ... "
Daisy tidak bisa membendung kesedihannya yang mendalam. Meskipun selama ini dia tidak diperlakukan dengan baik oleh Daddy-nya, tetapi rasa sayangnya tak luntur begitu saja. Daisy tetap menyayangi Daddy-nya.
"Syi ... Daddy, Syi ...." isak Mammy-nya saat melihat kedatangan Daisy bersama dengan Excel.
"Daddy kamu pergi untuk selamanya, Syi," lanjut Mammy-nya sambil terisak.
Daisy tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Ingin sekali dia memeluk tubuh Daddy-nya untuk terakhir kalinya, tetapi terlambat. Saat ini jenazah Arathorn sudah akan segera di makamkan.
Kehilangan seseorang yang sangat dicintainya rasanya sesak hingga ulu hati, apalagi jika ditinggalkan untuk selama-lamanya. Untuk kedua kalinya Daisy melihat bagaimana orang-orang memperlakukan orang tua sebelum meletakkan di dalam liang lahat.
Jika saat itu Daisy tidak bisa mengingat dengan jelas, berbeda dengan sekarang. Dia bisa mengantarkan Daddy-nya ke tempat peristirahatan terakhirnya bersama dengan Mammy-nya yang tak hentinya menitihkan air mata kesedihannya.
.
.
.
__ADS_1
Halo-halo, maaf baru nongol 🙈 Biasa ayang mendadak pulang jadi othor harus melayani ayang dengan baik biar gak nyenggol ayang orang lain wkwkw.
Terimakasih yang sudah mencari Othor hari ini. 🥰🥰 Lope sekebon duren 🙈🙈