Jerat Hasrat Sang Ceo

Jerat Hasrat Sang Ceo
JHSC 27


__ADS_3

Hanya bermodalkan senter ponsel, Excel keluar dari kamar untuk melihat Daisy yang sudah tak bersuara lagi. Dia sangat takut akn terjadi kepada wanita tersebut, terutama kepada janin yang sedang hidup di rahimnya.


"Daisy," panggil Excel.


Excel menyorotkan cahaya senter ke tempat terakhir kali Excel meninggalkannya. Di sofa dengan duduk merangkul kedua lututnya, Daisy benar benar sangat ketakutan.


"Daisy, kamu gak papa kan?"


Saat mendengar suara Excel, Daisy refleks dan langsung memeluk lelaki itu. "Excel, aku takut." Daisy mengeratkan pelukannya.


Excel membeku, tubuhnya bagaikan tersengat arus listrik. Getaran yang menjalar ke syarafnya membuatnya ingin ingin muntah.


"Tenang ada aku disini." Excel mencoba menenangkan Daisy yang kian mengeratkan pelukannya dengan menarik bajunya.


"Ya sudah ayo kita ke kamar. Sebentar lagi juga akan hidup kembali lampunya."


Tanpa pikir panjang lagi Excel segera membopong tubuh Daisy menuju kamar. Jika saat itu Excel akan melempar tubuh Daisy, maka sekarang dia meletakkan tubuh Daisy dengan pelan di atas tempat tidur. Semua itu karena kecebongnya sudah berkembang biak di perut Daisy.


"Mau kemana?" tanya Daisy, saat Excel hendak mencari lilin.


"Aku hanya ingin mencari lilin agar tidak gelap."


"Aku takut, Excel!" sentak Daisy, tanpa takut akan terkena marah oleh Excel.

__ADS_1


Hati kecil Excel tidak tega melihat Daisy yang sangat ketakutan. Saat melihat Daisy seperti ini Excel kembali teringat akan sosok Sysi, gadis masa kecilnya tak terkunci di kamar mandi sekolah. Sudah beberapa hari Excel memimpikan gadis kecil itu, mungkin karena akhir-akhir ini Excel selalu memikirkan dia.


"Aku disini." Excel mendekat, lalu merebahkan tubuhnya di samping Daisy. Aroma tubuh Daisy yang wangi mampu membuat dada Excel bergetar, bahkan sentuhan tangan Daisy mampu membangun senjata mutlak miliknya. Susah payah Excel menahan rasa sesak di bawah sana. Tetapi Excel segera membuang jauh-jauh perasaannya. Ia hanya ingin menghabiskan malam-malam panasnya dengan Sysi, bukan Daisy.


"Daisy, mengapa setiap aku memanggil namamu, aku pasti langsung akan teringat kepada Sysi. Kenapa kamu harus memiliki nama yang sama, sih?"


Lampu yang tak kunjung hidup membuat Daisy betah untuk nemplok erat dengan memeluk tubuh Excel. Anehnya saat ini Excel tidak memprotesnya.


"Daisy," lirih Excel untuk memastikan apakah dia sudah tidur.


"Hmm."


Excel menelan kasar ludahnya, ternyata Daisy belum tidur.


Daisy yang menyadari segera melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari Excel.


"Maaf sudah lancang. Tapi tolong jika kamu ingin marah, kamu pending dulu. Aku sungguh takut."


"Sudahlah, jangan kamu pikirkan lain-lain. Tidur aja biar rasa takutmu hilang. Aku akan disini untuk menemani mu."


Berkat bantuan pelukan dari Excel, Daisy bisa memejamkan mata tanpa rasa taku lagi.


Keringat jagung mulai bercucuran. Daisy kecil meronta meminta pertolongan. Dadanya sudah sesak saat dia tidak bisa keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Tolong ... Tolong aku ..."


Berkali-kali Daisy meminta meminta tolong tetapi tak ada yang mendengarnya hingga datanglah lah pangeran untuk menolongnya.


"Daisy kamu kenapa? Kamu mimpi buruk?" Excel terbangun dari tidurnya. Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana Daisy sangat ketakutan meskipun dalam keadaan tidur.


"Alex ..." teriak Daisy yang langsung terduduk dengan nafas tersengal. Dada masih naik turun dengan keringat yang membasahi keningnya.


"Alex ... " Excel yang sangat familiar dengan nama tersebut membeku untuk waktu sesaat. Dia tidak tahu dengan jelas apakah ini sebuah kebetulan atau memang Alex yang Diasy sebut adalah Alex yang lain, bukan dirinya mengingat nama Alex itu banyak, bukan hanya dirinya saja yang memiliki nama Alex.


"Kamu mimpi buruk?" Excel segera memberikan air minum agar Daisy lebih tenang.


Excel dengan sabar menunggu Daisy lebih tenang. ia ingin menanyakan siapa Alex yang ia sebut tadi. Meskipun ia tahu jika nama yang di maksud bukanlah nama kecilnya, tetapi Excel sangat berharap jika yang disebut oleh Daisy tadi adalah nama dia.


.


.


.


Excel kamu ngarep banget sih 🤭


Sambil menunggu aku up mampir dulu ya ke Novel temen othor ya

__ADS_1



__ADS_2